Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Jemmy: Ciptakan Kreasi dan Inovasi

Oct
03
2017
by : . Posted in : Blog

1.000 Mahasiswa Uniba Ikut PKMB 2017

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

MAHASISWA Universitas Batam (Uniba) sebagai salah satu barometer pendidikan di Kepri akan semakin diperhitungkan manakala terus meningkatkan kualitas pendidikan. Caranya dengan menciptakan kreativitas dan inovasi.

Berita Jemmy: 1.000 Mahasiswa Uniba Ikut PKMB 2017 di Batam Pos, Minggu (1/10/2017). F Suprizal Tanjung

Tidak zamannya lagi belajar, dan belajar saja. Selain belajar, ciptakan kreativitas, buat suatu inovasi (penemuan, red).

‘’Intelektual muda harus kreatif dan inovatif,’’ kata Ketua Dewan Pengawas serta Penasehat Uniba Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SE SH MM di Gedung Serba Guna Uniba, Batam Kota, Jumat (29/9/2017).

Komandan Kodim 0316 Batam Letnal Kolonel Inf Dwi Sasongko SE di kampus Uniba, Batam, Jumat (29/9/2017. F Suprizal Tanjung

Hal ini disampaikan Jemmy saat memberikan masukan serta memotivasi sekitar 1.000 mahasiswa dan civitas akademis Uniba, yang mengikuti Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PKMB) 2017 di Gedung Serba Guna Uniba, yang dimulai Jumat (29/9/2017) sampai Sabtu (30/9/2017). Mahasiswa baru terdiri dari berbagai fakultas di Uniba, serta mahasiswa pascasarjana (S2).

Jemmy meminta mahasiswa memandang ke kiri dan ke kanan, atau belajar dari lingkungan sekitarnya. Melihat ke bawah, dengan mau mengaplikasikan seluruh ilmu pengetahuannya agar bermanfaat sebesar besarnya bagi diri sendiri serta lingkungan sekitarnya di manapun dia berada. Semua terangkum dalam konsep Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di samping itu juga harus seimbang antara hard skill (intelektual) dengan soft skill (attitude/ pengembangan karakter). Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki locus of control serta self efficacy atau memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Hadir di acara itu, Rektor Uniba Prof Dr Ir Novirman Djamarun MSc, Wakil Rektor I Uniba DR Bambang Satriawan SE MSi, Wakil Rektor III Uniba Dr dr Dahlan Gunawan MARS MKes, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ketua Panitia (PKMB) 2017 Dedi Asep SKep MSi, para staf, dan dosen lainnya.

Kepada wartawan, Jemmy menambahkan, agar Batam (Indonesia) bisa maju, kita jangan ragu belajar kepada Jepang, Jerman, Turki serta negara maju lain yang sarat dengan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek).

Sebelumnya, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi SE, menyebutkan, saat ini Pemko Batam fokus ”mempercantik’’ wajah Batam. Jalan diperlebar sampai empat jalur. Ke depan, jalan di wilayah Bengkong juga akan diperlebar. Semua ini sebagai upaya Pemko Batam menarik minat investor dalam dan luar negeri menanamkan modalnya di daerah ini. Indahnya Batam, wisatawan mancara negara dan wisatawan nusantara tidak segan datang, beristirahat, berbelanja, dan berwisata. Siapa yang berinvestasi, sekaligus mengisi peluang kerja di sektor pariwisata, seperti makanan, minuman, perhotelan, tour and travel, dan lainnya? Masyarakat, mahasiswa, dan alumnus Uniba. Ini tantangan sekaligus peluang kerja.

Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0316 Batam Letnal Kolonel Inf Dwi Sasongko SE, yang menjadi salah satu pemateri dalam PKMB 2017 itu meminta mahasiswa tidak melupakan sejarah, dan para pejuang yang telah memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dwi mengatakan, di era booming media sosial (Medsos) berupa facebook, twiter, whatsapp, mahasiswa dapat berpartisipasi membangun dan menjaga NKRI ini. Caranya dengan memberitakan, menyampaikan, membaca informasi positif, dan bukan berpotensi memecah belah. Masalah komunis, mahasiswa perlu mewaspadai dan tidak menutup mata.

Jemmy melanjutkan, kerja keras para staf, dosen, Yayasan Griya Husada Batam (lembaga yang menaungi Uniba, red) membuat Uniba semakin dikenal, diminati karena kualitasnya. Terbukti, mahasiswa Uniba, semakin heterogen. Mereka berasal dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Padang, Medan, dan Aceh. Hampis semua provinsi ada mahasiswanya di Uniba.

Semua ini, kata mantan mantan Rektor Uniba periode (2006-2014), tidak lepas dari pencapaian beberapa prestasi Uniba. Kamis (2/2) Uniba mengukir prestasi dengan meraih Akreditasi Institusi dengan nilai B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Tinggi (Dikti). Itu adalah nilai tertinggi di Kepri. Akreditasi Institusi dengan nilai B itu ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Kemenristek Dikti T Basaruddin, dengan Nomor SK 0386/SK/BAN/ Akred/PT I/ tertanggal 26 Januari 2017.

Prestasi bergengsi ini berlaku sampai 26 Januari 2022 nanti. Berlakunya selama lima tahun. Kemudian akan dilakukan lagi penilaian lanjutan oleh BAN-PT Kemenristek Dikti. Selama lima tahun ke depan, Uniba akan terus melakukan perubahan, peningkatan kualitas dalam berbagai hal. Ini sesuai dengan semangat mereka yang selalu ingin tampil terdepan, terpercaya, terbaru, dan lain daripada yang lain.

