Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Seni Cempaka, Menghibur Orang  Banyak dan Melestarikan Budaya

Nov
18
2017
by : . Posted in : Blog

Kisah Inspiratif warga Batam: Sulyati

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

MENARI termasuk kerampilan. Pekerjaannya ringan. Menggerakkan badan. Meramaikan satu acara. Menghibur orang ramai. Melestarikan budaya nusantara. Hasilnya lebih dari Rp 15 juta perbulan.

Sulyati di Sekolah Darul Ihsan, Tanjung Sengkuang, Sabtu (28/10/2017). F Suprizal Tanjung

Darah seni mengalir kuat dalam jiwa dan pandangan Ketua Yayasan Seni Cempaka Darul Ihsan, Sulyati. Seni Cempaka adalah sanggar tari cukup terkenal di wilayah Tanjungsengkuang, Batuampar, bahkan Kota Batam.

Dulu Seni Cempaka ini tidaklah sebesar dan terkenal seperti sekarang. Sanggar  ini awalnya didirikan dan dibangun kakaknya Sulyati, Kamariah tahun 1993  lalu. Muridnya hanya belasan orang. Ketika itu, Sulhati masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dalam usia anak-anak, tiap hari anak keempat dari lima saudara  ini melihat Kamariah melatih murid-murid Seni Cempaka.

‘’Saya suka dengan tari-tarian. Melihat  kakak melatih, jadi semakin suka. Badan bergerak-gerak. Lentur. Tubuh berkeringat, dan itu tentu sangat sehat,’’ papar Sulyati di Sekolah Darul Ihsan, Tanjungsengkuang, Selasa (14/11/2017).

Kecintaan Sulyati kepada seni tari  itu tidak luput dari perhatian Kamariah. Sang kakak melihat minat Sulyati kepada tari cukup tinggi. Sulyati muda ikut diajak menari, dan mengikuti berbagai pertunjukkan.

Istri dari Massiara Alia SE yang kini mengajar sebagai guru di Madrasah Ibtidaiyah (SD, red) Sekolah Darul Ihsan  itu melanjutkan, tahun 1993-an itu, panggilan menari kepada murid-murid Seni Cempaka belum  begitu banyak. Tahun 1998, Sulyati tamat dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ibnu Sina. Masa-masa itulah, dia mulai ikut mengelola seni tari. Karena serius dan ada bakat memimpin, Sulyati pun diberi kesempatan lebih  untuk berkreasi dan mengelola manajemen sanggar.

Perempuan kelahiran 10 Maret 1979 ini melanjutkan, masuk tahun 2000, dia diberikan kepercayaan oleh Kamariah (kakaknya, red), untuk memimpin belasan murid-murid Seni Cempaka.  Ini tentu saja menggembirakan. Mulailah, bakat seni dan bakat memimpin Sulyati berjalan secara mandiri.

Sebagai pemimpin, dia tidak lagi bisa fokus menari. Agar sanggar ini tetap eksis, maka dia memompa semangat murid-murid Seni Cempaka untuk lebih cinta dan fokus belajar. Kepada murid disebutkan, belajar pendidikan umum, belajar agama sangat penting. Bersamaan dengan itu, murid-murid harus pula membekali diri dengan keterampilan. Salah satunya tari. Banyak contoh.  Dengan menguasai tari, seseorang bisa mendapatkan penghasilan. Bisa membuat sanggar tari. Diundang Wali Kota, Bupati, Gubernur, Presiden, bahkan bisa pergi ke luar negeri untuk mengenalkan dan mempromosikan tari-tarian nusantara kepada bangsa dan negara lain.

Murid di sanggar ini sekaligus siswa-siswi pilihan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ihsan, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Ihsan, Madrasah Aliyah (MA) Darul Ihsan. Waktu belajar dua kali dalam satu minggu dimaksimalkan. Itu dirasa sudah cukup untuk menguasai beberapa tarian seperti dari Makassar, Melayu, Minang, Jawa, Aceh dan lainnya.

Tari-tarian yang dibawakan murid-murid Seni Cempaka terus dikenal masyarakat sekitar Tanjungsengkuang, Batuampar, bahkan se Kota Batam. Panggilan demi panggilan untuk tampil terus berdatangan. Murid yang awalnya hanya belasan orang, kini sudah bertambah menjadi 40 murid. Mereka siap kapanpun dipanggil untuk tampil. Dengan catatan. Jadwal menari tidak boleh tabrakan dengan jam belajar di Darul Ihsan.

‘’Alhamdulillah. Kini kita punya langganan tetap. Yang pasti warga Tanjungsengkuang, dan Batuampar  umumnya,’’ sebut Sulyati.

Berapa penghasilan dari tarian yang dibawakan empat sampai sepuluh murid tersebut? Awalnya, Sulyati enggan menyebutkan. Setelah ‘’didesak’’, dia mengaku setiap kali tampil dibayar Rp1 juta sampai Rp 3 juta, bahkan lebih. Dalam satu bulan bisa sampai lima kali tampil, bahkan lebih. Artinya, murid-murid bisa menghasilkan uang lebih dari Rp Rp 15 jutaan. Relatif besar. Semakin banyak orang menikah, pesta, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar acara, penghasilan tentu semakin besar pula. Praktis, setiap bulan sanggar  ini selalu tampil.

Honor tadi lantas dibagi untuk murid-murid, biaya operasional Seni Cempaka. Dari penghasilan itu, mereka sudah memiliki banyak pakaian menari terbaik. Pakaian itu hanya dipakai untuk tampil di acara yang sebenarnya.

Umumnya, pelanggan Seni Cempaka adalah warga kebanyakan yang menggelar pesta pernikahan. Ada juga pihak perhotelan, bahkan partai. Pada saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif, Pemilihan Wali Kota (Pilwako), Pemilihan Gubernur (Pilgub), banyak permintaan untuk manggung dari politisi. Mana yang lebih besar haril menari saat pesta pernikahan atau di hadapan pengurus partai? Semua tergantung dari jumlah tarian yang dibawa, serta jumlah murid yang tampil. Makin banyak tari dan murid yang tampil, semakin banyak pula honor yang diterima.

Sampai kapan Sulyati mengelola Seni Cempaka? Menurut Sulyati dia tidak akan berhenti. Sampai tua dia akan tetap mengelolanya. Mungkin nanti, kalau badan sudah tidak berdaya lagi, keterampilan ini bisa diwariskan kepada tiga anaknya. Menari tidak boleh dipandang enteng. Orang terhibur, uang pun dapat. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Seni Cempaka, Menghibur Orang  Banyak dan Melestarikan Budaya

Thursday 10 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Bersama Lurah Jodoh Pasang 1.000 Bendera SUPRIZAL TANJUNG, Batam KELUARGA besar Kelurahan Jodoh memasang 1.000 bendera…

Sunday 18 December 2016 | Blog

PROFILE Cecep CDS Nama                        : Cecep Dadi Setiadi S.Pd Nama Panggilan       : Cecep CDS Tempat Tgl…

Sunday 30 March 2014 | Blog

Adalah BATIK CUWIRI dengan Zat Warna alam Soga Alam mempunyai Kegunaan   Sebagai  Semek’an  dan Kemben wanita.…

Thursday 9 November 2017 | Blog

Operasi Zebra Telabang di wilayah hukum Polres Kapuas, sampai hari ini, Selasa (7/11/2017) menilang 222 berbagai…