Menu

Abdul Somad ‘Goncang’ Universitas Batam

Feb
12
2018
by : . Posted in : Blog

Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM: Kita Terus Mengundang Tokoh Nasional

HATI hadirin bergoncang saat mengikuti kuliah umum Membangun Generasi Islam Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung Serba Guna Universitas Batam (Uniba), Selasa (6/2/2017) mulai pukul 11.00-12.30 WIB bagai. Badan bergoncang karena ceramah ustaz Abdul Shomad Lc MA lucu dan berisi. Hati bergoncang karena disentuh untuk terus mengedepankan Allah SWT, Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan yang penuh cobaan dan tantangan ini.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Lama ditunggu dan sedikit berliku perjalalan untuk mengundang ustaz Abdul Somad, akhirnya ustad kebanggan masyarakat Melayu ini bisa hadir di kampus Uniba.

Penulis dan H Abdul Somad Lc MA di Kampus  Universitas Batam (Uniba) menjelang kuliah umum Membangun Generasi Islam Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung Serba Guna Universitas Batam (Uniba), Selasa (6/2/2017) mulai pukul 11.00-12.30 WIB.

‘’Saya sempat bercerita dengan kawan baik saya, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM di warung kopi. Kami pun sepakat menjadikan Indonesia lebih baik dan besar lagi di usia 100 tahun, tepatnya pada tahun 2045 mendatang,’’ sebut anggota DPD RI, DR H Hardi Selamat Hood MSi dalam sambutannya.

Salah satu solusinya, Hardi yang merupakan tokoh pendidikan di Kepri bersama Jemmy sepakat menghadirkan ustad Abdul Somad untuk menambah semangat belajar civitas akademika Uniba. Sekaligus mengajak masyarakat Kepri meningkatkan ibadah, dan semakin mencintai Islam.

Hadir saat itu, Ketua Dewan Yayasan Griya Husada Batam H Rusli Bintang, para dosen Uniba, ratusan mahasiswa Uniba, masyarakat Batam, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, H. Husnizar Hood, Front Pembela Islam (FPI) Batam, FPI Kepri, organisasi masyarakat (Ormas) di Batam, serta puluhan siswa-siswi dari beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batam.

Sebelum ceramah, dilakukan penandatanganan Piagam Batam untuk 2045 oleh anggota DPD RI, DR H Hardi Selamat Hood MSi. dosen UIN SUSQA Pekanbaru Riau, Abdul Somad Lc MA, guru besar Uniba, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM, dan Wakil Ketua DPD RI, Prof Dr Ir Hj Darmayanti.

Abdul Somad yang lahir pada Rabu, 30 Jamada al-Ula 1314 Hijriah, atau 18 Mei 1977 itu tidak hanya pandai menyitir ayat-ayat Alquran. Lelaki asal Riau yang terkenal sampai ke berbagai negeri di Malaysia itu juga andal memainkan perasaan hadirin untuk semakin cinta dengan Islam, hidup sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW berupa Alquran dan hadist.

Di hadapan lebih dari 1.000 hadirin, Somad dalam ceramahnya terus membuka logika hadirin untuk untuk mengacu kepada Alquran, menuruti perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari. Satu contoh kecil yang diambil Somad adalah peristiwa ketika Nabi Sulaiman AS ingin memindahkan kursi (singgasana) Ratu Balqis dari Yaman ke Palestina. Sulaiman bertanya siapa yang bisa memindahkan kursi itu dengan cepat? Jin Ifrit menyatakan kesanggupannya, akan memindahkan sebelum Sulaiman berdiri dari tempat duduk. Namun ada seorang ahli ibadah bernama Ashif bin Barkhiya menyatakan kesanggupannya memindahkan kursi sebelum Sulaiman berkedip. Ulama ini menjadi ‘’pememang’’. Manusia (ulama, red) dekat dengan Allah SWT lebih makbul doanya ketimbang jin. Jin serta setan banyak tipu daya. Hadirin diingatkan tidak berkawan dengan jin.

Ketika hidup papar Somad, orang bisa berdoa dan beribadah. Doanya mengalir untuk orang tersebut. Jika seseorang telah meninggal, dia tidak bisa lagi berdoa dan beribadah. Tidak ada pahala yang mengalir lagi. Tapi ada perbuatan yang pahalanya tetap didapat, baik saat hidup maupun sudah meninggal dunia. Apa itu? Amal, beramal, beribadah.

