Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Modal Kepercayaan, Jual Beli Mobil sejak Kuliah

Nov
23
2017
by : . Posted in : Blog

Kisah Inspiratif Warga Batam: Muhammad Tommy Arby Rumengan SE

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KULIAH sambal kerja. Pendidikan dijalani, uang pun dapat. Mudah disebut, namun cukup sulit diwujudkan. Lewat kerja keras dan kepercayaan, pendapatan lebih dari Rp 20 juta sampai Rp 50 juta sebulan didapat.

Sejak tahun 2014, Muhammad Tommy Arby Rumengan SE tinggal dan kuliah Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Binus, Jakarta. Tinggal jauh dari orang tua, tentu beda dengan tinggal satu rumah dengan orang tua. Segala suka dan duka dilalui Tommy.

Muhammad Tommy Arby Rumengan SE di Bintang Kopi, Batam Kota, Batam, Selasa (14/11/2017). F Suprizal Tanjung

Di kota yan tegas dan keras tersebut, Tommy banyak berkawan dengan orang dari segala lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan bawah, sampai kalangan pegusaha, model, dan artis.

Bagi Tommy, pergaulan tersebut adalah modal. Modal untuk mengembangkan diri. Modal untuk berusaha. Bagaimana mungkin pergaulan bisa menjadi modal. Memang agak sedikit aneh. Tapi itulah yang dilakukan lelaki berkacamata ini.

‘’Ketika itu saya banyak berkawan dengan sesama kawan di kampus yang mempunyai mobil,’’ papar Tommy, Selasa (21/11/2017).

Mereka butuh mobil. Sedangkan kawan Tommy yang berada di luar kampus ada yang memiliki beberapa mobil. Terpakai. Kadang juga hanya dipajang di rumah. Mereka ingin menjual. Sayang belum bertemu orang yang cocok.

Hubungan baik, saling bercerita, dan saling mempercayai menjadikan Tommy mencoba menjual mobil kawan-kawannya kepada sesama kawan di kampus. Mobil itu juga dijual kepada para pengusaha, artis, model di Jakarta.

Tommy mengakui. Menjual mobil di tengah belantara kota Jakarta yang serba cepat dan penuh kompetisi itu tidak mudah. Mobil terjual hanya satu dua. Keuntungan tidak banyak. Mobil yang dijual dengan harga dibawah Rp 80 juta. Keuntungannya lumayan untuk ukuran kantong mahasiwa.

Walau keuntungan tidak begitu besar. Tommy yang hobi dan mengerti otomotif itu terus mengembangkan peluang bisnis ini. Tak sampai satu tahun. Kepercayaan orang banyak kepada show room-nya semakin bertambah. Biasanya, mobil terjual hanya satu unit dalam dua bulan. Kini, bisa terjual 2-3 unit per bulan. Harga jual mobilnya tidak lagi Rp 80 jutaan. Sudah naik menjadi lebih dari Rp 100 jutaan. Berapa keuntunganyang diperolehnya dari usaha menjual mobil?

Tidak berhenti sampai di situ. Dengan keuntungan sebagai perantara dan penjual mobil, Tommy yang hobi olahraga tinju itu merambah usaha cetak buku dan lainnya dengan nama Riau Printing di tahun yang sama. Pada Minggu (12/11/2017) bertempat di Ruko Kawasan Universitas Batam (Uniba) Nomor 5, Batamkota, Batam, TAR Photo Studio milik Tommy, diresmikan (grand launching, red) oleh Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam, Pror Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM.

Grand launching TAR Photo Studio ini dihadiri sanak saudara, kawan-kawan, civitas akademika Universitas Batam (Uniba), birokrat, politisi, tokoh agama Batam, dan tokoh masyarakat.

Pada saat itu, ikut memberikan dukungan dalam bentuk doa dan mengirimkan karangan bunga. Mereka adalah birokrat, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tingkat Batam, Kepri, bahkan nasional. Beberapa di antaranya adalah Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kamar Dagang dan Industri, Rosan P Roeslani, Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Sumatera Barat, Gusti Hosen MSc.

