Menu

Pentingnya Memiliki Employability Skills

Jan
11
2018
by : . Posted in : Blog

 Mungkin kita sering dengar orang berbicara soal “bekerja keras“, “bekerja cerdas“, dan “bekerja ikhlas“, ya memang ketiga hal tersebut diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja.

Bekerja keras dipahami sebagai bekerja dengan tekun dan tidak bermalas-malasan.

Bekerja cerdas dipahami sebagai bekerja dengan menggunakan keahlian, bukan asal-asalan.

Bekerja ikhlas dipahami sebagai bekerja dengan sepenuh hati dan tidak ada perasaan terpaksa.

Para motivator mengatakan bahwa kita harus punya alasan yang tepat mengapa kita bekerja? Ya itu juga benar, karena dengan adanya alasan yang tepat akan memberi motivasi kepada kita untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Untuk sukses berkarir, seseorang juga perlu memiliki employability skills. Tulisan berikut dikutip dari tulisan saya di majalah Media BPR edisi Agustus-September 2017.

Apa sih employability skills itu?

International Labour Organization (ILO) mendefinisikan employability skills sebagai keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mempertahankan suatu pekerjaan, berkembang di tempat kerja dan bisa menghadapi perubahan, mendapatkan pekerjaan lain jika ia ingin berhenti atau diberhentikan dan bisa kembali ke dunia kerja dengan mudah di waktu yang berbeda di dalam siklus hidupnya (Cleary et al, 2006; Brewer, 2013).

Berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan nomor 161 tahun 2015 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pendidikan Golongan Pokok Jasa Pendidikan Bidang Standarisasi, Pelatihan dan Sertifikasi,  employability skills didefinisikan sebagai kemampuan dasar yang menunjang pelaksanaan pekerjaan, terdiri dari 8(delapan) aspek, yaitu: komunikasi, kerjasama tim, penyelesaian masalah, inisiatif dan usaha, perencanaan dan pengorganisasian, pengelolaan diri, kemampuan belajar, dan penggunaan teknologi.

8 Aspek Emloyability Skills

  1. Ketrampilan komunikasi (communication skills) yang berkontribusi dalam hubungan yang produktif dan harmonis antara kolega profesi dan pelanggannya;
  2. Ketrampilan kerjasama tim (team work skills) yang akan berkontribusi hubungan kerja dan keluaran (outcomes) yang produktif;
  3. Ketrampilan menyelesaikan masalah (problem-solving skills) yang berkontribusi dalam menghasilkan keluaran yang produktif;
  4. Ketrampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills) yang berkontribusi pada keluaran yang inovatif;
  5. Ketrampilan dalam perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills) yang berkontribusi dalam perencanaan strategis jangka pendek dan jangka panjang;
  6. Ketrampilan dalam pengelolaan diri (self-management skills) yang berkontribusi dalam pertumbuhan dan kepuasan diri dari profesi;
  7. Ketrampilan untuk belajar (learning skills) yang berkontribusi dalam peningkatan/perbaikan berlanjut dan ekspansi keluaran (outcomes) dan ekspansi tenaga dan operasi organisasi; dan
  8. Ketrampilan menggunakan teknologi (technology skills) yang berkontribusi pada eksekusi tugas yang efektif dan efsien.

Employability skills atau kecakapan bekerja perlu dimiliki oleh sumber daya manusia di semua jenjang karir di dunia kerja.  Dengan demikian, para pekerja selalu dapat bekerja dengan efektif dan efisien, sehingga memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan. Berarti hanya perusahaan-perusahaan yang para pekerjanya memiliki kecakapan bekerja yang mumpunilah yang dapat berkembang dengan baik.

Perkembangan ekonomi global, teknologi informasi dan komunikasi menuntut tingkat kompetensi yang mampu secara cepat mengantisipasi setiap perubahan dan perkembangan, sehingga tuntutan kecakapan bekerja menjadi terus berkembang juga. Jadi kecakapan bekerjapun harus terus diasah seiring dengan perubahan dan perkembangan tersebut.

Mengasah Diri Kecakapan Bekerja:

1. Mengasah Ketrampilan komunikasi (communication skills)

  • Bicara jelas dan langsung, tidak berbelit-belit;
  • Mendengarkan dengan cermat terhadap instruksi dan informasi;
  • Membaca dan interpretasi instruksi kerja dengan cermat;
  • Membaca dan interpretasi rambu-rambu keamanan dan keselamatan.

