Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Uniba Lanjutkan Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sep
05
2017
by : . Posted in : Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Bagikan 2.500 Kupon Daging

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KELUARGA besar Universita Batam (Uniba) melanjutkan kepatuhan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Dia disuruh menyembelih anaknya Ismail dan kemudian diganti Allah dengan hewan kurban.

Suprizal Tanjung dan Angelina Rumengan di Kampus Uniba, Batam Kota, Batam, Jumat (1/9/2017).

Kali ini, penyembelihan dilakukan dilakukan dipusatkan di Kampus Uniba, Jumat (1/9) pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Suprizal Tanjung dan Jemmy Rumengan di Kampus Uniba, Batam Kota, Batam, Jumat (1/9/2017).

‘’Penyembelihan dilakukan setelah pelaksanaan salat Idul Adha 1438 Hijriah di masjid sekitar Uniba,’’ sebut Ketua Pengawas dan Penasehat Uniba, Prof DR Ir M Jemmy Rumengan SE MM di sela-sela penyembelihan, Jumat (1/9/2017).

Keluarga besar Uniba berfoto sebelum penyembelihan sapi di depan Fakultas Kedokteran Uniba, Batam Kota, Jumat (1/9/2017). F Suprizal Tanjung

Hadir dalam kesempatan itu, pengurus Yayasan Griya Husada Batam, Angelina Rumengan, Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Uniba yang juga Wakil Ketua JR Centre, DR Bambang Satriawan SE MSi, Panglima Muda Gagak Hitam, Muhammad Tommy Arbi Rumengan, mahasiswa, staf, dan para dosen Uniba lainya.

Jemmy yang juga Ketua Jemmy Centre (JC) Batam itu melanjutkan, kali ini mereka menyembelih empat ekor sapi dengan berat per ekornya 800 kg, satu ekor sapi dengan berat 500 kg, dan satu ekor sapi seberat 300 kg. Total enam ekor sapi, dan akan diperoleh total 4.000 kg (empat ton, red) daging.

‘’Daging tadi akan dimasukkan dalam 2.500 kantong plastik,’’ jelas Bambang.

Jemmy melanjutkan, pemotongan dilakukan hanya dalam satu hari yaitu Jumat (1/9/2017). Sedangkan penyalurkan daging dibagi dalam dua hari. Pertama Jumat (1/9/2017) yang dkhususkan untuk para yatim piatu, anak asuh (yatim piatu, red) Uniba. Hari kedua, Sabtu (2/9/2017), dibagikan khusus untuk warga sekitar kampus Uniba, masyarakat Batam, staf Uniba, dan orang-orang di lingkungan Uniba yang berhak mendapatkan daging kurban.

Disebutkan Jemmy, Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan hewan kurban.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih hewan kurban sebagai pengganti putranya. Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Kurban atau Lebaran Haji.

Ibadah kurban tahunan yang umat Islam laksanakan adalah bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah tersebut. Ada beberapa pesan yang bisa kita tarik dari kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta ritual penyembelihan hewan kurban secara umum.

Paling utama adalah tentang totalitas kepatuhan kepada Allah. Nabi Ibrahim yang mendapat julukan kekasih Allah, dan mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati di dalam rumah tangganya. Lewat perintah menyembelih Ismail, Allah seolah hendak mengingatkan Nabi Ibrahim bahwa anak hanyalah titipan. Anak, betapapun mahalnya kita menilai, tak boleh melengahkan kita bahwa hanya Allahlah tujuan akhir dari rasa cinta dan ketaatan.

Lewat kisah Ibrahim ini kata Jemmy, dia mengajak seluruh civitas akademika Uniba untuk mau berkorban waktu, pikiran, tenaga, dan total mengabdi kepada masyarakat dalam bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi (penelitan, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat).

Tanpa kerja keras, total mengabdi kepada Uniba dan masyarakat ingat Jemmy, mustahil Uniba meraih berbagai prestasi. Misalnya program studi (prodi) Sarjana Kedokteran Uniba yang meraih akreditasi peringkat B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) tanggal 23 Juni 2017 lalu dan ditandatangani Ketum LAM-PTKes, Prof dr Usman ChatibWarsa Sp MK PhD.

Dan tanpa kerja keras dan prestasi sebut Jemmy, mustahil General Manager (GM) Garuda Branch Office Batam, Setya Budhi mau menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Uniba dengan Garuda, Jumat (11/8/2017). Isinya tentang pemberian diskon dari Garuda kepada civitas akademika Uniba dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Semua raihan prestasi ini harus disyukuri. Jangan pernah sombong. Jangan angkuh.

‘’Bersyukurlah. Jangan berkhianat di Uniba dan dimanapun. Teruslah beribadah, menjalankan perintah Allah sesuai dengan agama kita masing-masing. Khusus muslim, cara bersyukurnya dengan salat, zakat, infak, sadakah, puasa, berkurban dan lainnya,’’ ujar Jemmy.

