Beberapa fakta dan trivia Sherlock “The Empty Hearse”

Kemungkinan SPOILER. Bagi yang belum nonton, silakan nonton dulu.

  • Judul episode pertama season ketiga ini adalah The Empty Hearse. Judul ini merupakan pelesetan dari cerita asli Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle berjudul The Empty House yang juga menceritakan kembalinya Sherlock dari kematian (palsu).
  • Mary (Amanda Abbington), tunangan John Watson di episode kali ini adalah pasangan sebenarnya dari Martin Freeman (pemeran Watson) di dunia nyata. Mereka sudah punya dua orang anak. Dan iya, mereka pasangan tapi tidak menikah 🙂
  • Orang tua Sherlock yang hadir di episode kali ini merupakan orang tua asli dari Benedict Cumberbatch.
  • Sosok pria misterius di ending episode ini diperkirakan adalah calon musuh Sherlock selanjutnya, Charles Augustus Magnussen/Milverton. Di cerita asli karangan Conan Doyle, ia adalah penjahat yang pekerjaannya memeras para korbannya.
  • Hasil pengamatan Sherlock pada Mary yang tertera pada pop-ups episode ini adalah Lib Dem, Only Child, Size 12, Guardian, Bakes Own Bread, Linguist, Part-time Nurse, Short sighted, Clever, Romantic, Cat Lover, Appendix, Scar, Secret Tattoo, Disillusioned dan…Liar.KGAAs9u
  • Ada tiga teori cara Sherlock mengelabui kematian yang diceritakan di episode ini. Tiga-tiganya adalah teori yang paling populer di kalangan fans-base di internet dan forum-forum (Kecuali teori yang sangat Gay itu, itu sungguh cuma buat lucu-lucuan).
  • Tukang Hipnotis yang muncul di awal episode ini adalah Derren Brown. Dia adalah semacam Deddy Corbuzier-nya Inggris 😛
  • Skenario episode ini ditulis Mark Gatiss, yang juga memerankan kakak Sherlock: Mycroft.
  • Tunangan yang dikenalkan Molly di akhir episode ini memakai pakaian yang persis biasanya Sherlock pakai. Makanya Sherlock dan Watson nampak menahan ketawa di adegan ini.
  • Latar belakang episode ini adalah peringatan Guy Fawkes. Kejadian di mana rencana pengeboman gedung parlemen Inggris pada tahun 1605 gagal dan pelakunya, Guy Fawkes, ditangkap.  Hari peringatan ini biasanya diisi dengan anak-anak berkeliling meminta sumbangan untuk membeli kembang api, pesta kembang api, dan penyalaan api unggun besar yang dijadikan tempat membakar boneka Fawkes di berbagai tempat.

Secara keseluruhan, menurut saya ini adalah salah satu episode Sherlock yang kurang maksimal secara plot cerita. Namun masih sangat menghibur karena kemampuan akting keren dari para aktornya.

Curiganya, episode ini semacam pembukaan dengan tujuan utama memanjakan para fans setelah dua tahun penantian. Terbukti dari porsi besar visualisasi teori karangan fans tentang cara Sherlock survive, karakter Sherlock yang berkembang semakin manusiawi dan humoris, dan kilasan adegan Sherlock di Serbia ketika ia berambut…panjang pirang.

Tapi tentu saja, masih ada dua episode lagi yang perlu ditunggu. Janjinya sih akan rilis dalam seminggu dua minggu kedepan ini. Just wait…


A Journal of A Not-Superman Human