Dalam hidup ini papar Somad, banyaklah berdoa, membaca Alquran, bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan beramal. H Rusli Bintang yang merupakan anak yatim piatu banyak berdoa, bersalawat, membaca Alquran, dan beramal. Lewat tangan H Rusli, dibangunlah lima universitas di Indonesia yaitu: Uniba di Batam, Unversitas Malahayati di Lampung, Unversitas Abulyatama di Aceh, Institut Kesehatan Indonesia (IKI) di Jakarta, dan satu lagi universitas di Bali.

Ini diraih lewat doa, bekerja, dan beramal. Bukan menghayal. Perbanyak beramal, bersedekah, infak, dan berzakat. Jangan mempercayai bintang-bintang (astronomi). Itu semua termasuk dalam ramal-meramal.

Untuk pemuda pemudi kata Somad, lebih baik belajar berenang, memanah, dan berkuda. Itu bermanfaat untuk mengurangi besarnya libido (gairah seks, red) yang bisa berdanpak tidak baik bagi generasi muda. Jangan sampai generasi muda terkena penyakit Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Logika diminta tidak boleh dibaikan. Hidup harus sehat, bila sakit perlu diobati. Untuk kuat beraktivitas, manusia perlu makan. Sehat dan makan tidak bisa diserahkan kepada Allah. Perlu langkah nyata untuk meraih kenyang dan sehat.

Telah menjadi konsep baku, sepanjang ceramahnya, Somad mengiringinya dengan gurauan ringan, nyata, namun mengena di hati dan pikiran. Cara ini, membuat hadirin tidak mengantuk, senang, dan tidak mau berhenti mendengar paparan yang disampaikan alumnus S1 di Al-Azhar, Mesir, dan S2 di Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko tersebut.

Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM yang juga Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam dalam sambutannya mengatakan, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari akhlak. Setinggi apapun pendidikan seseorang, tidak akan ada artinya bila tidak diiringi dengan akhlak yang baik terhadap sesama manusia, sesama makhluk citptaan Allah.

Kepada wartawan, Jemmy yang merupakan salah satu ‘’lokomotif’’ utama dalam menggerakkan Uniba dan Yayasan Griya Husada Batam itu menyebutkan, akademisi baru bisa dikatakan berhasil, bila ilmu pengtetahuan dan teknologi (Iptek) miliknya bisa bermanfaat bagi orang lain, bangsa, dan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mantan Rektor Uniba dua periode (2005-2009 dan 2009-2014) itu menyebutkan, di dunia serba global dan bebas sekarang ini, Uniba bisa menepuk dada dan berbangga diri. Uniba bekerja dan menggali potensi sendiri. Ternyata, pada perkembangan selanjutnya, sistem pendidikan Uniba, malah dijadikan contoh bagi lembaga lain dalam mengelola satu unversitas atau perguruan tinggi.

Unversitas Malahayati di Lampung, Universitas Abulyatama di Aceh, dan Universitas Batam adalah satu bukti, bahwa PTS lebih dilirik calon mahasiswa ketimbang PTN. PTS mampu menjawab kebutuhan SDM andal yang dibutuhkan dunia tenaga kerja dan dunia industrialisasi.

Inovasi dan terobosan papar lelaki yang memiliki pergaulan luas ini, terus dilakukan Uniba. Salah satu bukti keandalan dan nilai plus yang diberikan Uniba adalah dengan terus mendatangkan tokoh-tokoh nasional, internasional. Tokoh tadi bisa akademisi, politisi, polisi, TNI, birokrat, dan lainnya. Tokoh tadi memberikan kuliah umum, dan berbagai bentuk pendidikan lainnya bagi para mahasiswa, serta civitas akademika Uniba. Kehadiran tokoh nasional dan internasional itu sekaligus menjadi bentuk nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Bentuk Tri Darma PT ini dengan mendatangkan beberapa tokoh seperti:

Dosen School of Manajement Universiti Sains Malaysia (USM) Prof DR Azizah Omar sekaligus menjadi Key Note Speaker dalam Seminar Internasional, Percepatan Pembangunan Daerah Berbasis Nilai Lokal Provinsi Kepulauan Riau, di alula kampus Uniba, Jumat (9/3/2012).

