Permohonan Paten

1). Paten diberikan atas dasar permohonan

2). Setiap permohonan hanya dapat diajukan untuk satu invensi atau beberapa invensi yang merupakan satu kesatuan invensi

3). Permohonan diajukan dengan membayar biaya kepada Direktorat Jenderal

4). Apabila permohonan paten diajukan oleh pemohon yang bukan inventor, permohonan tersebut harus disertai pernyataan yang dilengkapi bukti yang cukup bahwa ia berhak atas invensi yang bersangkutan. Inventor dapat meneliti surat permohonan yang diajukan oleh pemohon yang bukan inventor sebagaimana tersebut diatas dan dengan biaya sendiri dapat meminta salinan dokumen permohonan tersebut

5). Permohonan dapat diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI)

6). Permohonan harus memuat : a. Tanggal, bulan dan tahun permohonan b. Alamat lengkap dan alamat jelas pemohon c. Nama lengkap dan kewarganegaraan inventor d. Nama dan alamat lengkap kuasa, apabila permohonan diajukan melalui kuasa e. Surat kuasa khusus, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa f. Pernyataan permohonan untuk dapat diberi paten g. Judul invensi h. Klaim yang terkandung dalam invensi i. Deskripsi tentang invensi, yang secara lengkap memuat keterangan tentang cara melaksanakan invensi j. Gambaran yang disebutkan dalam deskripsi yang diperlukan untuk memperjelas invensi k. Abstrak invensi

7). Permohonan yang diajukan oleh inventor atau pemohon yang tidak bertempat tinggal atau tidak berkedudukan tetap di wilayah Negara Republik Indonesia harus diajukan melalui kuasanya di Indonesia. Inventor atau pemohon tersebut harus menyatakan dan memilih tempat tinggal atau kedudukan hukum di Indonesia untuk kepentingan permohonan tersebut

8). Ketentuan lebih lanjut tetang cara pengajuan permohonan diatur dengan peraturan pemerintah

Filed under: Paten Tagged: Direktorat, inventor, surat permohonan
TRADEMARKPATENT