2. Mengasah Ketrampilan bekerja dalam kelompok (team work skills)

  • Menerapkan kerja kelompok dalam situasi tertentu;
  • Berkontribusi positif dalam perencanaan dan eksekusi pelaksanaan;
  • Berpartisipasi dalam keputusan tim;
  • Bekerja kooperatif dengan orang lain.

3. Mengasah Ketrampilan mengatasi masalah (problem-solving skills)

  • Menganalisis dampak ataupun risiko pada setiap tindakan;
  • Menyesuaikan metode kerja dalam merespon perubahan situasi dan kondisi.

4. Mengasah Ketrampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills)

  • Mengidentifikasi potensi risiko;
  • Mandiri dalam adaptasi terhadap perubahan kondisi kerja atau perbedaan area kerja;
  • Mengidentifikasi potensi peningkatan efisiensi;
  • Mengidentifikasi potensi peningkatan dan pengembangan usaha.

5. Mengasah Ketrampilan perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills).

  • Mengelola waktu dan prioritas untuk menyelesaikan pekerjaan;
  • Mengidentifikasi dan dapatkan peralatan yang tepat;
  • Mengidentifikasi potensi risiko dan mempersiapkan respon yang tepat;
  • Mengikuti prosedur dan teknik yang relevan dengan peralatan dan pekerjaan yang dilakukan

6. Mengasah Ketrampilan dalam managemen diri (self-management skills)

  • Bertanggung jawab atas perencanaan dan prioritas mengorganisir pekerjaan sendiri dan menyelesaikan tugas yang ditugaskan
  • Memantau kinerja sendiri untuk memastikan pekerjaan akan selesai dengan baik dan tepat waktu
  • Mengidentifkasi standar kerja yang diharapkan di tempat kerja.

7. Mengasah Ketrampilan untuk belajar (learning skills)

  • Mempelajari cara-cara baru untuk bekerja
  • Mencari informasi untuk meningkatkan kinerja dari orang-orang dan dokumen kerja seperti peraturan, kebijakan, prosedur dll
  • Mengidentifikasi karakteristik peralatan, keterbatasan dan kemampuan teknis,
  • Mempelajari penyebab terjadinya risiko dan cara-cara untuk mengeliminir risiko.

8. Mengasah Ketrampilan teknologi (technology skills).

  • Menggunakan teknologi yang sesuai untuk proses kerja
  • Menggunakan teknologi yang sesuai untuk memantau dan melaporkan kemajuan kerja
  • Menggunakan teknologi komunikasi sesuai untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pekerjaan

 

Bagaimana peran sertifikasi terhadap pengakuan kecakapan bekerja bidang BPR?

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 322 tahun 2016 tentang Penetapan Standar Komptensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Bank Perkreditan Rakyat, walaupun tidak secara eksplisit menyebutkan terkandung employability skills, tetapi pada penyusunannya Tim Perumus SKKNI telah memasukkan aspek-aspek employability skills yang tercermin pada bagian-bagian dari standar, terutama pada kriteria-kriteria unjuk kerja, batasan variabel dan panduan penilaian.

Kegiatan pelatihan yang berbasis kompetensi perlu diarahkan untuk mengantarkan para peserta pelatihan menguasai kecakapan bekerja yang didukung oleh materi dan strategi pembelajaran. Materi pembelajaran tentunya harus dapat menuntun peserta pelatihan mampu mencapai setiap kriteria unjuk kerja dan memenuhi batasan variabel, termasuk memiliki pengetahuan dan berbagai keterampilan yang memadai.

Pengakuan kompetensi yang dibuktikan dengan selembar sertifikat kompetensi tentu harus dapat menjamin kemampuan seorang pekerja memang mampu mencapai setiap kriteria unjuk kerja serta memiliki kecakapan bekerja. Untuk itu, pengembangan perangkat asesmen maupun rencana asesmen perlu dirancang sedemikian rupa dan menggunakan metode asesmen yang sesuai agar peserta asesmen dapat menunjukkan seluruh kemampuannya selama periode asesmen dilakukan.

*** Salam Kompeten ***


Zinsari

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Pentingnya Memiliki Employability Skills

Monday 12 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Tagged: berkas usul kenaikan pangkat, dinas kesehatan provinsi bali, kenaikan pangkat periode april 2017, kenaikan pangkat…

Wednesday 17 January 2018 | Blog

Download Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.05/2018 tanggal 8 Januari 2018, tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum…

Friday 24 November 2017 | Blog

Tersangka Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Bob Dwi Maha Putra beserta berkas…

Saturday 30 September 2017 | Blog

Puluhan motor dinas yang digunakan jajaran anggota Kodim 1011/KLK, diperiksa jajaran Subdenpom Kapuas XII/2-4 KPS, dan…