Kasus Pungli Dinas Pendidikan Kapuas Terus Bergulir, Ancaman 4 Tahun Penjara Menanti [Rangkuman Berita]

Kabid PAUD Disdik Kapuas Tersangka Baru

Selama 2 hari penyelidikan, Polres Kapuas menetapkan Kabid PAUD berinisial SP sebagai tersangka baru kasus Operasi Tankap Tangan (OTT), saat jumpa pers di depan Makopolres Kapuas, Kamis (13/7/2017). Begitu mendapat laporan adanya pungli di Dinas Pendidikab Kabupaten Kapuas, aparat Polres langsung melakukan penyelidikan.

“Pada hari pertama kita menyita uang sebesar Rp36.600.000 sebagai barang bukti,” ungkap Kapolres Kapuas, AKBP Sachroni Anwar kepada wartawan.

Dihari berikutnya, Rabu (12/7/2017), aparat Polres Kapuas melakukan rekonstruksi di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. “Dan kita temukan uang tunai sebesar Rp49.600.000 dalam boks sepeda motor Yamaha mio,” kata Kapolres.

Dalam kasus ini, Polres Kapuas menetapkan 3 tersangka yakni TI dan MS, Kasi dan Staf serta SP yang menjabat sebagai Kabid PAUD Disdik Kabupaten Kapuas. “Kita lakukkan penyelidikan lebih lanjut, dan kita akan periksa juga Plt Kadisdik Kabupaten Kapuas,” terangnya.

Kapolres menyebutkan, ketiga tersangka dijerat pasal 12E UU Tindak Pidana Korupsi Tahun 2011. “Dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.”

http://www.borneonews.co.id/berita/69211-kabid-paud-disdik-kapuas-tersangka-baru

 

Polisi Sita Rp85,6 Juta dari Tangan Tersangka Oknum Disdik Kapuas

Dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukkan Polres Kapuas terhadap oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, yakni 3 ASN Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), polisi menyita uang tunai Rp85,6 juta.

“Kita lakukkan penyelidikan pada hari selasa, dan dari hasil penyelidikan kita sita uang sebesar 36 juta rupiah,” ungkap Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar saat jumpa pers, Kamis (13/7/2017) .

Kemudian, jajaran Polres kembali melakukkan penyelidikan hari Rabu (12/7/2017). “Dan kembali kita temukan uang Rp49,6 juta di dalam bagasi tersangka,” imbuhnya.

Dalam kasus ini polisi menetapkan SP yang menjabat sebagai Kabid PAUD Disdik Kabupaten Kapuas sebagai tersangka karena terlibat dalam melakukkan pungli sebesar Rp300 ribu pada setiap Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setiap dalam pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD) tahun anggaran 2017.

“Barang bukti yang kita sita yaitu uang tunai sebesar 85,6 juta, dokumen naskah perjanjian hibah Daerah tentang pemberian hibah dan penyelenggaraan penerimaan bantuan PAUD, surat keputusan bupati Kapuas tanggal 3 Juli 2017 tentang penetapan penerima dana alokasi khusus non fisik bantuan penyelenggaraan PAUD tahun anggaran 2017, surat Keputusan tentang penetapan tim manajemen dana alokasi khusus non fisik bantuan penyelenggaraan PAUD tahun anggaran 2017, satu unit sepeda motor yamaha mio, dan 4 buah handphone,” pungkas Kapolres.

http://www.borneonews.co.id/berita/69214-polisi-sita-rp85-6-juta-dari-tangan-tersangka-oknum-disdik-kapuas

 

Jadi Tersangka Kasus Pungli Guru PAUD, Tiga ASN Disdik Ini Terancam Penjara 4 Tahun

Dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Kapuas Selasa (11/7/2017) dan Rabu (12/7/2017), akhirnya Polres Kapuas menetapkan tiga orang tersangka.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar dalam Press Release, Kamis (13/7/2017) mengatakan, tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Tr (40), Wy (42) dan Sp (45). Untuk Sp adalah Kabid Paud dan Dikmas, Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

“Dari pengakuan mereka (tersangka), uang yang diminta dari guru Paud yang mau mengambil dana masing-masing Rp 300 ribu dengan alasan untuk membeli Alat Tulis Kertas atau ATK. Sementara jumlah sekolah Paud di Kabupaten Kapuas ada 378 sekolah,” kata kapolres yang didampinggi Wakapolresnya Kompol Witdiardi, Kabag Ops Kompol Januar serta Kasat Reskrim AKP Iqbal Sengaji.

