Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

700 Siswa Unjuk Kemampuan

Nov
27
2017
by : . Posted in : Blog

Sultan Agung Batam (SAB) Cup III – 2017

BAKAT terpendam kalau tidak disalurkan tidak akan menghasilkan manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Manajemen Sekolah Sultan Agung Batam – National Plus School, sangat menyadari
hal tersebut.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Disadari atau tidak, anak Taman Kanak Kanak (TK), siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat banyak memiliki bakat terpendam. Kadang mereka bersenandung. Ada juga yang suka mencoret-coret dinding. Bergaya di depan kaca bukan hal aneh.

Sekolah Sultan Agung di Taman Raya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Sabtu (29/9/2013). F Suprizal Tanjung

‘’Sebenarnya semua itu adalah potensi. Mereka memiliki kemampuan diri,’’ sebut Kepala Sekolah SD dan SMP Sultan Agung Batam – National Plus School, Saiful Nashri, ST di sekolah ini di Taman Raya, Tahap I, Batam Kota, Batam, Sabtu (18/11/2017).

Alumnus jurusan Mesin, fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu menambahkan, melihat kondisi tersebut, dan berdasarkan masukan dari orang tua wali murid, pengurus komite Sekolah SAB, mereka menggelar SAB Cup III 2017. Kegiatan ini digelar Kamis (16/11) sampai Senin (20/11/2017).

Kegiatan olah bakat dan kemampuan diri ini diikuti sekitar 700 peserta, mereka berasal dari anak-anak tingkat Taman Kanak (TK), siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya, panitia menargetkan kegiatan ini diikuti anak dan siswa siswi dari wilayah Batamkota dan sekitarnya saja.

Adapun kegiatan yang dilombakan yaitu, futsal, bola volly, tennis meja, catur, fashion show (peragaan busana), mewarnai, menggambar, baca puisi, cipta cerpen, spelling bee, singing (menyanyi), story telling (bahasa Inggris dan Mandarin), speech contest, Olimpiade Matematika, Olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta lomba cerdas – cermat.

Khusus anak Taman Kanak-Kanak (TK), mereka mengikuti lomba mewarnai, kolase (menyusun pola menggunakan biji-bijian, red), serta mewarnai ibu dan anak. Kok mewarnai ibu dan anak? Dalam lomba ini, ibu dan anak, sama-sama menggambar. Lucu. Unik. Bagaimana tidak. Ibu dan anak kadang berdebat, warna apa yang cocok untuk satu gambar. Anak kadang keluar egonya. Walaupun warna kurang cocok, mereka tetap menggunakan warna kesukaannya. Ada juga ibu yang mencoba menghasilkan warna terbaik. Tapi salah dalam memilik bahan. Tentu saja ini jadi lucu dan menarik. Tidak sedikit pula, anak dan ibunya bisa menghasilkan warna yang cocok dan elok.

Prediksi awal kata Saiful, pesertanya kurang dari 500. Pada hari terakhir pendaftaran, peserta membludak. Mencapai 700 orang. Hal cukup menggembirakan panitia, peserta bukan saja datang dari wilayah Batamkota seperti perkiraan awal. Peserta juga datang dari Kecamatan Sagulung, Kecamatan Bengkong, Kecamatan Batuampar, dan Kecamatan Nongsa.

Generasi muda Batam tersebut lanjut lelaki kelahiran Aceh, 27 Juni 1972 itu, banyak peserta datang diantar orang tua, wali. Kakak dan adik peserta ikut meramaikan penampilan acara.

Saat lomba digelar, musik lembut mengalun mengiringi kegembiraan peserta, orang tua, wali, serta keluarga yang datang setiap hari dalam lomba tersebut. Untuk konsumsi, peserta tidak perlu khawatir. Di depan SAB Batam, tersedia aneka makanan dan minuman murah meriah dan enak untuk mengganjal perut.

Saiful melanjutkan, SAB Cup III 2017 ini adalah event tambahan untuk menampung bakat, dan menyalurkan segala potensi anak didik pada kegiatan positif. Bila mengandalkan event yang digelar pemerintah Kota (Pemko) Batam, hasilnya belumlah maksimal. Sebab, Pemko Batam hanya mengggelar Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP/MTs sekali dalam setahun. Acara sekali setahun itu, nampaknya tidaklah cukup. Kegiatan seperti itu perlu ditambah, diperbanyak. Masalahnya, tidak semua sekolah mempunyai waktu dan kesiapan dalam menggelar kegiatan seperti SAB Cup.

‘’Alhamdulillah. Jujur saja, kita sangat beruntung dan berterima kasih kepada panitia di bawah koordinasi Rima Soelistiari, S.Pd / Denni, S.Pd, Kepala TK, Imelda Yessi SH, guru, staf, pihak Yayasan Sultan Agung Batam, komite sekolah, para sponsor yang kompak dan mau menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan dana untuk menyehatkan jiwa, raga, dan mengembangkan kemampuan anak-anak kita melalui SAB Cup ini,’’ sebut Saiful yang istrinya bekerja sebagai dokter di Puskesmas Kabil.

Saiful menyebutkan, melalui event ini, menunjukkan bahwa Sekolah Sultn Agung tidak hanya fokus dengan pendidikan akademik level di sekolah semata. Mereka juga sangat peduli dengan pendidikan mental, menampung bakat, serta menyalurkan bakat-bakat terpendam siswa-siswi Sekolah Sultan Agung, dan juga siswa-siswi di kota Batam.

Lewat SAB Cup III ini papar Saiful, sekolah telah membina karakter siswa-siswi. Terutama sekali memupuk jiwa kepemimpinan, menumbuhkan semangat kerja sama, dan mengasah kemandirian siswa siswi dalam bekerja, belajar, atau tampil di hadapan orang banyak. Itu semua sebagai bekal hidup di tengah masyarakat.

Hal ini lanjut Saiful, sangat penting. Karena dengan jiwa dan karakter yang baik dan kuat, siswa siswi nantinya akan menjadi manusia yang bisa bekerja sama, peduli dan mau membantu orang lain. Siswa siswi yang ikut SAB Cup, serta lomba itu kiranya bisa membagi pengalaman, wawasan, semangat, dan keberanian kepada kawan-kawan lainnya.
Manfaat lain dari kegiatan ini adalah belajar menjadi pemimpin bagi kawan-kawannya, maupun menjadi orang yang dipimpim.Semuanya membutuhkan kesabaran, keseriusan, dan semangat untuk berhasil.

Kenapa event ini harus dilakukan di SAB? Menurut Saiful pertanyaan ini cukup banyak diajukan para guru, serta orang tua murid, dan wali murid. Sekolah ini dipilih sebagai satu alternatif positif. Kenapa? Kalau event ini digelar di mal, tentu akan mengeluarkan biaya. Kalau biaya acara besar. Biasanya, peserta ikut menanggung (membayar) biaya sewa gedung (lokasi acara). Dengan menggelar di Sekolah Sultan Agung. Panitia telah bisa menghemat biaya sampai belasan juta. Biaya tertsebut, sangat besar manfaatnya bila digunakan untuk peningkatan kualitas lomba, meningkatkan kualitas berbagai peralatan lomba, serta menyiapkan panitia yang siap dan sungguh-sungguh melayani siswa-siswi saat berlomba.

Kehadiran orang tua, wali, serta kakak adik, kata Saiful, akan menimbulkan perasaan lain. Perasaan lebih percaya diri. Maklum anak-anak. Begitu ada orang-orang kesayangan mereka di sekitar acara, keberanian mereka jadi meningkat. Tidak ada lagi rasa ragu, takut, khawatir. Mereka semakin berani. Pengalaman mereka jadi bertambah. Sikap peserta ini sangat menggembirakan keluarga mereka.

Terkait dengan pengalaman siswa kata Saiful, Sekolah SAB menambah pengalaman anak didiknya dengan mengunjungi kantor-kantor pemerintah, baik sipil, militer, maupun polisi. Beberapa tempat yang pernah dikunjungi adalah Polda Kepri, kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Polisi Air Polda Kepri, TNI AL (Marinir) di Barelang, Balai Budi Daya dan Benih Ikan Barelang, BMG Bandara Hang Nadim, dan lainnya.

Kenapa kantor-kantor pemerintah, militer, harus didatangi? Saiful mengakui pendidikan itu luas. Tidak sebatas pendidikan di sekolah saja. Siswa-siswi harus tahu apa itu Marinir, apa ruang lingkup pekerjaan Marinir, dan lainnya. Ini sangat penting sebagai bekal untuk menambah siswa-siswi dalam belajar.

Seperti penampilan di SAB Cup tadi, siswa-siswa juga diajar untuk berani. Berani berhadapan (bertemu) dengan orang yang tidak dikenal. Berani berkomunikasi dan cinta dengan BNN, TNI, Polisi, dan lainnya.

‘’Insya Allah, kita tidak berhenti menampung bakat siswa-siswi dan menyalurkan bakat-bakat mereka,’’ papar Saiful.
Target lain yang ingin dicapai dari SAB Cup dan mengunjungi kantor pemerintah, BNN, TNI, Polisi, dan lainnya itu adalah, siswa-siswi termotivasi bekerja di lembaga yang mereka datangi tersebut. ***

Didik Kemandirian Siswa lewat Perjusa

Untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi, Sultan Agung mengadakan program Perkemahan Jumat dan Sabtu (Perjusa). Perjusa yang cukup sukses adalah Jumat-Sabtu (27-28/10) lalu.

Saiful menyebutkan, Perjusa itu diikuti ratusan anak didik mulai dari kelas 1- 6 Sekolah Dasar (SD), dan kelas 7, 8, dan 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Khusus untuk anak kls 1 SD, Perjusa dimulai hari Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB.
Sedangkan untuk siswa kelas 2 – 6 SD dan kelas 7, 8, dan 9 SMP, mengikuti Perjusa secara normal. Siswa tersebut benar-benar mengikuti Perjusa secara penuh. Saat malam tiba, semua siswa menginap di tenda masing-masing kecuali kelas 2 SD menginap di dalam kelas sebagai latihan. Perjusa mempunyai tujuan sangat besar bagi pengembangan intelektual dan wawasan anak didik.

‘’Di Perjusa ini, kita ingin mencetak anak didik yang mandiri, bisa bekerja sama, memupuk leadership (kepemimpinan, red), dan akhlak mulia,’’ sebut Saiful.

Perjusa ini menjadi salah satu program unggulan Sultan Agung. Perjusa adalah program sederhana, murah, namun sangat besar dampaknya untuk mencetak generasi muda yang punya wawasan luas. Sultan Agung tidak hanya mencetak generasi pintar secara intelektual, namun kepribadian, moral, dan kepempinan anak didik juga menjadi bagian penting yang harus ditingkatkan dan disiapkan dari sekarang. Salah satunya didapat dari Perjusa.

Disebutkan Saiful, Sultan Agung adalah lembaga pendidikan formal yang terbuka untuk semua umat beragama. Sultan Agung mencintai keberagaman baik dari sisi agama, suku, dan golongan.

‘’Alhamdulillah, lewat kebersamaan, dukungan, dan doa dari masyarakat luas, Sultan Agung makin dikenal, dan diminati masyarakat. Insya Allah, kita akan konsisten meningkatkan intelektual, moral dan leadership generasi muda di Negeri Melayu ini,’’ papar Saiful.

Disebutkan Saiful, Sultan Agung mengadopsi kurikulum nasional dan internasional. Sekolah ini memiliki beberapa program andal lainnya seperti Go Green, menanam pohon di lingkungan sekolah. Hasil nyata dari program yang dikerjakan siswa-siswi, guru dan staf Sultan Agung tersebut yaitu semakin hijaunya kiri dan kanan jalan utama di sekitar sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Kini, Sultan Agung sedang menyiapkan program lanjutan dengan mengajak kerja sama instansi terkait untuk menanam pohon pelindung lainnya. Salah satu lembaga yang dibidik adalah Kebun Bibit Rakyat (KBR), Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemko Batam atau dinas terkait lainnya.

Secara akademik, Sultan Agung terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengup grade potensi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta iman dan takwa (Imtak) para siswanya. Misalnya dengan program peternakan/ perkebunan untuk melatih pem-belajaran sains (IPA). Kunjungan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana konsep IPA bekerja. Lalu ada ektrakurikuler berupa marching band, futsal, karate, Dance Club, English Club, Science Club, Mathematics Club, Quran Club, Religion Club, Calistung, dan lainnya. (sta)


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya 700 Siswa Unjuk Kemampuan

Saturday 4 November 2017 | Blog

Satu lagi, seorang pengedar zenith di Kota Kapuas tertangkap. Pelaku berinisial YU alias BUM (31) yang…

Thursday 5 October 2017 | Blog

Proyek tahun jamak (multiyears) pengerjaan jalan dan jembatan di ruas Jalan Anjir Sarapat Km 1 menuju…

Sunday 11 December 2016 | Blog

Nenggol.com – Pegawai Negeri merupakan setiap rakyat negara Republik Indonesia yg sudah memenuhi syarat yg ditentukan,…

Tuesday 22 April 2014 | Blog

Paisley terutama populer selama Summer of Love sangat identik dengan gaya psychedelic dan kepentingan dalam spiritualitas…