Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Garuda Angkat Kualitas Pendidikan Uniba

Aug
24
2017
by : . Posted in : Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Tri Dharma Perguruan Tinggi Hingga Level Internasional

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

PRESTASI dan terobosan tiada henti. Ini adalah moto civitas akademika Universitas Batam (Uniba) pada Agustus 2017 ini. Terobosan kali ini adalah kerja sama dengan maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Halaman Fakultas Kedokteran Universitas Batam (Uniba), Senin (16/1/2017). Setiap tahun, peminat masuk ke fakultas ini terus meningkat.  F Suprizal Tanjung

Garuda mengangkat pendidikan Uniba dengan memberikan diskon kepada civitas akademika Uniba dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti apa bentuknya?

Dari sekian banyak perguruan tinggi (PT) di Provinsi Kepri, Uniba satu-satunya dan pertama kali mendapat apresiasi tinggi dan kepercayaan dari Garuda.

Bertempat di kampus Uniba, Batam Kota, Jumat (11/8), General Manager (GM) Garuda Branch Office Batam, Setya Budhi dan Prof Dr Jemmy Rumengan menandatangai Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Uniba dengan Garuda.

Pascapenandatanganan kerja sama tersebut kata tokoh pendidikan di Kepri tersebut, keluarga besar Uniba seperti mahasiswa, staf, dosen dan lainnya mendapat potongan dari harga normal sebenarnya dari Garuda. Dengan demikian, proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian berupa seminar, kuliah umum, dan lainnya akan semakin mudah dan murah (ada diskon). Diskon ini berlaku untuk penerbangan domestik (nasional) sampai internasional untuk semua kelas tiket. Kelas ekonomi maupun Very Importan Person (VIP).

‘’Apa yang sudah diberikan manajemen Garuda kepada Uniba sangat kita syukuri. Karena ini langka, pertama, dan sangat mengangkat kualitas pendidikan, dan membantu keluarga besar Uniba dalam proses belajar mengajar, terutama Tri Dharma Perguruan Tinggi,’’ sebut Ketua Dewan Pengawas serta Penasehat Uniba, di Bintang Kopi depan kampus Uniba, Senin sore (14/8/2017).

Jemmy yang merupakan mantan rektor Uniba selama dua periode 2006-2014 itu menambahkan, hampir setiap minggu Uniba mendatangkan guru bersar (Profesor) dari Unervistas Andalas (Unand) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Universitas Pembangunan Veteran di Jakarta, serta berbagai profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional lainnya.

Yayasan Griya Husada yang menaungi Uniba pernah berkoordinasi untuk mendatangkan mantan Direktur Rumah Sakit (RS) Erasmus University Rotterdam – Rotterdam, Netherlands (Belanda), Drs Bert Aukema MBA. Bert Aukema sudah di Batam, Sabtu malam (25/4/2015). Ini pendidikan level internasional. Semua itu membutuhkan biaya tiket pesawat tidak murah.

Masih di tahun ini juga papar lelaki yang ikut membangun dari awal Institut Kesehatan Indonesia (IKI) di Jakarta tahun 2013 lalu itu, Uniba juga mendulang prestasi lain. Prestasi kali ini diraih Prodi Sarjana Kedokteran Uniba yang mendapat akreditasi peringkat B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) tanggal 23 Juni 2017 lalu dan ditandatangani Ketum LAM-PTKes, Prof dr Usman ChatibWarsa Sp MK PhD.

Prosesi, prapenilaian, dan penilaian LAM-PTKes ini relatif berat. Sarana dan prasana, Sumber Daya Manusia (SDM) andal berupa staf dosen guru besar, laboratorium, perpustakaan lengkap dan lainnya mutlak diperlukan.

Rata-rata, prodi di Uniba telah mendapatkan Akreditasi B pada program S1. Prodi pasca sarjana (S2) Manajemen, Akuntansi, Kenotariatan, dan Hukum telah lama mendapatkan akreditasi B dari BAN PT.

Uniba memiliki hubungan internasional dengan Universitat Der Bundeswehr Germany (Universitas Pertahanan Jerman). Bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

‘’Laboratorium Uniba juga mencetak prestasi dengan meraih peringkat keempat se-Indonesia,’’ sebut Jemmy yang juga Ketua Dewan Pengawasdan Penasehat Uniba.

Masih tentang prestasi kata Jemmy, nama baik Uniba diukir oleh laboran (orang yang bekerja di laboratorium, red) Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Batam (Uniba) Dr Suryanti, saat mempresentasikan dan tes Food Model, di Hotel Menara Peninsula, Jalan S Parman Slipi Jakarta Barat, Senin (15/8/2011). Food Model adalah model, atau contoh makanan untuk media pembelajaran di sekolah, kampus, kantor dan lainnya.

Di usia Uniba yang 17 kata Jemmy, Uniba, khususnya FK, semakin dipercaya masyarakat Indonesia. Terbukti mahasiswa Fakultas Kedokteran didominasi dari luar Kepri. Mereka datang dari Sumatera Barat (Sumbar), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan lainnya. Sayangnya, hanya 10-15 persen saja, putra daerah Kepri yang masuk di FK Uniba. Ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) se Kepri, Pemerintah Kabupaten se Kepri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk mengirim putra putri terbaik untuk menimba ilmu di perguruan tinggi milik anak Melayu dan didirikan di negeri Melayu ini. Jangan sampai nanti, kebesaran Uniba, ternyata lebi banyak dinikmati putra putri dari luar Kepri.

Hingga kini papar lelaki ‘’lasak’’ dengan ilmu pengetahuan ini menjelaskan, Uniba telah memiliki total 7.000 mahasiswa, dan 12.000. alumnus. Alumnus tadi telah menyebar dan mengabdi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, rumah sakit, puskesmas, bahkan ada yang menjadi birokrat, politisi, bahkan pengusaha.

Bentuk lain peningkatan SDM di Uniba dan Kepri adalah dengan terus memotivasi karyawan, sarjana, akademisi, politisi, birokrat (PNS), DPRD, DPR, dan aparat keamanan untuk tidak berhenti dengan raihan pendidikan S1, S2. Kalau bisa sampai dapat S3.

Pada level nasional, kita masih kekurangan. Sementara, pemerintah mewajibkan perguruan tinggi (PT) untuk memiliki 60 persen tenaga pengajar Doktor pada tahun 2020 nanti. Uniba sudah mendekati persentase tersebut.

Program S3 itu bukan hal yang sulit. Orang-orang di Indonesia, dan Kepri khususnya mempunyai intelektual yang tidak kalah dengan SDM dari negara lain. Putra-putri Kepri bisa dengan mudah mendapatkan gelar Doktor. Masalahnya, peluang masuk dan meraih gelar S3 tadi terbatas. Guna meraih S3 membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya. Khusus dana, kalau biaya sendiri tentu berat. Seseorang perlu sponsor (membantu membiayai, red). Sponsor bisa saja dari Pemko, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemprov, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ataupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan, kini tidak ada lagi perbedaan antara dosen, guru besar, PTS dan PTN. Pemko Batam dan Pemprov Kepri berkwajiban mengalokasikan dana APBD sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan dan diberikan kepada PTS di Kepri, termasuk Uniba. Sebelumnya, hal ini telah diperkuat dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi.

Yang menentukan besar sebuah lembaga pendidikan, sebut mantan aktivis kampus ini, bukan status PTN atau PTS-nya, tapi kualitas tenaga pengajar, kualitas sistem pendidikan, sarana penunjang pendidikan.

Kendala bagi Kepri untuk bisa menghasilkan banyak Doktor adalah tidak adanya program S3. Masyarakat Kepri, kalau ingin mendapatkan pendidikan S3, harus pergi ke daratan Sumatera, atau Jawa. Semua itu membutuhkan biaya lebih untuk transportasi, hotel, penginapan, tempat kos, makan minum, dan lainnya. Ini berdampak kepada menurunnya jumlah peminat dan lulusan Doktor.

Tahun 2018 ini Unib siap membuka program doktoral (S3) Manajemen dengan program studi (Prodi) SDM, dan Pengembangan Wilayah. Lalu S3 Ilmu Hukum dengan Prodi Bisnis dan Kesehatan. Kita juga sedang mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi kepada Kementerian Pendidikan.

Uniba mengadakan kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Pertamina Pusat dengan target melahirkan RS Bunda Halimah yang berfungsi sebagai RS Pendidikan pertama di Kepri. RS Pendidikan ini untuk mendukung Fakultas Kedokteran Uniba sekaligus guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Kepri. RS Pendidikan Kepri ini berfungsi sebagai Pusat Kardios, Pusat Medical Check Up, Pusat Transplantasi Ginjal, Rehabilitasi (penderita stroke dan lainnya), dan Kedokteran Kecantikan.

Terkait hal ini, Uniba bekerja sama dengan BK Hospital Korea Selatan diwakili Profesor Kim, dan Profesor Tanaka dari Jepang. Kim dan Tanaka ini akan menjadi dosen terbang dan tenaga ahli Uniba. Mereka akan mentransfer ilmu pengetahuannya di bidang kesehatan kepada putra putri Kepri yang mengabdi di Uniba dan berbagai lembaga formal dan nonformal lainnya di Kepri.

Kenapa harus mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri? Tak percaya dengan SDM lokal? Pendidikan itu tidak boleh kaku. Kita tetap cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita cinta bangsa Indonesia. Bentuknya dengan memberikan porsi lebih kepada banyak anak bangsa Indonesia mengabdi di Uniba. Untuk hal-hal tertentu, tidak ada salahnya kita belajar dengan Korsel dan Jepang.

Ini sebut Jemmy, bukan menggadaikan negara dan harga diri bangsa. Malah ini upaya nyata Uniba untuk ikut berpartisipasi, mengabdi kepada masyarakat dengan meningkatkan sektor pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Kepri. Jemmy memang kreatif, inovatif, dan tidak segan melakukan hal-hal baru yang kadang kurang diterima masyarakat umum. Tapi hasilnya nyata. Nama Uniba semakin berkibar di Kepri.

Tak salah bila mantan Koordinator Kopertis X (meliputi wilayan Sumatera Barat, Kepri, Riau, dan Jambi), Prof DR Damsar MA pada Senin (10/10/2011) lalu menyebutkan, Jemmy adalah aset Provinsi Kepri, dan nasional. Jemmy dinilai sebagai sosok yang inovatif, bisa membuat terobosan yang susah dilakukan orang lain, mengerti persoalan adminstrasi, dan memahami hal-hal kecil tapi menentukan dalam sebuah perjuangan membesarkan pendidikan di Kepri.

‘’Kita salut dengan berbagai terobosan yang dilakukan Pak Jemmy. Dan itu harus kita hargai secara positif,’’ papar guru besar di Unversitas Andalas ini. ***


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Garuda Angkat Kualitas Pendidikan Uniba

Monday 19 December 2016 | Diklat

        Oleh: Lendy W Wibowo   I. Pendahuluan Tidak dipungkiri, hasil kegiatan prasarana…

Monday 5 June 2017 | Blog

Tagged: dinas kesehatan provinsi bali, struktur organisasi dinas kesehatan, Sub Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Bali…

Saturday 10 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Berikut adalah Hasil Koreksi EMIS Pusat terkait Siswa ganda Satminkal. Mohon Lembaga Yang Terterah Untuk Mengkroscek Data…

Friday 4 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

UNDUH FORMULIR FK-OPMA Se-Kecamatan Jogoroto Kab Jombang