Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Berjumpa Seorang Mahasiswi Jepang yang Disiplin dan Simpatik

Oct
25
2017
by : . Posted in : Blog

Asrama yang rimbun

Suasana teduh banyak pepohonan di International House Darwin (Foto: Adil)

Salah satu pengalaman menarik saat aku bekerja sebagai Cleaner (tukang bersih-bersih) pada sebuah asrama mahasiswa internasional di Darwin Australia adalah ketika aku berkenalan dengan seorang mahasiswi asal Tokyo Jepang, namanya Shiho Nishimura. Ia ingin setiap orang memanggilnya dengan ucapan yang benar yaitu Shiho. Mengapa? Karena selama ini teman-teman kuliahnya seringkali salah memanggilnya yaitu dengan sebutan Shino. Barangkali artinya memang berbeda dalam bahasa Jepang jadi dia selalu ngomel dan tegas urusan nama panggilan saja. Dasar Jepang… Rupanya Jepang dulu dan Jepang sekarang masih sama saja dong… kejam eh tegas!
Wanita yang berperawakan agak tinggi langsing ini sehari-harinya tampak gesit dan selalu melangkahkan kakinya dengan gerakan yang cepat kalau berjalan terutama ketika ia sedang mondar-mandir dari kamarnya ke kitchen, toilet atau ke computer room. Baginya seolah waktu itu sangatlah berharga, jika ia berlambat-lambat atau menunda-nunda sesuatu berarti ia akan kehilangan kesempatan atau seperti membuang uang. “Beda tipis” (beti) sih sama kebanyakan orang-orang kita yang maunya santai-santai tapi tetap mau dapat uang yang banyak, hahaha… (ngeledek).
Shiho seorang yang sangat disiplin dalam menjalankan aktivitas-aktivitas rutinnya sehari-hari. Kapan ia bangun, kapan ia mandi, kapan ia buat sarapan, kapan pergi/pulang kuliah, dan juga mungkin mengenai kapan ia tidur… (tepatnya aku tidak tahu karena sudah pulang kerja, dan kok iseng banget pengen tahu kapan dia tidur), semuanya itu hampir selalu dilakukan pada jam-jam yang relatif sama. Mungkin sikap itulah yang menjadi kunci sukses orang Jepang membangun angkatan perangnya yang kemudian menaklukkan hampir seluruh benua Asia dalam Perang Dunia II sebelum akhirnya menyerah setelah Hiroshima-Nagasaki dibom atom Amerika. Sikap disiplin ini juga yang membuat negeri matahari terbit itu mampu segera bangkit lagi untuk menguasai dunia di bidang yang lain yaitu bidang teknologi dan ekonomi.
Kami biasanya bertemu di kitchen, yaitu pada saat aku membersihkan ruangan itu sementara dia mau masak untuk breakfast. Kadang kami juga bertemu saat ia masak untuk makan siang sepulangnya dari kuliah di kampus yang letaknya persis bersebelahan dengan asrama mahasiswa ini. Di saat itulah kami biasanya mengobrol apa saja untuk saling mengenal dan bertukar pandangan dan pengalaman. Obrolan kami antara lain tentang orang-orang dan negeri kami masing-masing yaitu Jepang dan Indonesia. Bahkan juga tentang keluarga, pekerjaan sebelumnya, kuliahnya, dan tentunya obrolan kami sampai pada latar belakang mengapa kami masing-masing bisa sampai terdampar (lebih tepat terjebak) untuk tinggal di kota Darwin yang memang betul begitu sepi ini, hihihi…
Usia Shiho mungkin sekitar 30 tahun, memang ia tidak muda lagi untuk ukuran mahasiswi lainnya yang sedang kuliah mengambil bachelor degree (S1) di kampus ini. Penampilan dan sikapnya memang tampak tidak seperti mahasiswi-mahasiswi pada umumnya yang masih manja dan kekanakan. Dari wawasan, gaya bicara dan kedewasaannya dalam bersikap dan berperilaku memang menunjukkan kematangan pribadinya yang sudah cukup dewasa sesuai dengan usianya sekarang.
