Home » Blog » Kamu Anti Cina yang Mana?
Advertisement
loading...

Akhir-akhir ini kata China menjadi isu sensitif yang kerap dibicarakan di mana-mana.

Tidak mau kalah, mari kita bicara China juga. Tapi, dari sudut pandang bahasa. Lebih tepatnya, dari bidang keilmuan Toponimi.

Fakta pertama adalah, dalam bahasa China sendiri tidak ada ditemukan kata “China/Cina”. China menyebut negara mereka dengan sebutan Zhong Guo. Republik Rakyat China dalam bahasa aslinya disebut Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó atau Zhōnghuá Mínguó (Republic of China).

Untuk etnisnya, mereka menyebut diri mereka sendiri dengan nama Han atau Tang. Belum lagi etnis-etnis turunannya seperti Zhuang, Uyghur, Tibetan, Mongol, Manchu dan seterusnya. Tapi tetap saja, tidak ditemukan kata “China” di situ.

Jadi darimana asal kata China?

Ada beberapa teori, namun tidak ada satupun yang kebenarannya dapat dipastikan.

Teori pertama menyebutkan, kata China berasal dari bahasa Persia; Cin/Chini, yang artinya Keramik atau Porselin. Kenapa Keramik? Karena kawasan yang menjadi negara China sekarang dikenal sebagai pengrajin barang-barang keramik yang diimpor ke Persia dan Eropa sejak abad ke-14.

Lalu ada lagi teori bahwa kata China adalah turunan dari bahasa Sanskrit; Cīna, yang disebutkan pada teks-teks Hindu kuno merujuk pada kawasan sekitar Tibet-Burma sekarang.

Teori lain menyebutkan bahwa kata China muncul pertama kali dari kerajaan kuno di kawasan Guizhou yang menyebut diri mereka sendiri “Zina”.

Yang jelas seperti yang sudah disebutkan tadi. Tidak ada yang tahu pasti, dari mana kata China ini berasal.

Masalahnya, ketidakjelasan ini menyebalkan. Khususnya ketika kita bicara tentang isu sensitif sekarang.

Kata China bisa digunakan untuk mendeskripsikan etnis, atau negara, atau kultur kebudayaan, dan bisa juga status kewarganegaraan.

Contohnya, penduduk provinsi Xinjiang adalah warga negara China, tapi mereka bukan etnis China.

Atau di Taiwan, mereka mungkin adalah etnis China, tapi tidak merasa sebagai bagian dari warga negara China.

Dan sekali lagi, orang China tidak pernah menyebut mereka sendiri “China” atau “Chinese” dalam bahasa China sendiri.

Jadi, kamu anti Cina? Cina yang mana? Yang keramik?


A Journal of A Not-Superman Human

File added : Wednesday, June 7th 2017.
Category : Blog
tags: , , , ,

Related Post Kamu Anti Cina yang Mana?

April 18th
2014

Motif Batik disebutkan dalam abad ke-17 Malay Annals

Batik disebutkan dalam abad ke-17 Malay Annals. Legenda pergi ketika Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India untuk mendapatkan
May 4th
2014

Batik Punya Cerita

Menghasilkan sebuah batik yang memiliki nilai tinggi memang tidak gampang. Sebab pembatiknya harus dimodali kemampuan visualisasi dan ilmu spiritual. Pendapat itu dilontarkan desainer kondang
June 16th
2017

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.05/2017

Download Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.05/2017 tanggal 14 Juni 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya dalam Tahun Anggaran 2017 kepada Pimpinan dan
April 16th
2014

Perawatan agar motif batik tetap terjaga dengan baik

Perawatan Kain Batik : Pencucian Pencucian kain batik tradisional sebaiknya dengan menggunakan cairan air lerak gitu. Dan  Air lerak ini biasanya sudah tersedia dalam
June 24th
2017

Silaturahim ANNAS dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Desember 2014

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT