Menu

Adu Nyali sekaligus Raih Prestasi

Dec
11
2017
by : . Posted in : Blog

Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament Langsung Booming

LANTAI 2 Harbour Bay Mall, Jodoh, Batuampar, Batam, Minggu (3/12/2017) pukul 14.00 WIB bergetar dan terdengar suara gemuruh. Segala keberanian, kelincahan, ketangkasan, dan kerasnya petarung se Kepri memukau ratusan pasang mata di event Aerpoetih Mixed Martial Arts (MMA) Tournament se Kepri.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

vent Aerpoetih MMA Tournament se Kepri menjadi pembicaraan di tengah kalangan pecinta, pengamat beladiri bebas se Kepri. Banyak kredit point dilontarkan para pengamat. Pertama. Ini adalah event pertama Aerpoetih MMA Tournament di Kepri. Turnamen ini diperuntukkan bagi petarung yang memiliki usia diatas 18 tahun.

Kedua. Beladiri, hiburan, dan adu keberanian level internasional yang disuguhkan lewat Aerpoetih MMA Tournament ini ternyata dihadirkan Duo Rumengan, Muhammad Tommy Arby Rumengan SE dan Muhammad Tammy Arby Rumengan SE. Dua lelaki muda ini memang relatif baru di dunia MMA se Kepri. Sedangkan di Jakarta, nama Si Kembar ini tidak asing lagi. Baik sebagai pecinta, maupun sebagai Event Organizer (EO) MMA.

Ketiga. Tommy dan Tammy adalah dua anak muda yang tidak sebatas duduk, diam, dan menghayal di masa mudanya. Dua pemuda ini menggali potensi diri, manampung semangat para pemuda dalam satu kegiatan penuh tantangan. Semua diterima banyak kalangan. Terbukti dengan banyaknya pengurus club MMA, atlet MMA dari kota dan kabupaten se Kepri hadir dalam acara sehari tersebut. Tommy dan Tammy juga menjabat sebagai Pembina FP Pro Provinsi Kepri.

Keberadaan MMA (beladiri bebas, red) ini sangat disukai kalangan muda. Di tingkat internasional, kita kerap mendengar ada tarung bebas ala Negeri Gajah Putih, Thailand. Pada tingkat nasional, kita kerap mendengar ada pertandingan MMA yang disiarkan secara langsung oleh satu TV nasional.

‘’Mengobati kerinduan dan keinginan kalangan muda terhadap MMA, maka Aerpoetih MMA Tournament se Kepri ini hadir di tengah masyarakat kota industri ini,’’sebut Tommy dan Tammy sebelum pertandingan dimulai.

Sebelumnya. Kegiatan ini dibuka Ketua Dewan Pembina Federasi Beladiri Profesional (FP Pro) Provinsi Kepri, Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM.

Jemmy yang juga Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam (yang menaungi Universitas Batam (Uniba), red) dalam sambutannya mengatakan, kegiatan telah lama ditunggu pecinta beladiri MMA. Lewat Event Aerpoetih MMA Tournament se Kepri banyak hal positif dapat diambil.

Paling utama dari semua itu kata Jemmy, tersalurnya semangat muda, keberanian, dan ketangkasan para pemuda dalam satu pertandingan yang fair, sportif, sekaligus menjadi batu loncatan untuk tampil serupa di event yang lebih tinggi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus PB Pro dari Jakarta, Ketua Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kota Batam, H Toto Sumito SSi SH MH, serta beberapa perwakilan pengurus dan anggota club MMA dari kota dan Kabupaten se Kepri.

Dalam menghadirkan acara ini, Si Kembar tanpa banyak gembar-gembor, mampu menyiapkan event di penghujung tahun 2017 ini dengan cepat, terstruktur, dan cukup matang. Jika dilihat dari usianya, ada sedikit keraguan, mampukan Tommy dan Tammy mendatangkan para petarung bebas se Kepri? Apalagi ini baru pertama kali. Lalu siapkah petarung tadi berlaga dalam arena pertarungan di salah satu mall terbesar di Batam tersebut?

Kekhawatiran sebagian orang terbantahkan. Dalam event ini, hadir ratusan pecinta beladiri MMA, para atlet beladiri dari berbagai aliran, serta masyarakat umum dari berbagai kota dan kabupaten se Kepri. Pastinya, hadir para petarung dari club seperti (apa saja nama club MMA se Kepri yang hadir. Seperti: Batam Fighter Club (BFC), WTFC, Puma, Tabasi, Vitka, dan beberapa club lainnya. Dalam bertanding, panitia sangat mengutamakan kelengkapan, dan safety.

