Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Warga Produktif, Pandai Memanfaatkan Waktu

Nov
10
2017
by : . Posted in : Blog

Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

APA salah satu ciri khas warga Sadai yang sangat menonjol? Bisnis. Warga Sadai relatif pandai dalam berdagang. Daerah berpenduduk 30.165 jiwa ini relatif banyak menggantungkan hidupnya dengan berdagang.

Firdaus di kantor Lurah Sadai, Rabu (8/11) siang. F Suprizal Tanjung

‘’Mereka berdagang apa saja. Mulai dari sate, gado-gado, lontong, otak-otak, Rumah Makan Padang, rujak, aneka makakan trasional dan lainnya,’’ sebut Lurah Kelurahan Sadai, Firdaus didampingi Sekretaris Lurah Sadai, Anugrah Hidayat, di kantor Lurah Sadai, Rabu (8/11/2017) siang.

Dengan kondisi ini papar Firdaus, bisa dikatakan warga Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong tidak ada yang menganggur. Mereka bekerja. Kerja keras dan pandai memanfaatkan waktu. Serius. Profesional. Dan hasilnya tentu juga sangat baik bagi perekonomian warga. Semua ini didukung 100 Ketua RT, 22 Ketua RW, dan tokoh masyarakat.

Pada bulan Ramadan (puasa, red), sebut Firdaus, banyak warga Sadai yang menjual aneka makanan di daerah tersebut. Tepatnya di pasar-pasar yang ada. Pembelinya dari Sadai, se Kecamatan Bengkong, Tanjungsengkuang, Jodoh, Batam Kota, dan lainnya. Kehadiran pembeli tadi ada target lainnya. Mereka berbelanja makanan berbuka sekaligus jalan-jalan, cuci mata, mengendorkan pikiran sehabis bekerja, dan lainnya.

‘’Untuk soal berdagang, saya acungkan jempol. Warga kita adalah penduduk yang kreatif. Pandai memanjakan selera masyarakat Sadai dan masyarakat lainnya dalam hal makanan dan minuman.’’ papar Firdaus yang menggratiskan seluruh pelayanan kepada masyarakat.

Apa hanya produktif di bidang makanan? Tidak juga. Usaha lain pun digeluti warga. Misalnya kerajinan tangan, las, foto copy dan lainnya.

Terkait pembangunan kata Firdaus, secara umum, pembangunan di daerah ini sudah relatif elok. Jalan, rumah, dan lainnya banyak yang permaneh. Hampir semua jalan di daerah ini sudah disemen. Melalui dana Percepatan Infrastruktur Kecamatan (PIK) senilai Rp 1,1 miliar, telah dilakukan pembangunan jalan (semenisasi) dan juga drainases. Ada 12 titik pembangunan yang dilakukan pihak Kelurahan Sadai bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Ketua RT, Ketua RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan juga ibu-ibu.

Kenapa ibu-ibu? Ibu-ibu ikut mendukung program pemerintah (semenisasi dan drainase, red) dalam bentuk memberikan minuman dan makanan untuk pekerja dan masyarakat yang sedang melakukan pembangunan. Kehadiran buah tangan ibu-ibu tadi, jelas sangat membantu meramaikan sekaligus memberi semangat mereka yang bekerja.

Terkait faktor kesehatan sebut Firdaus, saat ini sudah ada 16 unit pos pelayanan terpadu (posyandu). Lalu bagaimana dengan puskesmas? Ini yang juga menjadi masalah. Kini, puluhan ribu warga Sadai masih berobat ke puskesmas di Seipanas. Artinya, Sadai masih menumpang dengan Seipanas.

Puskesmas di Seipanas, memang tidak terlalu jauh.Tidak sampai 30 menit, warga sudah berada di puseksmas tersebut. Itu bagi warga yang jaraknya relatif dekat. Tidak semua warga Sadai, lokasinya dengan puskesmas tadi. Ada juga yang relatif jauh. Kalau mereka membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan maksimal, tentu jarak yang relatif jauh akan berpengaruh terhadap kesehatan warga.

