Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sengaja Dihilangkan, Terpaksa Beralih ke Pertalite

May
24
2017
by : ... Posted in : Dokumentasi

Premium Makin Langka

Premiun langka di Batam dua bulan terakhir. Pertamina terus mengurangi pasokan, meski sudah tak disubsidi lagi. Upaya menghapus premium pelan-pelan dengan ”memaksa” warga menggunakan pertalite.

Batam Pos, Batam

Pakai Pertalite, Mesin Lebih Awet. Dengan Oktan 90 Melaju Lebih Jauh. Itulah dua dari beberapa bunyi kampanye Pertamina yang ditemukan di hampir setiap SPBU. Sebuah kampanye yang meminta masyarakat beralih dari premium (beroktan 88) ke pertalite atau BBM di atasnya, seperti pertamax yang beroktan 98.

Kampanye tersebut gencar dilakukan sejak pertalite resmi diluncurkan pada Juli 2016 silam. Namun, perbedaan harga yang mencolok dengan premium membuat masyarakat tetap saja memilih premium. Saat ini, premium di Batam dilepas dengan harga Rp 6.450 per liter, sementara pertalite Rp 7.900, lebih tinggi dari daerah lainnya di Indonesia yang menjual pertalite dari kisaran Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per liter.

Di awal-awal diluncurkan, pasokan premium ke SPBU di seluruh Indonesia, termasuk Batam, tetap normal. Tidak ditemukan kelangkaan. Masyarakat tinggal memilih jenis BBM yang ingin digunakan untuk kendaraannya. Premium, pertalite, atau pertamax plus. Namun, beberapa bulan terakhir, pola penjualan premium dan pertalite berubah. Jalur untuk premium dikurangi. Bahkan, saat ini rata-rata SPBU di Batam hanya menyediakan satu jalur untuk pengisian premium.

Rudi, warga Perumahan Puriagung, Mangsang, mengaku BBM jenis premium memang kerap habis di SPBU Tanjungpiayu. Kondisi ini membuatnya memilih BBM jenis lain yang lebih mahal; pertalite atau pertamax. Kalaupun buka, hanya beberapa saat saja. Itupun antre panjang.

”Karena dibilang kosong ya ujung-ujungnya harus memilih jenis yang lebih mahal,” kata Rudi, Minggu (21/5).

Dia menduga krisis BBM jenis premium ini disengaja agar warga beralih ke pertalite. ”Isunya seperti itu, kalau premium sering habis, otomatis kita beralih ke jenis lain, lama-lama dibuat terbiasa mengisi BBM jenis lain,” katanya.

Padahal, sambungnya, rata-rata warga menggunakan BBM jenis premium.

”Harapan kami, jangan sampai BBM jenis premium dihilangkan, karena ini satu-satunya paling terjangkau untuk kalangan seperti kami,” ujar pedagang kue ini.

Salah satu petugas SPBU Tanjungpiayu yang meminta namanya tak dikorankan mengakui jika SPBU tersebut memang sering mengalami kekosongan premium.

”Tapi akhir-akhir ini sudah normal. Cuman, karena daerah sini hanya satu SPBU-nya, makanya sering antrean panjang,” ucapnya.

SPBU Tanjunguncang misalnya, jika ada stok premium, maka pompa pengisian premium hanya bertahan selama tiga sampai empat jam saja. Setelah itu tutup dengan alasan premium habis.

Buruh di Batam yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua adalah pihak yang paling merasakan dampak dari langkanya premium. Ketua Garda Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Suprapto menilai, situasi ini disengaja oleh pemerintah agar warga beralih ke BBM yang lebih mahal. BBM nonsubsidi.

”Tidak hanya buruh, premium juga banyak dipakai kalangan menengah ke atas. Jika premium langka, ekonomi para buruh semakin terhimpit. Terpuruk lagi,” ujarnya, Sabtu (20/5).

Menurutnya, premium seharusnya tak boleh dihilangkan, sebab harga premium saat ini bukan lagi BBM subsidi, sehingga tak ada alasan untuk menghilangkannya.

