Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi

Oct
10
2017
by : . Posted in : Blog

Kisah Inspiratif Warga Batam: Sapniah

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

SAMPAH rumah tangga jangan lagi dibuang. Dengan sedikit sentuhan teknologi ringan,dan keterampilan tangan, sampah tadi ‘’disulap’’ menjadi uang hingga jutaan rupiah per bulan.

Sapniah, warga Bengkong Laut ini pertama kali tidak berpikir akan berusaha sebagai pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mampu memproduksi sampah-sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat. Di tangan wanita berjilbab ini, barang-barang yang awalnya tidak berharga itu, akhirnya bisa menjadi produk berharga, unik, cantik, dan menghasilkan uang.

Usaha daur ulang ini berawal dari sifatnya yang suka dengan kebersihan. Perempuan berjilbab ini paling tidak suka melihat sampah berserakan, baik itu di dalam rumah, halaman, atau di lingkungan sekitarnya. Sampah-sampah itu dikumpulkan lalu dibakar. Tahun 2015 dia berpikir, kenapa sampah-sampah itu tidak diolah saja? Sampah yang mana dan mau dijadikan apa?

Menurut Sapniah, sampah berupa kantong plastik bekas kemasan minyak goreng relatif tebal dan kuat. Kardus, botol air mineral, kaleng susu, dan lainnya adalah barang terbuang yang sangat baik diolah menjadi aneka produk. Ada 43 jenis sampah kering yang bisa dijadikan kerajinan tangan.

Barang-barang tadi lantas dibersihkan. Kotoran yang menempel, sisa produk seperti minyak, lem, kertas, air, tepung dan lainnya yang menggenang/ menempel di kemasan dibuang dulu. Kemudian, barang-barang itu dikeringkan dulu. Caranya, bisa dijemur di matahari atau cuma diangin-anginkan saja di depan rumah. Setelah kering, sampah yang sudah bersih itu lantas di dipotong-potong kecil sesuai ukuran. Dari kantong plastik, bisa dikreasikan menjadi berbagai jenis dompet, tas, dan aneka kerajinan lainnya. Semua produk tadi dibuat dalam ukuran kecil atau besar. Semua tergantung keinginan sendiri (si pembuat, red), pelanggan atau masyarakat yang memesan.

‘’Dalam membuat kerajinan berupa tas, dompet dan lainnya, jangan sampai nama produk kemasan itu terlihat/ terbaca oleh pelanggan,’’ sebut pimpinan Ubs Harapan Jaya Bengkong, Sapniah, Rabu (20/9/2017). Ubs Harapan Jaya Bengkong dibantu Dainilah sebagai sekretaris, dan Sumiyati sebagai bendahara.

Kenapa tidak boleh terlihat? Maksudnya agar pelanggan, dan pembeli fokus dengan produksi tangan yang dipakainya saja, bukan (terganggu) melihat nama perusahaan kemasan yang sudah menjadi sampah tersebut. Dengan cara seperti ini, pelanggan, pembeli tahunya, barang yang dia pakai adalah produk rumah tangga, hasil kerajinan tangan yang cantik, dan unik. Untuk menjahit tas dan dompet tadi, dia mendapat bantuan dari PT McDermott. Dalam sebulan, dia bisa memproduksi puluhan tas, dompet dan lainnya.

Produk berupa tas papar Sapniah, dijual dengan harga Rp 125 ribu. Dompet seharga Rp 45 ribu. Harga tadi bisa bertambah sesuai dengan ukuran yang diminta pelanggan.

Oleh ibu tiga anak ini, selain sampah kering, sampah dapur juga dapat menjadi uang. Sampah nasi, sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya bisa juga dijadikan uang. Sampah-sampah basah tadi dikumpulkan dari rumah sendiri, dan para tetangga.

Sampah tadi, lantas dikumpulkan di satu tempat dan didaur ulang. Setelah melewati proses pembusukan, sampah-sampah itu pun menjadi kompos (pupuk hijau, red). Kompos ini dikemas dalam kantong plastik dan diberi merek, dan alamat tempat usaha Sapniah. Mesin mencacah/ menghancurkan sayur ini juga bantuan dari PT McDermott melalui istri Wali Kota Batam, Marlin Agustina Rudi.

Kerajinan tangan dan kompos tadi dikemas dalam kantong berisi 500 gram dan dijual seharga Rp 15 ribu. Kebanyakan yang membeli adalah para pengusaha, ibu rumah tangga, serta orang yang suka dengan dunia tanam menanam. Kompos Ubs Harapan Jaya Bengkong lebih disukai karena lebih halus, dan kering. Di samping sebagai pupuk, kompos ini juga bisa menjadi buah tangan untuk kawan, saudara, tetangga yang cinta dengan tanaman.

Usaha ini, papar Sapniah, di samping membersihkan lingkungan, warga sekitar mendapatkan manfaat ekonomi. Sampah-sampah itu biasanya dijual ke Ubs Harapan Jaya Bengkong. Sudahlah rumah dan lingkungan bersih, tetangga dan warga yang menjual sampah mendapat dapat uang lagi.

Sapniah mempunyai tiga anak. Pertama perempuan, dosen di Umrah Tanjungpinang. Kedua lelaki, bekerja di Quran Center Sekupang, Batam. Ketiga, perempuan, masih kuliah di Win Bandung. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi

Wednesday 2 April 2014 | Blog

motifbatik/motif-batik-indokabana-0042-batik-tulis

Saturday 17 May 2014 | Blog

batik di Indonesia memang sudah menyatu kuat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. seluruh daerah di Indonesia…

Thursday 27 February 2014 | Blog

sepintas kain ini seperti kulit macan, namun sepeertinya juga ngga, bagaiamana yaaa … ini motif parang…

Sunday 4 June 2017 | Blog

Sekitar awal 2009, seorang pria bernama Chris Coleman bercerita kepada teman-teman dan rekan kerjanya terkait kekhawatirannya…