Dari pengeledahan di beberapa ruangan di Kantor Dinas Pendidikan Kapuas, polisi antara lain menyita dokumen naskah perjanjian hibah, tentang pemberian hibah dalam bentuk uang bantuan operasional penyelenggara pendidikan anak usia dini, SK Bupati Kapuas nomor 295/Disdik tahun 2017, tanggal 3 Juli, tentang penetapan penerimaan dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun.

http://kalteng.tribunnews.com/2017/07/13/video-jadi-tersangka-kasus-pungli-guru-paud-tiga-asn-disdik-ini-terancam-penjara-4-tahun

 

Nasib Kadisdik Kapuas dalam Pusaran Pungli Tergantung Penyidikan

Penyidikan kasus dugaan pungutan liar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas akan terus berlanjut. Sp, seorang pejabat Disdik jadi orang ketiga yang jadi tersangka. Bagaimana nasib Kepala Dinas Pendidikan?

Kapolres Kapuas, AKBP Sachroni Anwar di Kuala Kapuas, Kamis (13/7/2017) menyatakan pihaknya akan terus melakukan pengembangan penyidikan kasus operasi tangkap tangan ini. Apakah ada keterlibatan Kepala Disdik, menurutnya itu akan terlihat dari hasil penyidikan.

“Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi itu tergantung hasil penyidikan nantinya,” ujar Sachroni kepada wartawan.

Kadisdik Kapuas, Ilham Anwar, sebelumnya menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan untuk melakukan pungli. “Saya tidak pernah memerintahkan perbuatan yang berbau pungli. Jika ada yang berani melakukan, tertunya akan menjadi tanggung jawabnya aendiri,” ucap Ilham di Kuala Kapuas, Rabu (12/7).

Dalam hal melaksanakan tugas, dirinya selalu berpesan agar tidak melakukan perbuatan yang berbau pidana. Jika ada yang berani tentunya akan menjadi tanggung jawab individu itu sendiri.

Ilham mengaku dirinya mendapat laporan jika akan ada penggeladahan di kantornya pada Selasa (11/7) itu dari staf PAUD. Hari itu dirinya ada kegiatan di dewan.

“Saya tidak mwngetahui jika ada perbuatan pungli tersebut. Saya sama sekali tidak mengira jika ada kejadian OTT pungli tersebut,” ungkapnya.

Yang jelas, salah seorang bawahan langsung Kepala Disdik Kapuas, yakni Sp, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia adalah Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat pada Disdik Kapuas.

Sp menjadi tersangka ketiga dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (11/7) lalu itu. Sehari sebelumnya, polisi sudah menetapkan T dan M sebagai tersangka.

Sachroni mengatakan, penetapan tersangka terhadap seseorang bukanlah perkara mudah. Harus memenuhi unsur, minimal ada dua alat bukti yang cukup.

“Sp merupakan Kabid PAUD dan Dikmas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Yang bersangkutan baru menjabat sebagai kabid sejak bulan Januari 2017 lalu,” terang Sachroni .

Dikatakan, kini ketiga tersangka telah ditahan di rutan Polres Kapuas selama 20 hari ke depan. Penahanan akan diperpanjang bila diperlukan.

Dalam proses OTT pungli ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa Rp86 juta uang tunai, 3 kardus berkas dokumen, dan satu buah sepeda motor.

“Kepada para tersangka akan dijerat dengan pasal 12 E UU Tipikor no 31 tahun 1999 dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta,” beber Kapolres.

http://www.kalamanthana.com/2017/07/13/nasib-kadisdik-kapuas-dalam-pusaran-pungli-tergantung-penyidikan/

 


Info Kabupaten Kapuas