Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Misi Selamatkan Generasi Muda

Oct
27
2017
by : . Posted in : Blog

Kisah Inspiratif Warga Batam: Abdul Basith

ANWAR SALEH, Batam

ANAK adalah investasi masa depan orang tua, sehingga peran orang tua sangat besar untuk memberikan bekal pada anaknya mau jadi apa ke depan. Dalam mendidik anak ini, Abdul Basith bisa dijadikan suri teladan. Ia mendirikan sekolah sendiri Hang Nadim Malay School di atas lahan 3 hektare di Tiban, karena khawatir pendidikan agama anaknya kurang.

Berita: Misi Selamatkan Generasi Muda di Batam Pos, Senin (23/10/2017).

Abdul Basith sememangnya adalah jati diri anak Melayu. Ia menamatkan sekolah dasar (SD) di Pulau Terong, daerah hinterland Batam. Sejak SD, Basith sudah bercita-cita ingin punya sekolah. Bukan jadi guru, tapi langsung punya sekolah sendiri. Dari SD ia melanjutkan ke SMP dan seterusnya masuk ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Dari SPG, Basith belum terjun jadi guru sebagai langkah awal memiliki sekolah sendiri, melainkan melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Susqa Pekanbaru.

Selepas kuliah, sekitar tahun 1997 Abdul Basith diterima bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama (Kemenag) Batam. Penempatan kerjanya di Pulau Terong dan pernah pindah tugas ke Bengkong, Batam. Di Teluk Kangkung (depan Pulau Terong), mendirikan sekolah agama berbasis sosial untuk membantu pendidikan anak-anak di hinterland. 

Sekitar tahun 2000, Abdul Basith pindah tugas ke Batam. Saat itu, dirinya selain keseharian sebagai PNS juga sudah tertarik memasuki dunia politik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sampai sekarang. Juga sudah mulai menggeluti bisnis pasir laut. Karena ada larangan PNS tak boleh berpolitik, akhirnya Basith lebih tertarik bidang politik hingga ia mengundurkan diri sebagai PNS.

Setelah bermukim di Batam, keinginannya untuk memiliki sekolah sendiri masih ada. Namun, belum diwujudkannya meskipun sudah ada sedikit modal dari bisnis pasir laut. Akan tetapi, saat anak keempatnya Balqis Amira mau masuk sekolah ke play group baru terpikir oleh Basith membuka sekolah Play Group Hang Nadim Malay School. Saat itu, masih menyewa ruko di daerah Tiban. “Tahu enggak, saat itu muridnya hanya dua yaitu anak saya dan satu murid lagi dari luar. Sedangkan gurunya ada empat, lebih banyak gurunya dari muridnya kikikiki…,” tawa Basith.

Seiring waktu, Basith tak patah arang karena misinya mendirikan sekolah karena khawatir menyekolahkan anaknya di sekolah lain, pendidikan agamanya kurang. “Itu motivasi saya waktu itu membuka sekolah. Tak ada gunanya kita hebat atau anak hebat, kalau pendidikan agama anak kurang. Banyak orang tua yang kecewa, saat terbaring karena penyakit muncul was-was apakah anaknya bisa salat dan mengirimkan doa untuknya kalau meninggal. Itu nyata. Makanya, saya mau memastikan pendidikan agama anak itu nomor satu,” ujarnya.

Setelah Play Group Hang Nadim Batam berjalan, tahun ajaran berikutnya jumlah murid play group naik dari dua menjadi empat orang. Pada saat itu, anak Basith sudah naik menjadi Sekolah Taman Kanak-kanak (STK). “Anak saya sudah masuk TK, saya buka Sekolah TK Hang Nadim Malay School,” kata Basith.

“Tapi, insya Allah tahun 2018 saya akan buka SMA. Saat ini, Sekolah Hang Nadim Malay School mulai dari Paly Grou, TK, SD, dan SMP,” jelasnya.

Kenapa memakai nama Hang Nadim Malay School? Hang Nadim itu, kata Abdul Basith, seorang pahlawan Melayu (Malay) yang tugasnya mengusir penjajah. Untuk mengusir tersebut, Hang Nadim berperang dengan penjajah. Abdul Basith berfilosofi, penjajah saat ini adalah kebodohan.

“Hang Nadim sebagai lambang seorang panglima Melayu, mengusir penjajah dalam hal ini mengusir kebodohan,” ungkapnya.

Hang Nadim Malay School, masih Abdul Basith, sekolah Melayu untuk mengangkat harkat dan martabat mengusir penjajahan dalam hal ini mengusir kebodohan. Saat ini jumlah murid di Sekolah Hang Nadim Malay School hampir 800-an. Pendidikan 50 berbanding 50 dalam arti ilmu pengetahuan kurikulum modern 50 persen dan ilmu pengetahuan agama Islam persen.

“Saya memasukkan plus di Sekolah Hang Nadim Malay School yakni tahfidz Quran mulai tingkat SD dan SMP. Teknisnya, menambah pelajaran 2 jam untuk menghafal Alquran. Saat uji coba tahfidz Quran ini, satu bulan berjalan sudah ada anak murid yang sudah hafal sampai 2 juz Alquran,” ungkap Basith bangga.

Abdul Basith berterus terang, membangun Sekolah Hang Nadim Malay School ini untuk mengejar kepentingan dunia akhirat. Pendidikan Alquran, kata Basith, penting untuk meningkatkan akhlak murid. Saat ini banyak orang tua yang khawatir menyekolahkan anaknya pintar mengejar pendidikan dunia semata, tapi miskin pendidikan bekal akhirat.

“Ada sebagian orang tua yang gelisah menyekolahkan anaknya di sekolah umum. Kegelisahan orang tua itu, anaknya di sekolah umum itu malas salat dan rendah pemahaman dan pengamalannya tentang ilmu agama Islam,” pungkas Basith. ***

 


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Misi Selamatkan Generasi Muda

Sunday 1 October 2017 | Blog

BERPACARAN dengannya sejak warsa dua ribu tiga tahun masehi, ketemu pertama di sebuah toko Ericsson di…

Saturday 12 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

CLICK HERE FOR DOWNLOAD: PARTS OF SPEECH exercise WARGA METRO-PULUTAN

Friday 23 June 2017 | Blog, Diklat

Download Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-48/PB/2017 tanggal 16 Juni 2017, tentang Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor…

Wednesday 2 April 2014 | Blog

Harapan pengrajin yaitu agar produknya elegan, cantik, dan mengikuti trend masa kini merupakan prioritas Indonesia demi…