Lalu benarkah ada pengurangan pasokan dari Pertamina? Jawaban pihak SPBU beragam. Ada yang menjawab ada pengurangan, ada juga yang membantah.

General Manager SPBU Simpang Bundaran Madani, Dadang Mai Asdinata contohnya. Menurutnya, terjadinya kekosongan premium karena adanya perubahan jadwal pengiriman. Namun, ia tak membantah adanya kekosongan di dispenser premium karena kehabisan stok.

”Biasa jam pengiriman operasionalnya pagi, sekarang sore atau malam. Makanya sempat kosong, tapi hanya sebentar. Soalnya malam sudah dikirim,” terang Dadang, Sabtu (20/5).

Menurutnya, setiap harinya SPBU Simpang Ocarina mendapat jatah premium berkisar 20-24 KL (kilo liter). Sementara untuk pertalite, pihaknya bisa menghabiskan 16 -50 KL sehari.

”Kalau pertalite memang lebih banyak, karena peminatnya juga lebih banyak. premium sering habis, karena permintaan juga masih tinggi,” kata Dadang.

Berbeda dengan Dadang, Yuli -pengawas SPBU Jodoh- mengatakan tahun lalu SPBU Jodoh mendapat jatah 20 KL per hari. Namun sekarang hanya mendapat jatah antara 10 KL sampai 8 KL saja.

”Dulu 20 KL, terus 16 KL, terus 10 KL, sekarang antara 8 sampai 10 KL,” sebutnya.

Untuk peminat premium, ia mengaku sudah tak begitu banyak. Banyak konsumen yang sudah beralih ke pertalite.

”Dulu yang 5 hari habis, sekarang sehari sudah isi ulang. Kalau jatah premium, kita setiap hari masih dapat. Ini lagi nunggu antrean di pertamina,” tuturnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Batam menyebutkan secara tidak langsung Pertamina berhasil mencuci otak masyarakat menggunakan pertalite. Bukan lagi berdasarkan kesadaran menggunakan pertalite, tetapi lebih kepada keterpaksaan.

”Masyarakat terpaksa karena tak ada pilihan. Posisinya bukan karena kesadaran lagi,” ujar Ketua YLKI Kota Batam, Fachri, Jumat (19/5).

Ia menilai, Pertamina berhasil memainkan psikologi masyarakat lewat spanduk-spanduk dan slogan ”sayangi mesin gunakan pertalite” yang ada di setiap SPBU.

”Kita dianjurkan menggunakan pertalite, saat yang sama premium mulai dihilangkan,” tutur dia.

Mengurangi jalur premium dengan menyisakan satu jalur saja di setiap SPBU, itupun sering kosong, menurut Fachri sama saja memaksa masyarakat pindah ke pertalite. Padahal, belum tentu semua masyarakat bisa menggunakan BBM tersebut.

”Kalau orang punya uang okelah. Tapi bagaimana mereka yang mencari sesuap nasi dengan mengandalkan berkendaraan, seperti tukang ojek dan sebagainya. Apa itu adil?” tanyanya.

Fachri tak percaya dengan semua alasan tak ada pengurangan pasokan premium. Sebab, logika sederhananya, jika pasokan premium tak dikurangi dan makin banyak masyarakat beralih ke pertalite, maka seharusnya stok premium di SPBU tak akan habis.

”Jangan seperti sekarang. Sama saja membohongi publik. Ngaku tidak ada pengurangan, padahal di SPBU kosong semua,” sesalnya.

Harusnya premium harus tetap disediakan dengan kuota yang tetap di setiap SPBU. Premium ini harus tetap ada sampai nanti tidak diminati masyarakat.

Senada dengan Fachri, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, menilai cara-cara yang dipakai untuk menghilangkan premium saat ini dirasa konyol. Harusnya, jika memang premium mau dihapus, disosialisasikan saja secara terbuka ke masyarakat dari sekarang.

”Supaya masyarakat tidak terkejut jika tiba-tiba dihapus. Jangan arogan,” katanya. Dalam waktu dekat, Nuryanto mengaku akan meminta klarifikasi dari Pertamina mengapa premium saat ini makin langka.