Kemudian pada 23 Juni 2017 kembali diperoleh nilai akreditasi prodi Sarjana Kedokteran dan prodi Profesi Dokter pada Fakultas Kedokteran Uniba masing-masingnya dengan nilai B berdasarkan penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes) dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 0344/LAM-PTKes/Akr/Sar/VI/2017 dan SK Nomor: 0345/LAM-PTKes/Akr/Pro/VI/2017 tertanggal 23 Juni 2017.

Kemajuan signifikan perkembangan Uniba lainnya adalah diperolehnya izin pembukaan 3 program studi (Prodi) baru di tahun ajaran 2017/2018 dari Kemenristek dan Dikti. Prodi itu yaitu prodi S1 Psikologi berdasarkan SK Kemenristek dan Dikti Nomor: 469/KPT/I/2016 tanggal 8 November 2016. Kemudian prodi S1 Farmasi dan prodi profesi NERS dengan SK Kemenristek dan Dikti Nomor: 315/KPT/I/2017 tanggal 12 Juni 2017. Di samping Fakultas Kedokteran yang hanya satu-satunya di Provinsi Kepri, prodi S1 Psikologi juga satu-satunya di Kepri.

Untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepri, Uniba tengah mempersiapkan diri membuka program Doktor (S3) dengan kosentrasi SDM, dan Pengembangan Wilayah. Lalu S3 Ilmu Hukum dengan konsentrasi Bisnis dan Kesehatan. Tak hanya itu, Uniba juga sedang mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Uniba saat ini tengah gencar-gencarnya membangun. Ratusan mahasiswa pascasarjana mendapat ”keuntungan’’ dengan pembangunan besar-besar tersebut. Saat ini, mereka sudah pindah ke lantai dua, dan menempati gedung besar dan megah tersebut. Di sana, calon master tersebut mendapatkan ruangan elok, luas, dan tentu saja dengan fasilitas lebih lengkap.

Pada level rnasional, Uniba mengadakan kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Pertamina Pusat dengan target melahirkan RS Pendidikan pertama di Kepri. RS Pendidikan ini untuk mendukung Fakultas Kedokteran Uniba sekaligus guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Kepri. RS Pendidikan Kepri ini berfungsi sebagai Pusat Kardios, Pusat Medical Check Up, Pusat Transplantasi Ginjal, Rehabilitasi (penderita stroke dan lainnya), dan Kedokteran Kecantikan.

Agar lebih maksimal, Uniba bekerja sama dengan BK Hospital Korea Selatan yang akan diwakili Profesor Kim, dan Profesor Tanaka dari Jepang. Kim dan Tanaka ini akan menjadi dosen terbang dan tenaga ahli Uniba.

Laboratorium Kesehatan Terpadu Uniba menjadi tempat praktik bagi bidan, perawat, mahasiswa kedokteran. Juga menjadi pelatihan keterampilan klinis (seperti menyuntik) dan praktikum biomedis. Uniba juga memiliki ruang OSCE pertama di Sumatera. OSCE ini ini merupakan ruang ujian kompetensi kedokteran dengan sistem komputer dan terkoneksi secara nasional. Rumah Sakit (RS) Pendidikan Uniba. RS Pendidikan pertama di Kepri ini akan di-launching pada dalam waktu dekat.

Saat ini, Uniba terus dikembangkan dan dibesarkan dari sisi kuantitas dan kualitas. Bentuk nyata dari semua itu adalah dengan mendirikan 18 program studi D1 dan S1 seperti Keperawatan, Kebidanan, dan Fakultas Kedokteran. Lalu ada empat prodi S2 (master) yaitu Magister, Hukum, Akuntansi, dan Kenotariatan. Kenotariatan satu-satunya di Kopertis X dan terbesar di Kepri. 2016 lalu, Uniba bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar ujian profesi Kenotariatan dan lulus 100 persen.

Rata-rata, prodi tadi telah mendapat Akreditas B dari Badan Akreditas Nasional (BAN). Uniba memiliki hubungan internasional dengan De Universitaet Des Bundes Wehr (Universitas Pertahanan Negara Jerman) Muenchen Germany. Bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat (Sumbar), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan.

Apa yang dilakukan yayasan dan Uniba selama ini, merupakan program lanjutan untuk terus membesarkan dan meningkatkan kualitas Uniba, dosen Uniba, dan sistem pendidikan PTS ini. Untuk informasi, silakan buka di website: http://www.univbatam.ac.id.

Menurut Jemmy, apapun pembangunan yang telah dilakukan yayasan Yayasan Griya Husada Batam, pada dasarnya, dan pada puncaknya, semua disiapkan, dan diberikan untuk masyarakat, putra-putri Melayu dan tempatan. Dengan prestasi, gencarnya pembangunan fisik dan SDM di Uniba, sangat tepat kiranya, bila masyarakat Kepri berbangga dan senang. Sebab di daerah Melayu ini telah hadir universitas besar bernama Uniba. Uniba adalah milik masyarakat Kepri. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Jemmy: Ciptakan Kreasi dan Inovasi

Tuesday 8 April 2014 | Blog

Jamu (sebelumnya Djamu) adalah obat tradisional di Indonesia. Hal ini terutama obat herbal yang terbuat dari…

Tuesday 1 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Dalam waktu dekat ini, Jembatan Pulau Telo yang membentang di atas DAS Kapuas, Kecamatan Selat, dan…

Saturday 10 June 2017 | Blog

Pernahkah kalian, sebagai seseorang yang berpikiran terbuka, toleran, atau sebut saja, liberal, mengalami dilema ketika menghadapi…

Monday 26 May 2014 | Blog

Menurut cerita masyarakat setempat batik mulai dikenal di daerah wilayah Tasikmalaya dan Jawa Barat secara umum…