Kondisi Geografis Jadi Kendala Penyaluran Bantuan Untuk Korban Banjir

Faktor geografis membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas kesulitan menjangkau Desa Supang, Kecamatan Kapuas Hulu, dan Jakatan Masaha, Kecamatan Mandau Telawang, yang dilanda banjir.

Sebagai gambaran, jarak tempuh dari Kuala Kapuas, ibu kota Kabupaten Kapuas ke Desa Sei Hanyo, ibu kota Kecamatan Kapuas Hulu, mencapai 356 km. Baru kemudian perjalanan dilanjutkan ke Desa Supang. Sedangkan untuk mencapai Desa Jakatan Mahasa di Kecamatan Mandau Telawang, harus menggunakan perahu bermesin dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dari Desa Sei Hanyo.

“Untuk menjangkau desa-desa di sekitar Mandau Telawang harus menggunakan perahu ces sekitar 6 jam,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, Minggu(16/7/2017).

Sulitnya kondisi geografis itulah yang menjadi salah satu penyebab lambatnya bantuan dari Pemkab Kapuas, terutama sembako, bagi warga korban banjir.

“Memang Kabupaten Kapuas masih dalam tanggap darurat banjir. Sampai saat ini belum ada korban, baik itu meninggal dunia, sakit, dan lainnya,” ungkap dia.

Panahatan menyebutkan, warha sebenarnya telah mengantisipasi datangnya banjir dengan membangun rumah panggung. Meski begitu, aktivitas belajar mengajar di sekolah dan perkantoran terpaksa di liburkan lantaran debit air semakin tinggi.

“Kita masih berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan dan desa, terkait kondisi banjir. Itupun mereka harus ke Desa Sei Hanyo baru bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler,” ungkap Panahatan.

Sumber: http://www.borneonews.co.id


Info Kabupaten Kapuas