D3 Keperawatan Mitra Bunda Persada Raih Akreditasi B

Juga Pernah Raih Akreditasi Institusi B dari BAN PT

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan, Sekolah Tinggi Kesehatan (STIkes) Mitra Bunda Persada, Batam meraih akreditasi predikat B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT Kes) Indonesia.

STIKES Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya nomor 1, Kota Batam, Telpon (0778) 429431, (0778) 7068283, Minggu (28/4/2013). F Suprizal Tanjung

‘’Predikat B tersebut ditandatangani Ketum LAM-PT Kes Indonesia, Prof Dr Usman Chatib Warsa Sp Mk di Jakarta, tertanggal 29 Juli 2017,’’ sebut Ketua STIKes Mitra Bunda Persada, dr H Mawardi Badar MM di Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Selasa (8/8/2017).

NS Didi Yunaspi MKep di kampus  (STIKes) Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Rabu (9/11/2016). F Suprizal Tanjung

Sementara itu, Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan STIKes Mitra Bunda Persada Batam, NS Didi Yunaspi MKep menyebutkan, peringkat B yang diraih Prodi D3 Keperawatan nilainya 309.

Bicara mengenai akreditasi peringkat B ini sebut Didi, ini merupakan kebijakan dari pemerintah dan sebagai syarat bagi para alumnus untuk lebih mandiri dan professional. Lulusan D3 Keperawatan dengan akreditasi peringkat B, bisa mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau bekerja di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau Polisi. Sisi positif lain dari pencapaian akreditasi ini, mahasiswa-mahasiswi bisa mendapatkan beasiswa dari berbagai lembaga, atau pihak manapun yang peduli dengan pendidikan.

Akreditasi prodi ini papar Didi, berlaku selama lima tahun ke depan. Setelah itu, STIKes Mitra Bunda Persada kembali melakukan re-akreditasi Prodi D3 Keperawatan tadi.

‘’Insya Allah pencapaian akreditasi B ini tidak mudah didapat. Banyak poin yang dinilai. Lewat kerja sama semua pihak di internal STIKes Mitra Bunda Persada, kita optimistis, apa yang sudah kita capai ini bisa bermanfaat, bisa dipertahankan, dan akan kita raih kembali,’’ kata Didi.

Apa yang dicapai STIKes Mitra Bunda Persada kali ini, adalah prestasi lanjutan. Sebelumnya, lembaga pendidikan ini, telah mendapat Akreditasi Institusi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada Juli 2015 lalu. Untuk total prodi, saat ini , STIKes Mitra Bunda Persada telah memiliki Prodi S1 Pro NERS, Prodi D3 Keperawatan, Prodi D3 Kebidanan, dan S1 Farmasi.

Untuk tahun ajaran kali ini, kata Didi, mereka melakukan Program Pengenalan Studi Mahasiswa (PPSM) yang diikuti 206 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai prodi yang ada. Melalui PPSM ini, diharapkan para mahasiswa saling mengenal satu sama lain, mengenal para dosen, kampus, system pendidikan, serta hal-hal lain. Semua ini menjadi dasar guna membentuk mental, dan semangat cinta pendidikan, dan cinta almamater.

Mutu STIKes terus ditingkatkan. Beberapa upaya peningkatan kualitas sebelumnya telah dilakukan. Salah satunya bersama Universitas Andalas (Unand) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di STIKes, Rabu (5/6/2013). Event bersejarah bagi STIKes itu sekaligus diisi dengan seminar sehari bertema Pengembangan SDM untuk Menunjang Percepatan Pembangunan di Kepri.

Mereka juga pernah melaksanakan Seminar & Workshop Patient Safety, Minggu (28/4/2013). Event tahunan itu diikuti 300 mahasiswa. Kegiatan dibagi dalam tiga tahapan. Setiap tahapan diikuti 100 mahasiswa. Sseminar yang mengambil tema Membangun Budaya Patient Safety dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan ini menghadirkan tujuh tim fasilitator yang diketuai DR Yuliansyah Badar SpOG dari Rumah Sakit Otorita Batam.

Saat ini rumah sakit, puskeskas dan lainnya kadang terjadi medical error (kesalahan medis, red). Seminar & Workshop Patient Safety sangat penting demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui seminar ini, mahasiswa dilatih/ dididik untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal dan mengurangi medical error. Medical error bisa saja berbentuk kesalahan pemberian obat, prosedur, dan tenaga (orang yang memberikan pelayanan). Bila sudah mendapat bekal bagaimana menangani dan mengantisipasi medical error, maka mahasiswa akan memiliki wawasan dan pengalaman lebih baik dibandingkan sebelum seminar. ***


Suprizal Tanjung’s Surau