Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Beban Kerja Individu

Oct
31
2017
by : . Posted in : Blog

gambar-bki

Output pertama dari kegiatan analisa beban kerja adalah “Beban Kerja Individu” (BKI) atau beban kerja karyawan. Pengertian dari Beban Kerja Individu adalah “total waktu yang digunakan oleh seorang pemegang jabatan untuk menyelesaikan seluruh tugas-tugas pokok, tugas tambahan, dan tugas lain-lain pada suatu Jabatan.”

BKI menjadi output dari kegiatan analisa beban kerja karena sumber informasi utama dari suatu jabatan adalah karyawan yang saat ini menduduki jabatan tersebut (job holder/ incumbent). Karyawan pemegang jabatan tersebut biasanya akan kita jadikan sebagai respondent atau sample dari jabatan yang akan kita ukur beban kerjanya. Oleh karena itu kita akan terlebih dahulu mengukur beban kerja individu karyawan yang saat ini menduduki jabatan tersebut sebelum mengukur dan menentukan beban kerja dari jabatan tersebut.

Oleh karena ini adalah beban kerja individu maka obyek yang akan diukur adalah segala hal yang dilakukan karyawan tersebut selama rentang waktu dalam jam kerja formal dan seluruh tugas-tugas untuk kepentingan organisasi/perusahaan yang dilakukan di luar jam kerja formal.

Dengan kata lain yang diukur sebagai BKI adalah total waktu yang digunakan karyawan untuk mengerjakan tugas-tugas pokok (sesuai deskripsi jabatan sendiri), tugas-tugas tambahan (deskripsi jabatan lain), dan tugas lain-lain (tugas yang tidak memiliki kepentingan dalam mencapai tujuan jabatan, unit kerja maupun tujuan organisasi/perusahaan secara keseluruhan).

BKI bisa sama besar prosentasenya dengan Beban Kerja Jabatan (BKJ) yaitu apabila karyawan tersebut mengerjakan seluruh tugas-tugas pokok (sesuai deskripsi jabatannya) dan sama sekali tidak pernah mengerjakan tugas-tugas tambahan (deskripsi jabatan lain) maupun tugas lain-lain. Hal ini seringkali terjadi pada pelaksanaan analisa beban kerja di sektor manufaktur.

Namun BKI bisa lebih kecil prosentasenya dibanding BKJ yaitu apabila karyawan tersebut dengan alasan-alasan tertentu tidak mengerjakan seluruh tugas pokok (sesuai deskripsi jabatannya) dan juga tidak mengerjakan baik tugas-tugas tambahan maupun tugas lain-lain. Hal ini dapat terjadi pada jabatan yang diduduki oleh karyawan yang malas (motivasi kerja rendah) atau jabatan yang kurang didukung oleh sarana, prasarana, peralatan dan fasilitas kerja yang memadai untuk mengerjakan tugasnya.

Sebaliknya, BKI bisa saja menjadi lebih besar prosentasenya dibanding BKJ yaitu apabila karyawan tersebut selain mengerjakan tugas-tugas pokok (sesuai deskripsi jabatannya) juga diminta/dipercaya mengerjakan tugas-tugas tambahan dan diminta/terpaksa mengerjakan tugas lain-lain.

BKI merupakan existing workload yaitu beban kerja yang sesuai dengan potret kondisi sekarang (saat dilakukan analisa beban kerja). Sementara BKJ merupakan ideal/expected workload yaitu beban kerja yang diharapkan secara ideal dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut sebagaimana yang tertuang di dalam deskripsi jabatan. Terlebih deskripsi jabatan tersebut telah disusun dengan mempertimbangkan target kinerja jabatan yang diturunkan dari target kinerja korporat yang mendukung pencapaian visi dan misi organisasi/perusahaan.

Selama ini memang BKI tidak lazim diukur oleh metode-metode beban kerja yang lainnya. Hal ini kemungkinan dilandasi oleh beberapa pemikiran sebagai berikut:

  1. Hal yang diukur dari karyawan sebagai respondent atau sample adalah hanya tugas-tugas pokok, sehingga hasilnya memang layak disebut sebagai “beban kerja” atau “beban kerja jabatan”.
  2. Memiliki pandangan bahwa beban kerja adalah bersifat “existing workload”, sehingga semua tugas-tugas yang dikerjakan oleh karyawan termasuk tugas-tugas di luar deskripsi jabatannya seluruhnya dapat dikategorikan sebagai “beban kerja” jabatan tersebut.
  3. Dilakukannya kegiatan analisa beban kerja pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai berapa jumlah SDM yang dibutuhkan pada suatu jabatan/unit kerja/perusahaan, bukan fokus untuk mengukur beban kerja, apalagi untuk tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan.

Meskipun demikian, penulis tetap memasukkan BKI sebagai salah satu output dari kegiatan analisa beban kerja mengingat kegunaannya yang cukup penting bagi Unit SDM perusahaan. Dengan diperolehnya output berupa BKI, Unit SDM akan mendapatkan gambaran mengenai kualifikasi dari karyawan khususnya sejauhmana kompetensi yang dimiliki karyawan dibandingkan dengan tuntutan jabatannya. Hal ini akan terlihat dari lama waktu yang digunakan untuk menyelesaikan setiap tugas-tugas jabatannya. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar menentukan kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi yang masih kurang dari karyawan.


Adilkurnia Notes

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Beban Kerja Individu

Wednesday 6 September 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

LUAS wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.999 km atau 9,77 persen dari luas Kalteng yang terbagi atas…

Monday 26 May 2014 | Blog

Menurut cerita masyarakat setempat batik mulai dikenal di daerah wilayah Tasikmalaya dan Jawa Barat secara umum…

Thursday 17 April 2014 | Blog

Rantai terbesar bioskop di Indonesia adalah 21Cineplex  yang memiliki bioskop yang tersebar di seluruh dua puluh…

Wednesday 15 November 2017 | Blog

 Download Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152/PMK.05/2017 tanggal 6 Nopember 2017, tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum…