Luluskan Ratusan Operator Radio Elektronik

Kisah Inspiratif Warga Batam: Azharsyah

Lembaga Pendidikan (Lemdik) Indorad Foundation telah mendidik dan meluluskan ratusan pelaut untuk mendapatkan Sertifikat Radio Elektronik dan Operator Radio (REOR). Keberhasilan Indorad tidak lepas dari tangan dingin dan kepiawaian Azaharsyah Lubis yang menjadi pembina Indorad sejak 2010 lalu.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Bagi seorang pelaut, kebutuhan Sertifikat REOR atau General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS) adalah satu keharusan.

Suprizal Tanjung (penulis, tengah), Azharsyah (kanan, kemeja putih) di Pusat Informasi  Haji (PIH) Batam Centre, Kamis (10/10/2012). F Suprizal Tanjung

‘’Berbekal pengalaman, instruktur dan peralatan lengkap yang kita miliki, kepercayaan masyarakat terhadap Indorad semakin meningkat,’’ papar Azaharsyah saat Ujian Negara (UN) REOR angkatan ke XX tahun 2017 di Hotel The Hills, Jalan Teuku Umar, Nagya, Batam, Rabu (26/7/2017).

Pelaut yang menjadi peserta pelatihan papar Azhar, berasal dari Singapura, Malaysia, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, NTB, NTT, Medan, Padang, Riau, Kepri, dan Jawa. Ini artinya, lemdik yang awal beroperasinya hanya diikuti kurang dari sepuluh peserta, kini telah meningkatkan menjadi belasan sampai puluhan peserta.

Semua sukses story ini tak langsung dikecapi Azhar. Banyak tantangan yang sempat menghadang. Namun, berbekal optimism di dada, Azhar terus melangkah. “Tahun 2010, orang umum belum begitu mengenal GOC GMDSS,” ungkapnya.

Azhar harus datang dari satu kantor ke kantor lain. Dari satu pelaut ke pelaut lain untuk mengenalkan keberadaan Indorad dan betapa pentingnya belajar GMDSS di Indorad. Sayangnya, yang mau belajar relatif sedikit dibandingkan dengan banyaknya pelaut di Kepri. Perlahan, pelan tapi pasti, sosialisasi terus dilakukan. Hingga akhirnya, Indorad makin dikenal dan dipercaya seperti sekarang.

Indorad adalah perpanjangan tangan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Kehadiran Indorad banyak membantu ratusan pelaut Kepri, Singapura, Malaysia, dan nasional untuk mendapatkan sertifikat REOR atau GOC GMDSS. Pelaut Kepri dan sekitarnya cukup datang ke Indorad, Batam. Belajar di Indorad jelas lebih murah, mudah, dan cepat dibandingkan belajar di Jakarta yang pasti akan naik pesawat, naik taksi, menginap di hotel, makan di restoran, dan lainnya.

Azhar yang didampingi Ketua Yayasan Indorad Batam, Juliyani menambahkan, untuk angkatan XX/ 56 kali ini papar Azharsyah, diikuti 19 peserta dan mengikuti UN 18 orang. Adapun peserta terbaik diraih Rian Ardi Prasetyo dari kantor Bea dan Cukai Sekupang Batam dengan nomor unjian 18/SOU/Baru 2017. Angkatan XXI/57 akan dan sudah dibuka dan mulai belajar 7 Agustus 2017 di Blok B2-17 AN Central Sukajadi, Batam, atau di belakang Kepri Mall. UN pada akhir Agustus 2017.

Azhar melanjutkan, mereka telah memiliki perangkat REOR atau GMDSS. Guna lebih memaksimalkan pendidikan, mereka juga menggunakan GMDSS milik Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam.

Pemberian sertifikat REOR melalui ujian negara REOR, sesuai dengan peraturan radio internasional atau Radio Regulations-International Telecommunication Union (ITU). Aturan itu mengharuskan, setiap radio kapal atau stasiun bumi kapal yang menggunakan GMDSS wajib dikendalikan operator yang memiliki sertifikat REOR.

Sertifikasi GOC GMDSS yang dikeluarkan Indorad, berlaku secara nasional dan internasional. Ketatnya peraturan aturan maritim di dunia, membuat pemerintah berkewajiban menyelenggaran pendidikan GOC GMDSS yang memiliki standar International Maritime Organization (IMO). Untuk itulah, guru atau instruktur di Indorad memiliki sertifikat Trainner of Trainner (TOT) 6.09 dan 312 IMO. TOT itu didapat melalui pendidikan di IMO. TOT minimal tiga orang, serta memiliki kelas dan ruang praktek GMDSS 1:15.

Tujuannya, agar sebuah kapal memiliki operator radio yang mampu mengoperasikan perangkat komunikasi elektronika saat berada di laut. Di samping itu, kapal Indonesia yang sudah mempunyai operator radio yang sudah memiliki GOC GMDSS akan bisa masuk ke perairan dan pelabuhan di negara-negara lain.

Pengaturan kanal/ frekuensi ini sesuai peruntukkan dan agar tidak tumpang tindih telah dilakukan Ditjen SDPPI Kemkominfo RI. Ditjen SDPPI Kemkominfo RI berfungsi sebagai administrasi telekomunikasi Indonesia atau International Telecommunication Union (ITU). Lalu, Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) berfungsi sebagai administrasi IMO memberikan rekomendasi bagi Lemdik untuk mendapatkan Approval. Dan semua serfikat untuk peserta GOC GMDSS dikeluarkan Ditjen SDPPI Kemkominfo RI.

Indorad kata Azhar, bukan hanya mengelar pendidikan GMDSS sejak tahun 2010 lalu, tapi juga menggelar pendidikan Sertifikasi Kecakapan Operator Radio Konsesi (SKOR) yang dimulai sejak tahun 2003 lalu. SKOR ibarat Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi seorang supir. Meski supir bisa membawa kendaraan, tapi kalau tidak melengkapi diri dengan SIM, pasti ditilang polisi. Begitu juga dengan SKOR. Meski operator radio mampu menggunakan radio konsesi (komunikasi, red), tapi tidak memiliki SKOR pasti ditindak pihak terkait. Keberadaan SKOR berdasarkan UU no 36 tahun 1999 tentang Telekomonukasi. PP no 35 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Lalu Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika no 20 tahun 2012 tentang SKOR. ***

Biodata Azharsyah

Panggilan: Azhar
Tempat Tanggal Lahir: Tapanuli Selatan, 3 April 1962
Anak: Pertama dari tujuh bersaudara
Anak: Lima orang
Jabatan: Pembina Indorad Foundation

 


Suprizal Tanjung’s Surau