Capaian PAD Kapuas Masih di Bawah Target

Capaian target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kapuas tahun 2017 ini masih di bawah target. Dari target yang dipatok Rp95 miliar, saat ini baru tercapai Rp39 miliar atau 40% dari target.

“Memasuki semester tiga nanti pada bulan Juli harus sudah tercapai 50 persen,” kata Kepala Bandan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Andreas Nuah kepada Borneonews di kantornya, Senin (12/6/2017).

Ia menegaskan pihaknya saat ini menggenjot sumber-sumber PAD baik pajak maupun retribusi. Salah satunya, pajak sarang burung walet yang memerlukan komitmen bersama antara pemerintah dengan pengusaha sarang burung walet.

“Kami masih berupaya untuk menertibkan pemilik sarang burung walet yang tidak berkontribusi untuk pembangunan daerah dengan membayar pajak,” tegas Andreas.

Menurut Andreas, untuk jaminan kesehatan di puskesmas, angkanya masih nol karena belum setor. Nanti pada bulan Juli, jika semua sudah masuk pihaknya optimistis PAD bisa mencapai 50%. Selain pajak sarang walet, pihaknya juga mengaku kesulitan menarik pajak tambang pasir.

“Dari seluruh pendapatan Rp1,6 Triliun kita sudah mencapai 43 persen atau sekitar Rp715 miliar. Namun saat ini kami masih kesulitan untuk menarik pajak dari penambang pasir baik itu yang dijual keluar daerah mau pun di dalam daerah,” ungkap dia.

Saat ini, kata Andreas, untuk pajak mineral dan logam masih terus berjalan terutama yang berkaitan dengan perusahaan swasta. Hanya saja, kendalanya bentuk pengawasan serta perizinan sudah menjadi kewenangan provinsi. Namun dalam UU Nomor 23 tahun 2016 masih mengatur bahwa daerah (kabupaten) masih berhak menarik pajak dari perusahaan.

Sumber: http://www.borneonews.co.id


Info Kabupaten Kapuas