Menu

Misteri Sungai Bogowonto, Pangeran Diponegoro Sampai Tak Mau Dua Kali Seberangi Sungai Ini

Mar
23
2018
by : . Posted in : Blog

PURWOREJO – Sungai Bogowonto di Purworejo, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi kecelakaan tank M113, memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

Sungai yang berhulu di Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo itu berkaitan erat dengan asal-usul berdirinya Purworejo. Tak hanya itu saja, juga menyimpan misteri penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda.

Berikut sejarah dan fakta sungai Bogowonto, dikutip dari berbagai sumber.

  1. Asal-usul Nama Bogowonto

Sungai Bogowonto atau Bhagawanta bermuara di Samudera Hindia. Dulunya, sungai ini bernama Watukoro. Nama Watukoro kemudian diubah menjadi Bogowonto, karena saat itu sering terlihat begawan (pendeta) yang bersemedi di pinggir sungai.

  1. Pangeran Diponegoro Tidak Mau Menyeberangi Bogowonto Dua Kali

Perlawanan Pangeran Diponegoro yang merupakan putra sulung Sri Sultan Hamengkubuwono III membuat Belanda kewalahan. Belanda kemudian memikirkan cara untuk mengalahkan Diponegoro, dengan cara mengajaknya berunding.

Tawaran untuk berunding awalnya ditolak oleh Diponegoro.
Namun Belanda tetap gigih mengajaknya berunding, hingga akhirnya Pangeran Diponegoro menyetujuinya.

Mereka kemudian sepakat untuk berunding di Magelang, di pinggiran sungai Bogowonto.
Namun Diponegoro tak mau menyeberangi sungai itu dua kali. Alasannya pun masih menjadi misteri hingga kini.

Namun bukannya berunding sesuai dengan kesepakatan awal, ternyata Diponegoro ditangkap dan dibawa ke luar dari Magelang, menggunakan kereta.

  1. Jadi Saksi Berdirinya Daerah Tertua di Purworejo

Loano diyakini sebagai daerah tertua di Purworejo.

Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, berdirinya Loano berkaitan dengan perjalanan Haryo Bangah dari Kerajaan Galuh di Jawa Barat, ke arah timur untuk mencari adiknya, Raden Tanduran.

Itu ia lakukan setelah kalah perang dari Ciung Wanara.
Perjalanannya terhenti di tepi Sungai Bogowonto karena jatuh sakit. Haryo dan pengikutnya memutuskan untuk menetap di situ, lalu mendirikan semacam perkampungan kecil.

Mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat dan Haryo memperistri seorang gadis di desa itu. Mereka kemudian memiliki anak bernama Anden, yang selanjutnya dikenal sebagai Pangeran Anden Lowano.

Saat Pangeran Anden besar dan telah memiliki istri, keduanya berselisih dan tak saling bicara.
Di sendang Ngumbul tak jauh dari sungai Bogowonto, istri pangeran Anden melihat sebuah pohon besar nan rimbun.

Saat ia bertanya pada para pengikutnya apa nama pohon itu, tak ada seorang pun yang bisa menjawab. Lalu tiba-tiba, seorang laki-laki menjawab bahwa pohon itu bernama Lo.

Istri Pangeran Anden terkejut karena ternyata suaminya telah berada di belakangnya. Setelah itu, kebekuan mereka pun cair.
Orang-orang kemudian menyebut lokasi itu dengan nama Lowano.

Lo artinya pohon dan wanuh menyapa. Kini secara administratif, wilayah itu bernama Loano.

  1. Banyak Desa Tua Jadi Pusat Peradaban Masa Lalu

Di tepi sungai Bogowonto, banyak desa tua yang dulunya menjadi pusat peradaban Purworejo. Itu diperkuat dengan ditemukannya bangunan peninggalan kebudayaan Hindu dan Budha, di desa-desa tepi sungai.

  1. Panjang Sungai Diperkirakan 67 Km

Sungai Bogowonto tercatat di tiga kabupaten yakni Wonosobo, Magelang dan Purworejo, sepanjang lebih kurang 67 Km.Dikutip dari Wikipedia, sungai ini berada di daerah aliran sungai (DAS) Bogowonto seluas 58.571,68 Ha. | ferd

♔Ferd

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Misteri Sungai Bogowonto, Pangeran Diponegoro Sampai Tak Mau Dua Kali Seberangi Sungai Ini

Sunday 1 October 2017 | Blog

Download Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.05/2017 tanggal 19 September 2017, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor…

Saturday 3 May 2014 | Blog

Motif slobok, motif batik ini mempunyai kegunaan yaitu untuk upacara kematian manusia. Dan upacara pelantikan para…

Friday 2 March 2018 | Blog

Kepala Desa Wargo Mulyo Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Sukardi, membuat terobosan baru di desanya dalam…

Tuesday 20 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah02. b.PENULISAN_KARYA_INOVATIF_PS_2017.pdf STRUKTUR PWS(2) 02. IPKPS MADYA.doc 2.1 a Analisis Kompetensi, Materi,…