Pertamina Akui Pasokan Berkurang

Setelah sebelumnya tak mengakui ada pengurangan pasokan, Pertamina akhirnya mengakui kalau penyaluran rata-rata harian premium di Batam yang sebelumnya 450 kilo liter (KL) per hari, kini turun jadi 350 KL per hari.

Officer Communication & Relations Pertamina Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra menyebutkan tren tersebut terjadi sejak seminggu terakhir.

”Kalau mau tahu berapa potretnya sekarang ya segitu, per minggu ini (penyalurannya turun),” kata Arya, saat dikonfirmasi Sabtu (20/5).

Ia mengatakan, semenjak premium tidak lagi disubsidi, memang terjadi pola perubahan suplai premium. Saat masih subsidi penyaluran berdasarkan kuota. Setelah tidak disubsidi, kini merujuk pada permintaan atau kebutuhan premium di lapangan. Semakin tinggi permintaan semakin tinggi juga Pertamina menyalurkan premium.

”Sistem bukan seperti dulu waktu subsidi yang pakai kuota, sekarang berapa demand-nya segitulah yang kita supply. Misalkan hari ini SPBU minta sekian, kita kirim (sesuai permintaan),” terang dia.

Menurutnya, dengan mekanisme yang demikian, jumlah penyaluran premium pada suatu kondisi bukan hal yang mutlak. Artinya sewaktu-waktu akan berubah sesuai dengan permintaan pasar.

”Penyaluran kita potretnya mingguan, artinya naik turun itu bukan berarti potret tahunan. Waktu 450 KL disampaikan saat tingginya kebutuhan premium. Jadi nggak bisa dibanding dengan tahun lalu berapa atau beberapa waktu lalu,” papar dia.

Ke depan, angka penyaluran pun demikian akan berubah sesuai dengan kebutuhan. Arya mencontohkan, penurunan akan terjadi seperti menjelang Ramadan sekarang. Ini merupakan tren rutin tahunan.

”Nanti naik lagi H-3 hingga H+4, ini puncaknya penyaluran,” terangnya.

Ditanya, apakah ada penurunan suplai premium seiring desas desus premium dihapus? Arya menolak berkomentar banyak, pasalnya yang punya wewenang terkait hal tersebut merupakan ranahnya pemerintah dalam hal ini Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

”Yang pasti sesuai dengan Peraturan Presiden 191 Tahun 2014 premium masih tetap ada karena jenis bahan bakar ini merupakan penugasan pemerintah, walau tidak disubsidi lagi,” kata dia, Jumat (19/5).

Arya menambahkan, kini angka penyaluran premium juga masih tinggi dibanding pertalite. Jika premium 350 KL per hari, pertalite hanya 265 KL per hari.

”Kalau mau dihapus? Buktinya sekarang penyaluran premium masih di atas pertalite,” ucapnya.

Dia mengatakan, kekosongan premium yang kerap terjadi di beberapa SPBU di Batam selama ini disebabkan karena arus distribusi yang terhambat. Mengingat Kepri tempat Batam berada merupakan daerah kepulauan.

”Ini kendala utamanya, mau tak mau kapal harus jadi transportasi utama,” imbuhnya. (she/cr19/eja/nji/rng/cr13)


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Sengaja Dihilangkan, Terpaksa Beralih ke Pertalite

Saturday 1 October 2016 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Baik kita akan ulas sedikit profil tentang profesi peawai negeri dengan jabatan sebagai guru. Profesi ini…

Sunday 9 April 2017 | Dokumentasi

Kepada Yth : Kepala SMP Negeri dan Swasta (Daftar Nama Terlampir) di – SURABAYA Menindaklanjuti surat…

Friday 24 February 2017 | Dokumentasi

Kepada : Yth. Sdr. Ka UPTD BPS Wil. 1-5 Di – SURABAYA Dalam rangka pelaksanaan kegiatan…

Monday 12 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kapuas dalam waktu dekat mengelar pasar…