Dukungan juga datang dari Kepala BP2RD Kepri, H Fathurahman SE, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Embung Fatimah, dr Didik Kusmarjadi, Wadir Yanmedik RSUD Embung Fatimah, Dr drg Sri Rupiati MSi dan lainnya.

Juga ikut memberikan dukungan, pengusaha Minang Batam, Arman Syarief, Tammy Arby Rumengan SE, Panglima Gagak Hitam, Arba Udin (Udin Pelor) bersama pengurus Gagak Hitam, Amelia Clarissa MSc (istri Tommy, red), Tyron Ayden Rumengan (anak Tommy, red), Harley Is Batam, serta Harley Sposter Batam.

Untuk informasi lebih lanjut tentang TAR Photo Studio bisa didapat, dilihat di instagram: TARPHOTOSTUDIO, http://www.tarphotostudio.com. Jam kerja mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB setiap hari.

Pengelola sekaligus pemilik TAR Photo Studio, Muhammad Tommy Arby Rumengan SE menyebutkan, kehadiran TAR Photo Studio adalah bentuk kepedulian generasi muda terhadap dunia wisata, dunia fotografi. Studio foto yang dikelola anak muda kreatif, penuh semangat, dan banyak inovasi ini mengusung konsep siap membawa warna baru untuk dunia foto di Batam.

Dewasa ini, ada beberapa warga Batam yang lebih mempercayakan proses pemotretan, cetak foto, seting foto kepada fotografer dari luar negeri. Kenapa ini harus terjadi. Tidak mampukah anak bangsa ini berbuat lebih untuk mengisi kemerdekan, mengisi berbagai sektor pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini? Semua bisa dilakukan anak bangsa.

Sifat lebih mempercayakan bangsa lain tidak lebih dari pada gengsi berlebihan. Lebih percaya kepada karya bangsa lain, daripada bangsa sendiri. Padahal, kualitas, hasil cetak, seting foto, tata ruang, dan proses pra-foto dan pasca~foto yang dilakukan oleh bangsa sendiri, tidak kalah kalah.

‘’Malah saya melihat. Potensi, kecermatan, kecepatan, dan kualitas hasil fotografer kita (generasi muda Indonesia) di atas rata-rata. Kalau boleh memberikan kredit. Nilainya mencapai 8 sampai 9. Poin ini diakui banyak pihak. Terutama, orang yang mengerti dunia fotografi,’’ papar lelaki muda yang hobi berbisnis sejak kuliah dulu.

Alumnus Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Binus itu melanjutkan, dunia fotografi sangat disukai banyak orang. Fotografi tidak mengenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua pun menyukai fotografi. Siapa yang tidak ingin wajahnya difoto, dicetak, dan dibingkai dalam frame kayu/ plastik dan ditutup dengan kaca terang dan bening. Fotografer yang pandai mengambil sudut menarik lokasi foto. Semua itu disempurkan dengan hasil cetak yang baik. Menjadikan foto seseorang tahan puluhan tahun. Siapa yang tidak senang?

Di TAR Photo Studio kata lelaki kelahiran Jakarta 2 Agustus ini, disediakan dua tempat untuk pemotretan. Lantai pertama, dan lantai dua. Mereka menyediakan dua konsep pemotretan. Pertama konsep minimalis (sederhana, red). Kedua, konsep industri, oriental, dan indiana. Konsep minimalis, serta konsep konsep industri, oriental, dan indiana tersebut lebih disukai. Dua konsep ini sedang trend di tengah masyarakat Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan kota-kota besar nusantara lainnya.

Tommy yang juga sebagai Panglima Taruna Gagak Hitam itu mengakui, pandangan masyarakat sekarang tentang dunia foto, tidak lagi terfokus kepada konsep pemotretan bergaya tradisional. Tradisional, biasanya ada balon, pohon, batu-batu dan lainnya. Kini orang-orang lebih condong kepada pemotretan dengan nuansa putih, lebar, lepas, dan teduh.