Syukur tak terhingga kepada Allah kata Jemmy jangan ragu diucapkan atas kepercayaan masyarakat Indonesia atas keberadaan Uniba. Ini dibuktikan dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran yang didominasi dari luar Kepri. Mereka datang dari Sumatera Barat (Sumbar), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan lainnya. Walaupun sayangnya, hanya 10-15 persen saja, putra daerah Kepri yang masuk di FK Uniba. Ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) se Kepri, Pemerintah Kabupaten se Kepri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk mengirim putra putri terbaik untuk menimba ilmu di perguruan tinggi milik anak Melayu dan didirikan di negeri Melayu ini. Jangan sampai nanti, kebesaran Uniba, ternyata lebi banyak dinikmati putra putri dari luar Kepri.

Berkat syukur pula papar lelaki yang memilik pergaulan yang luas ini, Uniba semakin besar. (Uniba, red) kini telah memiliki total 7.000 mahasiswa, dan 12.000. alumnus. Alumnus tadi telah menyebar dan mengabdi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, rumah sakit, puskesmas, bahkan ada yang menjadi birokrat, politisi, bahkan pengusaha. Semua diraih atas kerja keras, kerja sama, dan perngorbanan tiada henti civitas akademika Uniba.

Pada saat alumnus tadi mengabdi dan diterima bekerja di berbagai instansi kata Jemmy, hanya syukur dan bangga yang didapat para staf, dosen, dan pihak Yayasan Griya Husada Batam. Pada kesempatan ini, dipesankan kepada para alumnus untuk fokus dan ikhlas mengabdi kepada masyarakat, kepada bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setinggi apapun ilmu pengetahuan, kecakapan, keahlian seorang alumnus, tapi jika tidak disumbangkan untuk masyarakat, tidak akan berguna. Mengabdilah, berkorbanlah kepada masyarakat, walaupun itu cuma sedikit.

Masih dalam rangka berkurban dan meneladani kepatuhan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah, maka Uniba setiap bulan selalu memberikan bantuan kepada 3.000 anak asuh sekaligus anak yatim piatu yang berada di 12 kecamatan se Batam. Bantuan tadi berupa 10 kg beras, gula pasir, mie instan, dan kacang hijau.

Selain itu, Uniba juga memberikan beasiswa kepada anak-anak pulau (yatim piatu dan duafa). Anak-anak pulau tadi digratiskan mulai dari masuk kuliah sampai wisuda di Uniba.

Beasiswa ini telah dilakukan sejak Uniba berdiri di Bumi Lancang Kuning ini. Sebagai lembaga pendidikan, tentu ada orientasi bisnisnya. Namun, bisnis tidak yang paling utama. Sisi sosial kemasyarakatan tidak pernah jauh dan sejalan dengan semangat Tri Darma Perguruan Tinggi di Uniba.

Untuk diketahui bersama papar Jemmy. Anak-anak duafa yang menyebar di Batam dan beberapa daerah lainnya, mempunyai kadar intelektual tidak rendah. Berbekal intelektual yang mereka miliki, banyak fakultas dan prodi sulit dan langka bisa mereka masuki. Sementara, anak-anak dari kalangan orang berada, malah sulit, bahkan mampu masuk di fakultas dan prodi tersebut. Itu artinya, faktor ekonomi bagi anak-anak duafa, tidak membuat intelektual mereka melemah. Maka sangat wajar, bila Yayasan Griya Husada Batam melalui Uniba memberikan beasiswa kepada anak-anak tadi. Jangan sampai karena faktor ekonomi, cita-cita anak-anak pulau meraih pendidikan tinggi tidak tercapai.

‘’Bantuan beasiswa diberikan sebagai bentuk rasa syukur Uniba dan Yayasan Griya Husada Batam kepada Allah SWT. Jangan pernah berhenti patuh dan bersyukur kepada Allah,’’ ingat Jemmy sambil membagikan hewan kurban kepada anak yatim piatu. ***

 


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Uniba Lanjutkan Pengorbanan Nabi Ibrahim

Thursday 20 March 2014 | Blog

Bermula membuka usaha hanya dengan 4 karyawan dan sekarang Pesona Batik Madura (PBM) telah berkembang dengan…

Thursday 24 April 2014 | Blog

Cirebon ( sebelumnya disebut sebagai Cirebon dalam bahasa Inggris) adalah sebuah kota pelabuhan di pantai utara…

Monday 10 July 2017 | Blog, Diklat

Download Surat Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Nomor S-5989/PB.6/2017 tanggal 07 Juli 2017, tentang Rilis Update…

Thursday 12 January 2017 | Dokumentasi

Berkat kejelian dan kesabaran anggota di lapangan, akhirnya Satreskrim Polres Kapuas melalui satuan Resmob berhasil mengamankan…