Lebih jauh tentang Aerpoetih MMA Tournament, Tommy menyebutkan, tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ke depan, dalam bulan dan waktu tidak ditentukan, Aerpoetih MMA Tournament kedua akan hadir lagi. Tentu saja, dengan panitia yang lebih siap, petarung yang lebih banyak dan berkelas. Tidak lupa aneka hiburan di sepanjang pertarungan.

Tommy mengakui. MMA adalah keras. Namun kerasnya beladiri MMA ini adalah salah satu wadah positif bagi generasi muda yang suka dengan beladiri. Semangat, emosi, dan tenaga muda mereka yang meledak-ledak perlu disalurkan dalam satu tempat, yaitu arena pertandingan.

Ini semua juga untuk menghindari perkelahian di jalan, tawuran generasi muda, atau perkelahian terhadap lawan tidak seimbang. Di arena Aerpoetih MMA Tournament, semua terbuka luas dan bebas. Anda berani. Punya kemampuan beladiri. Lawanlah orang sebanding, orang sekelas, dan bertarunglah secara sportif. Menang dapat medali. Kalah jangan malu dan tidak putus asa. Toh ini cuma beladiri semata. Kalau bukan sebuah kehinaan. ***

.

.

.

Keras, Cepat, Berisi, juga Ada Tawa Lepas

BILA bicara MMA, tentu yang terbayang oleh kita adalah orang yang keras, gerakannya cepat, punya naluri bertarung, tidak mengenal rasa takut. Satu lagi sportif.

Itu adalah gambaran umum dalam dunia MMA. Beladiri bebas. Tapi namanya dunia olahraga. Pelakunya adalah manusia biasa. Menurut catatan penulis. Ada beberapa hal menarik, unik, dan konyol. Tapi kekonyolan itu malah menjadi ‘’bumbu penyedap’’ di event Aerpoetih MMA Tournament se Kepri.

Salah satu yang cukup lucu adalah laga dua petarung wanita. Pada saat dua petarung itu naik panggung, tidak ada yang aneh. Perawakan mereka cukup serius. Raut muka keras sama seperti nama olahraganya. Hal lucu mulai terjadi ketika wanita pembawa papan ronde berkeliling arena pertandingan.

Belum selesai wanita pembawa papan ronde tadi mengelilingi arena, dua wanita tadi sudah tidak sabar. Adu pukul. Saling tendang. Padahal, wasit belum mempersilakan mereka bertarung. Tentu saja, aksi kedua wanita petarung ini menjadi hiburan tersendiri bagi ratusan pasang mata yang sebagian besar adalah kaum lelaki.

Kelucuan lain dari petarung ini adalah lebih banyak saling rangkul dan ‘’berpelukan’’ di atas arena. Tepuk tangan. Suitan panjang, dan tepuk tangan kerap terdengar sepanjang perntadingan ini.

Pertandingan kedua yang cukup menjadi catatan sekaligus sangat ‘’menghibur’’ adalah ketika dalam pertandingan, salah seorang petarung sering tersenyum mengejek. Hal ini disambut oleh lawannya dengan kerap mengangkat tangan untuk melakukan tos. Belum hilangan ingatan penonton dengan aksi tos tadi, kini si petarung berkulit putih itu kembali mengangkat tangan meminta tos. Lawannya pun menyambut tos tersebut. Di tengah pertandingan, kedua petarung ini kadang mengadu tangan tanda bahwa pertandingan ini tidak ada unsur pribadi. Semua isi pertandingan itu murni sebagai hiburan, beladiri, dan bertujuan prestasi.

Terakhir. Di puncak pertandingan dua petarung ini. Si petarung berkulit putih pecah dan berdarah pelipis-nya. Darah mengalir di pipinya. Seperti tadi. Dua petarung bersalaman, berpelukan. Ini jelas mendatangkan rasa haru, iba, sekaligus bangga.

Hal unik dan sedikit ironi adalah, tertundanya pertarungan karena ada seorang pertarung yang kukunya relatif panjang. Kuku itu harus dipotong sebelum bertanding. Ini jelas sangat mengganggu.

Kerasnya pertandingan di MMA ini sedikit mencair dengan hadirnya tiga penari (dancer, red) serta ring girls (gadis pembawa papan ronde, red).

Dunia MMA tambah Tommy, memang keras, tangkas, cepat, dan beresiko. Tapi semua orang wajib salut dan angkat tangan. Dua petarung bisa mengakhiri pertandingan itu dengan baik tanpa ada rasa dendam. Sportif, jantan, dan jujur dengan kemenangan orang lain dan mengakui kelemahan diri sendiri. Itulah sisi positif yang kita bangun di dunia MMA,’’ tutup Tommy. (sta)

.

.

.

Fighter Tanjungpinang Rebut Piala Bergilir

PETARUNG asal Tanjungpinang berhasil menggondol piala bergilir Aerpoetih MMA Tournament dalam gelaran yang dihelat di Harbourbay Mall, Minggu (3/12). Turnamen ini diperuntukkan bagi petarung yang memiliki usia diatas 18 tahun.

Koordinator fighter Fit Core Tanjungpinang Saidina Ali mengaku bangga atas prestasi petarung lokal Kepri dalam ajang ini. “Saya membawa empat petarung Tanjungpinang untuk berlaga dalam ajang ini. Hasilnya, kami berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perunggu,” tuturnya.

“Tak hanya itu, petarung kami Randy yang turun di partai utama nomor heavy weight berhasil merebut Piala Bergilir Aerpoetih MMA Tournament,” jelasnya.

Randy yang turun di nomor heavy weight berhasil mengalahkan lawannya TKO di ronde pertama. Randy yang turun di partai utama berhak atas piala bergilir, medali emas, dan uang pembinaan.

Hebatnya, ini adalah kali kedua Randy mengikuti turnament MMA, dalam kedua turnamen MMA ini Randy berhasil meraih medali emas. “Ikut pertama awal tahun 2017 di Tangerang. Saya juga berhasil meraih medali emas di turnament itu,” beber Randy.

Ia mengaku mempersiapkan diri selama tiga bulan untuk mengikuti turnamen ini. “Petarung kelas berat di Tanjungpinang berjumlah lima orang. Saya lolos seleksi di daerah baru bisa berlaga di ajang ini,” jelasnya.

“Event ini cukup bagus untuk dilanjutkan. Dengan adanya event ini, anak-anak muda kepri bisa terhindar dari kegiatan negatif,” ungkapnya.
Selain Randy, ada satu lagi fighter asal Tanjungpinang yang berhasil merebut medali emas dalam ajang ini. Berasal dari klub Fit Core, Raja Wira Laksamana yang turun di kelas 55-60 kilogram berhasil merebut medali emas usai mengalahkan lawannya Johan dari klub Wira Boxing dengan TKO.

“Senang sekali bisa meraih medali emas di ajang ini. Akhirnya saya bisa membanggakan dan mengharumkan nama Kepri,” ujar pemuda berusia 20 tahun ini.

Seperti halnya Randy, Raja baru dua kali ikut serta dalam turnamen MMA. “Sayang, saat pertama kali turun saya belum bia berbuat banyak,” kata Raja.

“Impian saya bisa terjun di turnamen seperti UFC atau One Pride. Bagi saya, daripada berkelahi di jalanan mending membuktikan kemampuan di ring,” jelas fighter kelahiran Tanjungbalai karimun ini.

Sementara itu, Tommy Rumengan mengatakan jika turnamen ini sengaja digelar sebagai upaya mengembangkan seni beladiri. “Mengembangkan kecintaan pada seni beladiri. Tak hanya Batam, tetapi juga Kepri. Selain itu juga mengajak remaja untuk hidup sehat,” jelasnya.

“Terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya ajang ini. Ini adalah event yang sangat luar biasa. Karena tahun mendatang kami akan kembali menggelar event yang sama,” tutup Tommy. (yan)

.

.

.

Diikuti 25 Petarung Kepri dan Nasional

Aerpoetih MMA Tournament ini berjalan sukses. Dalam event ini menghadirkan 25 petarung MMA dari Batam dan nasional.
25 petarung itu terbagi dalam dua kategori. Pertama kategori tournament yang diperuntukkan bagi petarung yang memiliki berat badann 55-65 kg. Kategori ini memperebutkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. 11 petarung siap berlaga di kategori ini.

Kategori kedua adalah partai pilihan yang terbagi menjadi tujuh nomor bergengsi. Beberapa di antaranya adalah fly weight, welter, Bantan, light Weight, dan kelas bergengsi heavy weight.

Sabtu (2/12) dilaksanakan acara timbang badan, pengundian lawan, dan pemotongan tumpeng di Harbourbay Mall oleh Ketua Dewan Pembina FB Pro Kepri, Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM sebagai tanda dimulainya event ini.

