Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sarjana Itu Akhirnya Memilih Jualan Tempe

Sep
06
2017
by : . Posted in : Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Kisah Inspiratif Warga Batam:  S.Sos

AGNES DHAMAYANTI, Batam

BERBEKAL ijazah sarjana dari Universitas Muhammadiyah Madiun, Sutarno meninggalkan kampung halaman. Ia berharap mendapat sebuah pekerjaan yang selama ini diidamkan.

Sutarno

Setiap datangnya pagi, menjadi sebuah harapan. Berharap surat lamaran kerja diterima oleh salah satu perusahaan.  Tak terasa, seminggu berlalu. Satu bulan juga sudah lewat. Namun apa daya, tak satupun perusahaan memanggilnya. Kebutuhan hidup yang terus ada, membuat Sutarno tak bisa berdiam diri terlalu lama. Kerja apapun akhirnya dijalani Sutarno.

” Ternyata meski punya gelar. tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan,” kata pria kelahiran tahun 1974 ini.

Akhirnya, untuk bertahan hidup di perantauan. Sutarno menjadi tukang ojek juga bekerja sebagai kuli bangunan. Berawal dari pekerjaan  yang tidak tetap itulah,  akhirnya Sutarno mencoba membuka usaha sendiri. Pilihannya jatuh pada usaha pembuatan tempe.

”Usaha ini bukan pekerjaan yang asing karena ibu Isna, orang tua saya di kampung juga pembuat tempe,” kata Sutarno.

Bermodalkan uang Rp 20 ribu, Sutarno akhirnya membeli  1 kg kedelai.

” Produksi pertama kali sering rusak dan gak laku. Selain itu susah mencari tempat pemasaran dan pelanggan. Ditambah lagi modal pas-pasan dan peralatan yang kurang mendukung,” kata Sutarno lagi.

Namun dari semua kesulitan itu, memacu semangat Sutarno untuk tidak putus asa dan terus berjuang kerja keras membangun usaha pembuatan Tempe Zahra.

Ia pun menciptakan alat yang sederhana untuk membantu kelancaran produksi. Dirakitnya  mesin penggilingan manual yang berasal dari batu beton dan onderdil sepeda untuk menggerakkan mesin. Sehingga saat mencuci kedelai di dalam karung tidak diinjak- injak seperti pembuatan tradisional.

” Saya terinspirasi membuat alat sederhana ini karena waktu itu belum ada mesin penggilingan kedelai,” katanya.

Kian hari produksi mulai bertambah dari 10 kg hingga lebih dari itu. Omsetpun kini sudah mencapai 450 juta perbulannya. Awalnya dari satu pasar akhirnya sekarang bisa berkembang menjadi 6 cabang di pasar yaitu pasar Fanindo Tanjung Uncang, pasar Sagulung dan Aviari di Batuaji, pasar Botania 2 dan pasar Mitra Raya di Batam Center serta pasar Cahaya Garden di Bengkong.

‘Tempe Zahra,  Alhamdulillah masih bisa bertahan  dan terus berkembang di tengah persaingan dan lesunya ekonomi di Batam saat ini,” kata suami dari Purwaningsih.

Sutarno menyebut alasan penjualan tempe bisa stabil karena tempe merupakanmakanan murah secara finansial. Dan setiap harinya selalu dibutuhkan masyarakat. Tempe juga makanan sehat bergizi yang bisa diolah dan dikreasikan untuk berbagai olahan masakan.

Setelah tempe Zahra diterima pasar. Sutarno bersama istri, menambah produksi tahu. Kini tempe Zahra terus berinovasi dari packaging, produksi dan pemasaran. Tempe Zahra terus berupaya memproduksi secara higienis sehingga aman untuk dikonsumsi.

” Berkat dukungan saudara, keluarga dan karyawan yang selalu mendukung akhirnya tempe zahra berkembang menjadi sekarang ini,” tutur Sutarno.

Rencana kedepan, Sutarno  ingin membuka outlet yang berisi makanan olahan berbahan baku tempe  dan tahu juga ingin membuat tempe frozen.

Dulu untuk tempat produksi masih menumpang di ruli Baloi Persero, kini tempe Zahra sudah punya tempat pembuatan tempe higienis. Bisa dikunjugi bagi kalangan pendidikan maupun instansi. Dan dengan perkembangan waktu akhirnya tempe Zahra bisa beroperasi di pabrik baru di wilayah Batuaji di ruko sentra tahu tempe Blok D 1,2,3. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Sarjana Itu Akhirnya Memilih Jualan Tempe

Wednesday 13 December 2017 | Blog

Beberapa bulan terakhir ini saya seringkali membaca slogan orang-orang di media sosial dengan tulisan seperti pada…

Sunday 12 November 2017 | Blog

  ULAMA YANG ALIM HANYA DILISAN, MENYESATKAN عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ…

Thursday 30 March 2017 | Dokumentasi

Sebanyak 74 unit alat mesin pertanian (Alsintan), terdiri dari 51 unit hand traktor dan 23 unit…

Wednesday 15 November 2017 | Blog

BATAM KOTA (BP) – Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) menggelar Musyawarah besar (Mubes) untuk pemilihan calon…