Shiho bercerita bahwa sebelum datang ke Darwin untuk kuliah, ia tinggal di Melbourne dan bekerja di bidang jasa perawatan kecantikan (beauty salon) yang memberikan pelayanan facial, medicare, pedicure, dan mungkin juga luluran atau lain sejenisnya. Setelah memiliki cukup uang dan di-support kedua orangtuanya yang tinggal di Tokyo, ia pindah ke Darwin untuk kuliah di bidang accounting dengan harapan nanti akan lebih mudah untuk mengajukan dan memperoleh status “PR” (Permanent Resident) di Australia, yang merupakan harapan dan ambisinya sejak awal berangkat dari Tokyo menuju Australia. Australia saat ini memang menjadi negeri impian yang dikejar banyak orang. Beruntunglah mereka bahwa aku tidak berminat menjadi “PR” di Australia karena aku begitu mencintai negaraku Indonesia. Jadi aku bukan pesaing mereka… aku bukan kompetitornya Shiho, si cewek Jepang ini.
Selain sikapnya yang sangat disiplin, salah satu hal yang mendorongku untuk menuliskan tentang Shiho adalah pandangan dan impresinya yang positif tentang diriku yang tampaknya sangat dahaga akan apresiasi (pujian) dari orang lain (kasian diriku… stress ya!). Ia sangat terkesan dengan apa dan untuk apa aku melakukan pekerjaan yang seperti saat ini (sebagai cleaner-housekeeper). Menurutnya pekerjaan itu sangat berat untuk ukuran usiaku yang sudah diatas 50 tahun, tampangku yang terkesan letoy (hmm… kirain ganteng) dan berkacamata pula, serta pembawaanku yang menurutnya lebih cocok untuk pekerjaan kantoran/office (kayak psikolog atau paranormal aja dia…). Hal yang membuatku merasa tersandung eh tersanjung adalah ketika ia menyebutku sebagai “great father” karena aku dianggapnya sebagai seorang ayah yang sangat bertanggung jawab dan berani memberikan pengorbanan yang begitu besar untuk kemajuan isteri dan anak-anaknya. Sanjungannya itu telah membuatku sangat bangga dan merasa terhibur. Seakan keringat yang menetes deras dari tubuhku selama ini tidaklah sia-sia dan sepertinya rasa lelah saat itu langsung hilang sesaat (lebaaay…).
Shiho berjanji padaku saat kuliah di kelas nanti ia akan berusaha menemui dan berkenalan dengan anak perempuanku yang kebetulan sama-sama mengambil jurusan accounting di universitas satu-satunya di kota ini, bahkan di Negara Bagian Australia ini. Shiho akan menyampaikan kepada anakku tersebut bahwa ia telah sangat beruntung memiliki ayah yang mau banyak berkorban untuk isteri dan anak-anaknya (termasuk dirinya). Ia juga akan mengatakan bahwa hal itu harus dibalas dengan kesungguhan isteri dan anak-anaknya dalam menyelesaikan studi dengan baik dan dapat selesai secara tepat waktu. Sikap ini pula yang menunjukkan bahwa Shiho memiliki pribadi yang matang, rasa empati yang kuat dan kemampuan apresiasi yang tinggi.
Mengingat pribadinya yang layak ditiru, aku pun menceritakan kepada anak perempuanku mengenai Shiho mahasiswa Jepang yang rajin dan tekun dalam belajar serta disiplin dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Aku sampaikan kepadanya bahwa aku ingin ia bisa mencontoh sikap dan perilaku Shiho yang positif itu untuk kelancaran studinya. Awalnya ia agak terkejut mengapa kok ayahnya bisa mengenal salah seorang teman kuliahnya yang bukan orang Indonesia, bahkan terkesan telah mengenalnya secara dekat dan akrab. Ia baru mengerti setelah menyadari bahwa ayahnya memang bekerja di asrama mahasiswa yang dihuni oleh mahasiswa dari berbagai Negara. Kemudian ia juga mengakui bahwa Shiho memang mahasiswi yang rajin dan disiplin dalam kuliah di kelas maupun tutorial. Anakku yang selama ini sering menandai bagian-bagian penting dari buku-buku kuliah dengan stabilo warna-warni, tetapi kali ini dia mengakui bahwa bukunya Shiho jauh lebih berwarna-warni dibanding bukunya. Meskipun warna-warninya buku dengan stabilo bukan jaminan keberhasilan kuliah, tetapi setidaknya hal itu akan mendorong mahasiswa untuk lebih rajin belajar karena jadi tidak cepat mengantuk saat mata mereka melihat sesuatu yang berwarna-warni… betulkah?