Soal harga, TAR Photo Studio masih memberikan servis maksimal dengan harga relatif murah. Ditangani empat karyawan, masyarakat bisa mengabadikan wajah, pre-wedding and wedding package, single photo, wisuda, nikah, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT), khitanan (sunat), soft opening, grand launching perusahaan, dan lain sebagainya.

Bila masyarakat, pengusaha, birokrat, politisi yang ada waktu, bisa mengabadikan momen spesial mereka dengan datang ke TAR Photo Studio. Bila tidak memungkinkan, fotografer TAR Photo Studio bisa diundang datang ke tempat yang diinginkan pelanggan dan calon pelanggan. Untuk hal ini, ada sedikit biaya, karena proses pemotretan dilakukan di luar gedung TAR Photo Studio.

Orang datang hanya datang untuk difoto oleh fotografer TAR Photo Studio? Tidak lebih dari itu? Untuk hal ini, manajemen TAR Photo Studio tidaklah kaku. Mereka memberikan kesempatan kepada kalangan muda, masyarakat Batam untuk menggunakan dan atau menyewa peralatan foto di TAR Photo Studio.

‘’Jika sudah familiar dan mampu menggunakan perlatan photografi di TAR Photo Studio silakan saja,’’ sebut Tommy.

Bila belum terbiasa, awam dengan peralatan foto, TAR Photo Studio memberikan kepada siapapun untuk menyewa peralatan foto serta menyediakan fotografer mereka.

Lalu, apa tujuan lain kehadiran TAR Photo Studio di Batam? Tommy mengakui. Selain faktor profit, mereka juga ingin agar kehadiran TAR Photo Studio ikut mengangkat kunjungan wisatawan ke Batam. Jujur saja, dunia photo me-moto sangat digemari. Orang betah berlama-lama di satu tempat untuk memoto kegiatan, wajah, serta aktivitas mereka.

Dunia foto memoto, mempunyai multiplier effect (berbagai dampak, red) terutama di bidang ekonomi. Paling utama adalah terbukanya lapangan kerja bagi anak-anak tempatan. Anak-anak muda bisa memanfaatkan TAR Photo Studio untuk mengekspresikan potensi mereka, mengabadikan wajah, kegiatan mereka dalam satu foto cantik dan tahan lama. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terangkat dengan kehadiran TAR Photo Studio.

Bagi manajemen TAR Photo Studio, ke depan mereka ingin lahir satu konsep di dalam pikiran masyarakat bahwa, jika ingin mendapatkan foto dengan sisi menarik, elegant, berkelas, maka tempat paling tepat adalah di TAR Photo Studio. Tempat berfoto relatif murah, profesional, dikerjakan anak-anak tempatan, dan sangat bersahabat. Bersahabat dalam harga (relartif murah, red), dan bersahabat sebelum dan sesuadah pemotratan. Banyak yang ingin disampaikan Tommy tentang fasilitas dan keandalan fotografer-nya.

‘’Datang saja langsung, dan buktikan langsng hasil kerja fotografer TAR Photo Studio,’’ ujar Tommy santai tapi meyakinkan. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Modal Kepercayaan, Jual Beli Mobil sejak Kuliah

Friday 25 April 2014 | Blog

Situs Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia dan penggunanya disebut dengan…

Wednesday 23 April 2014 | Blog

SEBUAH KAJIAN BATIK MAJAPAHIT ERA SEKARANG DI WILAYAH MOJOKERTO DENGAN PENDEKATAN ETNOGRAFI OLEH NIKEN WIJAYA –…

Thursday 28 September 2017 | Blog

SEKAR KEDATON, sangatlah sesuai dengan wujudnya yang memang anggun. Itulah Agista Ariani Ali Mazi yang punya…

Saturday 8 July 2017 | Blog, Diklat

Masalah-masalah pemasaran tidak ada habisnya. Demikian terjadi karena pasar dan perilaku pelanggan bergerak dinamis. Para pemain…