Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

WITIR TIGA RAKAAT KENAPA DIBAGI DUA?

Jun
20
2017
by : .... Posted in : Blog, Diklat

DSC00038WITIR 2+1
Ramadhan 1438 (2017) dilaksanakan sholat Witir 3 Rakaat yg dibagi menjadi 2 sholat {2+1 = 2 takbir ihram, 2 tahiyat akhir, duduknya iftirasy apa tawarruk?}. Katanya ini lebih kuat dari 3 rakaat langsung salam, apa benar sih?
.
Dicari dalilnya yg katanya lebih kuat itu, ternyata ketemunya ini:
.
Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِى الْوِتْرِ ، حَتَّى يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ
“Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991).
.
Kalau dalilnya cuma ini berarti belum kuat betul karena terbatas sholatnya Ibnu Umar saja. Kita yg mengakui “Sholatlah kamu sebagaimana menyaksikan aku sholat” tentu lebih mencari sholatnya Rasulullah.
.
WITIR RASULULLAH
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)
.
Inilah salah satu dalil bahwa Rasulullah sholat Witir 3 rakaat langsung satu salam.
.
Kalau memang mau, witir 1 rakaat saja, riwayat Muslim bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat antara shalat ‘Isya’ (biasa disebut ‘atamah) dan shalat Shubuh sebanyak 11 raka’at. Beliau salam setiap dua raka’at dan berwitir dengan satu raka’at.”
.
Diriwayatkan dari Abu Dzi’b, dari Ibnu Syihab, dari ‘Aisyah, beliau berkata,
كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يصلى بالليل إحدى عشرة ركعة بالوتر، يسلم بين كل ركعتين.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sebanyak 11 raka’at dan sudah termasuk witir dan beliau salam setiap dua raka’at.”
.
Berdasarkan keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalat malam itu?” Beliau menjawab:
« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »
“Dua rakaat – dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)
.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
Jadi dali dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28), ini tentunya lebih kuat dari yg 2+1 sebab hanya menerangkan Witir Ibnu Umar(?)
.

PENUTUP
Rasulullah Shollallahu alaihi wa Salam bersabda:

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)
.

Inilah pedoman sholat kita. Maka tidaklah tepat membedakan witir dengan shalat Maghrib itu dengan cara memecah witir yang 3 raka’at menjadi 2 kali salam. Sebab pendapat ini tidak didukung dalil dari nabi. Hadits sangat tegas menunjukkan bahwa witir 3 raka’at dilakukan dengan hanya satu kali salam, dan inilah yang terbaik, sebab ini merupakan amalan Rasulullah.

.

Adapun dalil yang dipakai membolehkan witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu dengan hadis bahwa shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat (maksudnya setiap 2 rakaat salam, maka cara pendalilan ini tidak tepat lantaran dalilnya bersifat umum. Padahal dalil-dalil tentang shalat witir adalah sudah ada, jelas dan tegas semuanya dengan satu kali salam, yakni di rakaat terakhir, baik itu witir 1 rakaat, 3, 5. Dalam kasus ini, dalil umum harus ditinggalkan karena sudah ada dalil yang bersifat khusus. Dengan demikian agar shalat witir itu berbeda dengan shalat Maghrib, maka witir 3 raka’at dilakukan satu kali salam dan tanpa tasyahud awal (cukuplah dengan satu tasyahud di akhir raka’at saja), sebab shalat Maghrib dilakukan dengan 2 tasyahud.[Al Masaa-il, Jilid 2, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat; Bagaimana Tarawih dan I’tikaf Rasulullah b, Syaikh Albani]

.
Wallahu a’lam bishshowab.

صلوا كما رأيتموني أصلي
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)


JAMAAH AS-SUNNAH BUNTOK

tags:
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya WITIR TIGA RAKAAT KENAPA DIBAGI DUA?

Monday 21 April 2014 | Blog

Kapas adalah lembut   serat stapel berbulu yang tumbuh dalam boll   atau kapsul pelindung   sekitar biji tanaman…

Wednesday 11 January 2017 | Diklat

Angka Kredit Pada Kegiatan PKB yang Diperlukan untuk  Kenaikan Pangkat Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor…

Saturday 10 December 2016 | Blog

Samsung Galaxy S6 – Ponsel yang menjadi penerus dari Samsung Galaxy S5 ini menurut rumor yang…

Saturday 29 July 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kapuas melakukan kajian lapangan terkait pemasangan rambu-rambu lalu lintas di Sungai Kapuas.…