Suatu ketika aku bertemu Shiho lagi saat berpapasan di koridor building 1 saat ia berjalan dengan buru-buru (memang selalu begitu) dari kamarnya menuju toilet sambil bersikat gigi. Dia bilang: “Adil, I was talking to your daughter at campus yesterday. She was so beautiful…“. Aku agak terkejut mendengar ucapannya yang membuatku tersanjung itu. Lalu dengan sambil terus mengumpulkan tempat sampah di koridor, aku berusaha tersenyum kemudian: “Really… thank you Shiho!”. Tanpa banyak bicara seperti biasanya, Shiho pun terus berjalan dan menghilang masuk ke dalam toilet. Pertemuan singkat itu lalu aku ceritakan kepada anak perempuanku. Ia pun hanya tersenyum saja mendengar cerita bahwa ia dipuji oleh Shiho teman sekelasnya itu. Entah apa yang dipikirkannya, apakah menjadi lebih bersemangat karena ingin mencontoh sikap Shiho atau sebaliknya malah menjadi terbebani dan stresss…
Sudah lama aku tidak berjumpa Shiho sejak aku dipindah tugaskan untuk menangani area/building lain. Pernah aku berpapasan dengannya di dekat Library, lalu aku sempat bilang ingin pindah bekerja di bidang Mining (Pertambangan/ Migas). Tak lama ia lalu mengirimkan Link internet dari sebuah Mining Company, luar biasa… Rupanya perhatiannya kepadaku sebagai sahabatnya ngobrol di asrama tidak pernah pupus. Pernah juga dari dalam mobil di seberang jalan aku melihatnya sedang ngebut bersepeda (rupanya sedang ngapain pun ia tetap disiplin waktu!), sepertinya dari supermarket menuju pulang ke asrama. Aku sempat memanggil dan melambaikan tangan kepadanya, ia pun sempat menengok dan membalas melambaikan tangan.
Terakhir aku melihat Shiho sebulan yang lalu, saat ia berbincang akrab (bahkan mesra) dengan seorang mahasiswa ganteng yang sepertinya berasal dari Timur Tengah atau Asia Selatan. Setelah cukup lama mengobrol kemudian mereka berdua pergi naik mobil keluar asrama. Rupanya ia sekarang sudah mempunyai kekasih, tetapi mengapa tidak sekalian memilih orang Australia, Shiho? Bukankah harapanmu menjadi “PR” Australia akan bisa segera terwujud? Anyway, aku ucapkan selamat untuk Shiho. Semoga ia menjadi pilihanmu yang tepat dan kalian bisa saling mendukung.
Di akhir tulisan ini, aku ucapkan terima kasih untuk kamu Shiho. Aku bersyukur bisa berjumpa dengan kamu, seorang yang pandai memperhatikan, memuji dan menyenangkan hati orang lain (simpatik). Aku doakan kamu bisa menjadi orang yang sukses dan juga aku berharap doamu dikabulkan oleh Tuhan YME yaitu “Anakku mengerti apa yang engkau katakan tentang apa yang aku sedang lakukan untuknya”.
Darwin, September 2013


Adilkurnia Notes

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Berjumpa Seorang Mahasiswi Jepang yang Disiplin dan Simpatik

Sunday 15 October 2017 | Blog

Kepada Yth: 1. Kepala Sekolah SMP Negeri / Swasta-Kota Surabaya 2. Ketua MKKS Negeri / Swasta…

Tuesday 6 June 2017 | Blog

    Disuatu malam Tarjo (T) sedang duduk di depan warung dekat perempatan jalan di kota…

Saturday 3 June 2017 | Blog

Blain adalah tema sederhana dan elegan yang dirancang oleh InkHive dibangun dengan Twitter Bootstrap. Template ini…

Tuesday 9 September 2014 | Blog

FACP Board oF Governors Chairperson Vice Chairperson HSU Po-Yun Chairman New Aspect Promotion Corporation Ltd. Rm…