Menu

Tommy Rumengan Pimpin FBPro Kepri

Dec
18
2017
by : . Posted in : Blog

Sukses Menggelar Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament

KEBERHASILAN Duo Rumengan, Muhammad Tommy Arby Rumengan SE dan Muhammad Tammy Arby Rumengan SE menggelar Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament di lantai 2 Harbour Bay Mall, Jodoh, Batuampar, Batam, Minggu (3/12/2017), menjadi catatan positif bagi FBPro Indonesia. Tommy pun dipilih menjadi Ketua FB Pro Kepri.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Beladiri Profesional (FBPro) Indonesia, Jesse Ariestya SE MM, mengaku, mendapat banyak informasi tentang Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament.

‘’Event ini berjalan lancar dan menjadi hiburan positif bagi masyarakat Batam, dan Kepri pada umumnya. Ini menjadi catatan bagi kami pengurus FBPro Indonesia untuk memilih/ menunjuk Tommy sebagai ketua FBPro di Kepri,’’ sebut Jesse di Radisson Hotel, Batamkota, Batam, Minggu (10/12/2017).

Komentar ini disampaikan Jesse saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) FBPro Indonesia No. 027/ FBP/ 12/ 2017 di Jakarta tertanggal 9 Desember 2017 kepada Tommy. Hadir saat itu, Ketua Dewan Pembina FBPro Provinsi Kepri, Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM, Kabid Pertandingan FBPro Indonesia, Stanley FJ Pesik.

Adapun pengurus FBPro Provinsi Kepri lainnya yaitu: Penasehat, H Isdianto. S, Sos, MM yang juga Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Ketua Dewan Pembina, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM, Ketua Umum, Tommy Rumengan SE, Wakil Ketua Umum, Tammy Rumengan SE, Sekretaris Toto Sumito SH MH yang juga ketua IPSI Kota Batam, Bendahara, Arman Syarif, serta Ketua Harian, Irawan SH.

Jesse menegaskan, untuk kesejahteraan combat sport (petarung, red), dia mengamanahkan FBPro Kepri agar memberikan hadiah (uang, red) sesuai standar. Jangan sampai atlet mempersembahkan prestasi, tapi kehidupannya tidak baik, tidak sejahtera.

Stanley FJ Pesik menambahkan, dengan kepengurusan Tommy, diharapan kehidupan FPPro Kepri menjadi terarah, bergairah, serta mampu mensejahterakan, dan memberikan keselamatan kepada para atlet, atau petarung.

Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM melanjutkan, dengan telah adanya kepengurusan FBPro Kepri ini akan membuat dunia MMA semakin tersistim, dan menasional. FBPro Kepri akan membawa banyak pengaruh bagi peningkatan sektor olahraga, wisata, dan perekonomian Kepri.

‘’Saya optimistis, pengurus FBPro Kepri ini akan mampu menampung petarung-petarung muda, para pemuda yang suka dengan beladiri. Kepri akan menjadi barometer dunia Mixed Martial Arts (MMA, beladiri bebas, red) di Indonesia,’’ sebut Jemmy yang dikenal suka beroganisasi.

Jemmy yang juga Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam (yang menaungi Universitas Batam (Uniba), red) itu menegaskan, dunia MMA adalah beladiri tarung bebas yang disukai masyarakat internasional. Di Indonesia sendiri, MMA telah menjadi beladiri khas dan sangat disukai.

Sementara itu, Tommy Rumengan SE menambahkan, FBPro Kepri adalah salah satu wadah untuk menampung para petarung muda, anak-anak muda yan suka dengan beladiri bebas. Agar darah muda mereka yang cenderung suka dengan beladiri bisa tertampung, maka FBPro Kepri adalah wadah yang sangat positif.

Tommy yang juga pengusaha muda Batam ini melanjutkan, meski sudah mendunia, menasional. Namun MMA sulit bisa tumbuh dan hidup bila tidak didukung sarana dan prasarana. Salah satu yang menjadi perhatian FBPro Kepri saat ini adalah menyediakan pusat pelatihan MMA, silat, fix boxing, grappling event (gulat, red).

‘‘Lembaga ini, menjadi wadah untuk menampung sekaligus mengawasi para combat sport dalam latihan, bertarung. Salah satu tujuannya, agar para petarung bisa latihan, bertanding sesuai dengan standar FBPro Kepri. Dimana salah satu standar dalam latihan adalah alat-alat safety (pelindung badan vital, red),’’ papar Tommy.

Pemilik TAR Photo Studio Batam ini menyebutkan, FBPro Kepri ini memiliki fungsi lain. Salah satunya adalah menjadi pusat informasi, tempat saling berkoordinasi bagi penyelenggara Event Organizer (ED) MMA dan silat di Kepri.

