Pesta Demokrasi Harus Bermartabat, Hindari Isu SARA

Pesta demokrasi merupakan sarana memilih kepala daerah, jangan sampai menebarkan isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) hingga terjadi perpecahan umat di Kabupaten Kapuas.

“Masyarakat Kabupaten Kapuas sudah dewasa dalam berdemokrasi.Sebab bukan sekali ini saja Pemilihan Kepala Daerah. Masyarakat diminta untuk dewasa dalam berdemokrasi. Sampai saat ini situasi Kapuas aman, damai dan sejuk. Jangan samapai terhasut oleh isu sara yang memecabelah umat,” kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Kapuas H Masyumi Rifa’i kepada Borneonews, Rabu (14/6/2017).

Ia melanjutkan jika memamg tidak senang dengan kepemimpinan yang ada sillakan memeilih yang lain. Sebab tujuan pilkada itu sendiri merupakan sarana demokrasi di mana masyatakat memilih pemimpin daerah,jangan sampai persatuan dan kesatuan hancur oleh kepentingan pribadi, golongan dan kelompok-kelompok tertentu.

“Dalam Demokrasi beda pilihan biasa,kalau seorang tidak suka dengan pilihan yang satu silakan memilih yang tetapi jangan sampai membuat keresahan,fitnah sehingga berakibat pada perpecahan persatua dan kesatuan di kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, satu hal yang terpenting jangan sampai golput. Masyarakat harus benar-benar dididik berdemokrasi. Dengan pengalaman berulang kali tentu pilkada masyarakat Kapuas semakin dewasa dan semakin maju dalam berpikir. “Insyaallah pilkada kedepan berjalan dengan baik lancar dan bermartabat,” harapnya.

Masyumi menambahkan hingga saat ini belum ada isu-isu yang berkembang di masyarakat yang berpotensi mengganggu stabiliatas keamanan di Kabupaten Kapaus.Tetapi bukan berarti harus lengah dengan kondisi seperti ini.

“Dengan kondisi seperti ini jangan sampai kita lengah, tetapi mari kita menjaga stabilitas keamanan Kabupaten Kapuas yang selalu damai rukun dan sekarang tidak ada gejolak yang mengraha pada isu sara yang berdampak pada perpecahan,” pungkas dia.

Sumber: http://www.borneonews.co.id


Info Kabupaten Kapuas