Salah satu petarung putri dari Tanjungpinang, Desi Natalia, ketika itu tak sabar untuk segera bertarung dengan lawannya. “Saya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang ini,” tutur petarung yang akrab disapa dengan Oncel ini.

Bagi Oncel, turnamen ini adalah ajang positif bagi generasi muda. “Bagi saya, ikut MMA lebih baik daripada saya melakukan kegiatan negarif seperti berkelahi di jalanan,” tuturnya.

Sementara itu, dalam event ini, petarung asal Tanjungpinang berhasil menggondol piala bergilir Aerpoetih MMA Tournament.
Koordinator fighter Fit Core Tanjungpinang Saidina Ali mengaku bangga atas torehan prestasi petarung lokal Kepri dalam ajang ini. “Saya membawa empat petarung Tanjungpinang untuk berlaga dalam ajang ini. Hasilnya, kami berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perunggu,” tuturnya.

“Tak hanya itu, petarung kami Randy yang turun di partai utama nomor heavy weight berhasil merebut Piala Bergilir Aerpoetih Mix Martial Art (MMA) Tournament,” jelasnya.

Randy yang turun di nomor heavy weight berhasil mengalahkan lawannya Andi dari WTFC dengan hasil TKO di ronde pertama. Randy yang turun di partai utama berhak atas piala bergilir, medali emas, dan uang pembinaan.

“Terima kasih pada rekan-rekan yang telah membantu dan memberikan dukungan sepanjang event ini. Juga pada pimpinan saya George Santos yang memberikan motivasi dan kelonggaran waktu untuk berlatih dan mengikuti turnamen ini,” tutur Randy.

Hebatnya, ini adalah kali kedua Randy mengikuti turnament MMA, dalam kedua turnamen MMA ini Randy berhasil meraih medali emas. “Ikut pertama awal tahun 2017 di Tangerang. Saya juga berhasil meraih medali emas di tournament itu,” beber Randy.

Ia mengaku mempersiapkan diri selama tiga bulan untuk mengikuti turnamen ini. “Petarung kelas berat di Tanjungpinang berjumlah lima orang. Saya lolos seleksi di daerah baru bisa berlaga di ajang ini,” jelasnya.

“Event ini cukup bagus untuk dilanjutkan. Dengan adanya event ini, anak-anak muda kepri bisa terhindar dari kegiatan negatif,” ungkapnya.

Selain Randy, ada satu lagi fighter asal Tanjungpinang yang berhasil merebut medali emas dalam ajang ini. Berasal dari klub Fit Core, Raja Wira Laksamana yang turun di kelas 55-60 kilogram berhasil merebut medali emas usai mengalahkan lawannya Johan dari klub Wira Boxing dengan TKO.

“Senang sekali bisa meraih medali emas di ajang ini. Akhirnya saya bisa membanggakan dan mengharumkan nama Kepri,” ujar pemuda berusia 20 tahun ini.

Seperti halnya Randy, Raja baru dua kali ikut serta dalam turnamen MMA. “Sayang, saat pertama kali turun saya belum bia berbuat banyak,” kata Raja.

“Impian saya bisa terjun di turnamen seperti UFC atau One Pride. Bagi saya, daripada berkelahi di jalanan mending membuktikan kemampuan di ring,” jelas fighter kelahiran Tanjungbalai karimun ini.

Sementara itu, Tommy mengatakan jika turnamen ini sengaja digelar sebagai upaya mengembangkan seni beladiri. “Mengembangkan kecintaan pada seni beladiri. Tak hanya Batam, tetapi juga Kepri. Selain itu juga mengajak remaja untuk hidup sehat,” jelasnya.

“Terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya ajang ini. Ini adalah event tang sangat luar biasa. Karena tahun mendatang kami akan kembali menggelar event yang sama,” tutup Tommy. (yan)

.

.

.


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Adu Nyali sekaligus Raih Prestasi

Thursday 13 March 2014 | Blog

Tidak semua jenis kain bisa dipakai sebagai bahan membatik, demi hasil yang maksimal dan berkualitas. Jadi…

Wednesday 26 March 2014 | Blog

Kain batik merupakan corak yang diterapkan pada sebuah kain polos yang nantinya dapat dijadikan sebagai sarung…

Wednesday 30 April 2014 | Blog

Bagaimana Blah Draw untuk mengaplikasikan pada motif batik. Ini adalah teknik menggambar saya hanya diciptakan untuk…

Friday 6 October 2017 | Blog

Seorang pria berinisial HA (46) terpaksa diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Kapuas seusai ketahuan membawa pil setan…