Lebih jauh tentang MMA, Tommy menyebutkan, dia bersama pecinta beladiri combat sport tidak akan berhenti sampai di Aerpoetih MMA Tournament saja. Ke depan, dalam bulan dan waktu tidak ditentukan, FB Pro Kepri akan hadir lagi dengan event lebih menasional. Tentu saja, dengan panitia yang lebih siap, petarung yang lebih banyak dan berkelas. Tidak lupa aneka hiburan di sepanjang pertarungan.

Tommy mengakui. MMA adalah keras. Namun kerasnya beladiri MMA ini adalah salah satu wadah positif bagi generasi muda yang suka dengan beladiri. Semangat, emosi, dan tenaga muda mereka yang meledak-ledak perlu disalurkan dalam satu tempat, yaitu arena pertandingan.

Ini semua juga untuk menghindari perkelahian di jalan, tawuran generasi muda, atau perkelahian terhadap lawan tidak seimbang. Di arena Aerpoetih MMA Tournament, semua terbuka luas dan bebas. Anda berani. Punya kemampuan beladiri. Lawanlah orang sebanding, orang sekelas, dan bertarunglah secara sportif. Menang dapat medali. Kalah jangan malu dan tidak putus asa. Toh ini cuma beladiri semata. Satu hiburan yang berbalut prestasi dan keberanian. ***

Keras, Cepat, Berisi, juga Ada Tawa Lepas

Bila bicara MMA, tentu yang terbayang oleh kita adalah orang yang keras, gerakannya cepat, punya naluri bertarung, tidak mengenal rasa takut. Satu lagi sportif.

Itu adalah gambaran umum dalam dunia MMA. Beladiri bebas. Tapi namanya dunia olahraga. Pelakunya adalah manusia biasa. Menurut catatan penulis. Ada beberapa hal menarik, unik, dan konyol. Tapi kekonyolan itu malah menjadi ‘’bumbu penyedap’’ di Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament di lantai 2 Harbour Bay Mall, Jodoh, Batuampar, Batam, Minggu (3/12/2017),

Salah satu yang cukup lucu adalah laga dua petarung wanita. Pada saat dua petarung itu naik panggung, tidak ada yang aneh. Perawakan mereka cukup serius. Raut muka keras sama seperti nama olahraganya. Hal lucu mulai terjadi ketika wanita pembawa papan ronde berkeliling arena pertandingan.

Belum selesai wanita pembawa papan ronde tadi mengelilingi arena, dua wanita tadi sudah tidak sabar. Adu pukul. Saling tendang. Padahal, wasit belum mempersilakan mereka bertarung. Tentu saja, aksi kedua wanita petarung ini menjadi hiburan tersendiri bagi ratusan pasang mata yang sebagian besar adalah kaum lelaki.

Kelucuan lain dari petarung ini adalah lebih banyak saling rangkul dan ‘’berpelukan’’ di atas arena. Tepuk tangan. Suitan panjang, dan tepuk tangan kerap terdengar sepanjang perntadingan ini.

Pertandingan kedua yang cukup menjadi catatan sekaligus sangat ‘’menghibur’’ adalah ketika dalam pertandingan, salah seorang petarung sering tersenyum mengejek. Hal ini disambut oleh lawannya dengan kerap mengangkat tangan untuk melakukan tos. Belum hilangan ingatan penonton dengan aksi tos tadi, kini si petarung berkulit putih itu kembali mengangkat tangan meminta tos. Lawannya pun menyambut tos tersebut. Di tengah pertandingan, kedua petarung ini kadang mengadu tangan tanda bahwa pertandingan ini tidak ada unsur pribadi. Semua isi pertandingan itu murni sebagai hiburan, beladiri, dan bertujuan prestasi.

Terakhir. Di puncak pertandingan dua petarung ini. Si petarung berkulit putih pecah dan berdarah pelipis-nya. Darah mengalir di pipinya. Seperti tadi. Dua petarung bersalaman, berpelukan. Ini jelas mendatangkan rasa haru, iba, sekaligus bangga.

Dunia MMA tambah Tommy, memang keras, tangkas, cepat, dan beresiko. Tapi semua orang wajib salut dan angkat tangan. Dua petarung bisa mengakhiri pertandingan itu dengan baik tanpa ada rasa dendam. Sportif, jantan, dan jujur dengan kemenangan orang lain dan mengakui kelemahan diri sendiri. Itulah sisi positif yang kita bangun di dunia MMA,’’ tutup Tommy. (sta)


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Tommy Rumengan Pimpin FBPro Kepri

Thursday 8 March 2018 | Blog

Kepada Yth. 1 Kepala UPTD BPS Se-Kota Surabaya 2 Kepala SD dan SMP (daftar terlampir) di.…

Saturday 31 March 2018 | Blog

Download Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-23/PB/2018 Tgl 26 Maret 2018 Batas Maksimum Pencairan Dana…

Sunday 23 July 2017 | Blog, Diklat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas bakal memperbaiki lingkungan di wilayah hulu yang sering dilanda banjir seperti Kecamatan…

Sunday 22 October 2017 | Blog

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menggelar rapat koordinasi untuk penguatan tim adipura dan penyempurnaan titik pantau penilaian…