Wakil Mendiknas, Prof Fasli Jalal Kuliah Umum memberikan kuliah umum dengan tema Pembentukan Karakter Building di Uniba, Batam, Jumat (6/1/2012).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs Budi Waseso SH sekaligus memberikan kuliah umum di Uniba, Jumat (6/1/2017).
Presiden Direktur PT Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Dr Dany Amrul Ichdan SE MSc dan menggelar orasi ilmiah saat Wisuda ke-14 Uniba tahun 2016/ 2017 di aula serba guna Uniba, Batam Kota, Batam, Sabtu (18/11/2017).
Wali Kota Batam, HM Rudi SE, Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. pada Sabtu (18/11/2017).
Sekarang papar Jemmy, Uniba mendatangkan ustaz Abdul Somad Lc MA. Mempertemukan dan lebih mendekatkan diri para akademisi dengan ulama untuk menjaga ketenangan dan keutuhan NKRI ini. Dia berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
Jemmy mengatakan, Uniba makin dikenal dan diminati. Kamis (2/2/2017) Uniba mengukir prestasi dengan meraih Akreditasi Institusi dengan nilai B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Tinggi (Dikti). Itu adalah nilai tertinggi di Kepri. Akreditasi Institusi dengan nilai B itu ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Tinggi (Dikti), T Basaruddin dengan Nomor SK 0386/SK/BAN/ Akred/PT I/ tertanggal 26 Januari 2017.
Kemudian pada 23 Juni 2017 kembali diperoleh nilai akreditasi prodi Sarjana Kedokteran dan prodi Profesi Dokter pada Fakultas Kedokteran Uniba masing-masingnya dengan nilai B berdasarkan penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes) dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 0344/LAM-PTKes/Akr/Sar/VI/2017 dan SK Nomor: 0345/LAM-PTKes/Akr/Pro/VI/2017 tertanggal 23 Juni 2017.
Ditambahkan Jemmy, saat ini Uniba memiliki empat fakultas yaitu Fakultas Kedokteran, Hukum, Ekonomi, dan Teknik, serta memiliki 18 program studi (prodi). Dengan wisuda kali ini, Uniba memiliki lebih dari 12.000 alumnus. Tahun 2017, Uniba mendapat izin dari Dikti yaitu Profesi NERS, S1 Psikologi, dan S1 Farmasi. Psikologi satu-satunya di Kepri. Tahun 2018, Uniba mengusulkan Prodi Kedokteran Gigi, S3 Ilmu Hukum, dan S3 Manajemen.
Lelaki yang berkawan dengan masyarakat dari level manapun itu melanjutkan, terobosan dan inovasi, membuat Uniba menjadi salah satu lembaga pendidikan terbesar dan terbaik di Kepri. Seiring dengan itu, Uniba juga sangat peduli dengan masyarakat, bentuknya dengan menyantuni ratusan anak yatim piatu dan duafa setiap kali wisuda. Pada wisuda Sabtu (18/11/2017), disantuni 758 anak yatim piatu dan duafa. Bantuan lain juga diberikan di waktu-waktu kepada masyarakat Batam. Semua dilakukan Uniba sebagai bentuk kecintaan kepada masyarakat dan negeri Melayu dan NKRI pada umumnya. ***

Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Abdul Somad ‘Goncang’ Universitas Batam

Thursday 5 June 2014 | Blog

Memilih busana memeang terkadang membuang waktu, namun bagaimana lagi kalau ngga pas ya jadi ngga nyaman…

Thursday 10 April 2014 | Blog

Keindahan dan kekayaan budaya Indonesia selalu mencuri hati para penikmat seni dan mode di dunia internasional.…

Sunday 14 January 2018 | Blog

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas melaksanakan Press Release kilas balik perkara tahun 2017. Acara tersebut berlangsung di…

Thursday 8 December 2016 | Blog

Pembelajaran Sains Terintegrasi Pengajaran IPA SD mempunyai tujuan antara lain agar siswa memahami konsep-konsep IPA, mempunyai…