‘’Untuk pendirian Puskesmas ini, kita minta kepada Pak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak terkait untuk membantu dan mencarikan solusi kami bagaimana cara agar Puskesmas bisa didirikan di daerah ini,’’ ujar Firdaus.

Pendidikan juga menjadi faktor utama yang tidak bisa ditinggalkan. Di daerah ini telah ada ada satu unit SDN dan satu unit SD swasta. Satu unit SMPN, dan satu unit SMP swasta. Satu unit SMAN, dan satu unit SMA swasta. Anak-anak tidak perlu lagi sekolah jauh-jauh ke kelurahan lain untuk mendapatkan pendidikan. Cukup? Tentu saja tidak. Kalau memang memungkinkan, Firdaus mengatakan, bersama pihak RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, mereka siap dan sangat bersyukur bila dibangun lagi SD, SMP, dan SMA di daerah ini. Banyak sekolah tentu hasilnya akan sangat baik bagi output pendidikan.

Menjawab tentang tempat ibadah. Sekretaris Lurah Sadai, Anugrah Hidayat menyebutkan, mereka memiliki sebelas unit masjid, dan lima gereja. Hampir semua suku ada di daeah ini, mulai dari Melayu, Minang, Jawa, Sunda, Batak dan lainnya. Suku beragam, agama pun berbeda-beda. Pilosifi dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, sangat terpatri di dalam hati dan pikiran warga Sadai. Bisa dikatakan. Hampir tidak ada konflik agama, suku didaerah ini. Mereka memiliki kesadaran tentang pentingnya keamanan, untuk meraih keberhasilan di bidang ekonomi, social, budaya, agama, politik, dan lain sebagainya. Perbedaan agama, suku, dan lainnya bukanlah menjadi sebab warga tidak produktif. Warga sangat menjujung tinggi salah satu pilar bangsa, Bhineka Tunggal Ika. ***

.

Firdaus: Kalau Banjir, Kasihan Warga

DI balik suksesnya pembangunan di daerah ini, ada satu kendala, yaitu banjir. Banjir walau tidak semua wilayah Sadai, jelas sangat mengganggu.

Buktinya, banjir terjadi di Bengkong Swadebi, Rabu (8/11/2017) pagi. Ada sekitar 30 rumah yang lantainya tergenang air. Kondisi ini jelas memprihatinkan.

‘’Saya langsung datang, memeriksa dan berdialog dengan tokoh masyarakat terkait banjir ini. Kalau ada kejadian seperti ini, kasihan warga,’’ sebut Lurah Kelurahan Sadai, Firdaus didampingi Sekretaris Lurah Sadai, Anugrah Hidayat, di kantor Lurah Sadai, Rabu (8/11/2017) siang.

Diakui Firdaus, banjir ini selain fakor alam, juga ditambah dengan kurang baiknya pola pikir sebagian masyarakat. Ada masyarakat yang membiarkan sampah berserakan, masuk ke gorong-gorong. Gorong-gorong menjadi terisi, penuh, dan terjadi penyumbatan. Ketika hujan datang, air tidak mengalir dengan baik. Air meluap. Jadilah lingkungan warga yang tergenang.

Kondisi ini sebut Firdaus, perlu menjadi perhatian 100 Ketua RT, 22 Ketua RW, tokoh masyarakat. Jangan jadikan lingkungan sebagai tempat pembuangan sampah. Bila pola pikir kurang baik, banjir bisa terjadi di RT dan RW manapun.

Pascabanjir ini, dia akan berkoordinasi denan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengeruk, membersihkan, atau melakukan perbaikan gorong-gorong agar tidak tersumbat lagi. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Warga Produktif, Pandai Memanfaatkan Waktu

Tuesday 1 April 2014 | Blog

Friday 29 September 2017 | Blog

Selama Tahun 2017 ini, Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas belum pernah sekalipun melaksanakan razia ilegal fishing, Hal…

Saturday 19 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Kodim 1011/Kuala Kapuas menggelar gerakan 171717 dengan berdoa bersama di Masjid…

Sunday 23 August 2015 | Blog

Pengguna pembaca layar, klik di sini untuk mematikan Google Instan. × Sering ke sini, ya? Jadikan…