Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Gelar Dialog untuk Mencarikan Solusi Masalah Kemasyarakatan

Apr
04
2017
by : ... Posted in : Dokumentasi

Uniba Asah Kepedulian Sosial Mahasiswa

KELUARGA besar Universitas Batam (Uniba) bukan hanya berkosentrasi pada sektor pendidikan semata. Akademisi yang bermarkas di Jalan Abul Yatama Batam Kota tersebut juga tidak henti melakukan pengabdian kepada masyarakat. Apa saja itu?

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Sekitar 500 mahasiswa Uniba ditambah dengan sekitar 35 dosen Uniba melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus bakti sosial (baksos) di Desa Tiang Wangka dan Desa Rempang Cate, Kelurahan Rempang Cate, Kecatamatan Galang, Sabtu (25/3/2017) mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Muhammad Tommy Arby Rumengan SE.

‘’Baksos yang kita lakukan ini sejak 2006 sampai sekarang ini merupakan satu dari Tri Darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kita libatkan ratusan mahasiswa, kita asah kepedulian sosial mereka sejak dini,’’ sebut Ketua Dewan Penyantunan Anak Yatim dan Fakir Miskin Uniba, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SE MM yang juga Penasehat Yayasan Griya Husada Batam, Uniba di kampus Uniba, Batam Kota, Senin (27/3/2917).

Jemmy menambahkan, beberapa baksos yaitu dilakukan yaitu membangun bak sampah besar untuk masyarakat Tiang Wangka. Dilanjutkan dengan Penyuluhan Sosial Ekonomi dan Teknologi Tepat Guna.

‘’Kemudian dilakukan Pemetaan Sosial Kemasyarakatan di Rempat Cate. Masih di hari yang sama, dilakukan verifikasi data masyarakat miskin. Tujuannya, dalam waktu dekat akan disalurkan lagi santunan kepada anak yatim piatu yang ada di daerah tersebut sesuai dengan data (warga duafa, red) terbaru,’’ papar Jemmy didampingi Wakil Ketua Dewan Penyantunan Anak Yatim dan Fakir Miskin Uniba, Muhammad Tommy Arby Rumengan SE.

Kegiatan lain yang dilakukan hari itu yaitu menyerahkan bantuan berupa tiga unit komputer kepada pengurus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah tersebut. Tidak kalah pentingnya, juga dilakukan studi research tentang Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur di kampung tua dan pesisir. Puncak acara dilakukan diskusi tentang hambatan, dan kendala warga Rempang Cate, terutama sekali terkait dengan persoalan status lahan, pembangunan, dan lainnya.

Sehubungan dengan berbagai persoalan yang ada di Desa Tiang Wangka dan Desa Rempang Cate, akademisi Uniba siap membantu masyarakat sekaligus menjadi mitra Pemko Batam dan Pemprov Kepri. Terutama sekali dalam hal mencarikan solusi, melakukan penelitian bagaimana agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat bisa teratasi, dan dicarikan jalan keluarnya. Di samping di dua desa tadi, Uniba juga memberikan bantuan kepada pesantren dan panti asuhan di Batam. Salah satunya kepada Pesantren Bina Ummah pimpinan Hj Ummy Mardiana Adamri Husainy di Batuaji.

Hadir dalam baksos tersebut, Panglima Gagak Hitam, Udin Pelor alias Arba Udin, Wakil Rektor (Warek) I Uniba, DR Bambang Satriawan, Warek III Uniba, Dahlan Gunawan, Dekan Pakultas Teknik Uniba, Nurhatisya Sofany SST, MKom, Dekan Fakultas Ekonomi Uniba, DR Chablullah Wibisono, Ketua Panitia KKN Fakultas Teknik Uniba, Ridho Maulana, Ketua Panitia KKN Fakultas Ekonomi Uniba, Geri Teguh Saputra.

Sementara itu Muhammad Tommy Arby Rumengan SE yang juga menjabat sebagai Panglima Muda Taruna Gagak Hitam menyebutkan, generasi muda mempunyai peluang dan kesempatan besar untuk terus menunjukkan kepekaannya. Terutama sekali kepada berbagai persoalan sosial, kemasyarakatan, adat istiadat, agama, dan lainnya di tengah masyarakat.

Pemuda sebagai pelanjut pembangun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini punya peluang, namun juga kendala. Peluang sudah jelas. Dengan menjadi akademisi, banyak hal bisa dilakukan untuk menunjukkan keberpihakannya kepada bangsa dan NKRI ini. Misalnya melalui bakti sosial, seminar, penyuluhan dan lainnya. ‘’Generasi muda juga punya kendala, yaitu suka mencoba hal baru, padahal itu perbuatan negatif. Seperti menggunakan minuman keras, narkoba, dan lainnya. Ini jelas tidak baik dan berlawanan dengan aturan dan hukum di negara kita,’’ papar Tommy yang kini sedang mengembangkan berbagai usaha di Batam dan Jakarta.

Tommy menambahkan, April 2017, Akademisi Uniba akan menyalurkan gula pasir untuk ribuan kepala keluarga (KK) duafa di 12 kecamatan se Batam. Rinciannya, satu KK akan mendapat 1 kg gula pasir. Selain itu, mereka juga akan menyerahkan satu unit becak motor (bentor) merek Kaisar untuk satu kecamatan. Bentor tadi digunakan untuk menyalurkan gula pasir dan juga boleh digunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat untuk masyarakat di kecamatan.

‘’Pakai dan rawatlah bentor tersebut. Bentor itu untuk masyarakat, milik masyarakat,’’ tutup Tommy.

Dilanjutkan Jemmy, Uniba hadir untuk memberikan sumbangan intelektual kepada putra-putri Melayu dan masyarakat tempatan di Tanah Bunda Melayu ini. Tidak berhenti sampai di situ saja. Uniba terus dikembangkan dan dibesarkan dari sisi kuantitas dan kualitas. Bentuk nyata dari semua itu adalah dengan mendirikan 18 program studi (Prodi) D1 dan S1 seperti Keperawatan, Kebidanan, dan Fakultas Kedokteran.

Lalu ada empat Prodi S2 (master) yaitu Magister, Hukum, Akuntansi, dan Kenotariatan. Kenotariatan satu-satunya di Kopertis X dan terbesar di Kepri. 2016 lalu, Uniba bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar ujian profesi Kenotariatan dan lulus 100 persen.
Rata-rata, prodi tadi telah mendapat Akreditas B dari Badan Akreditas Nasional (BAN). Uniba memiliki hubungan internasional dengan De Universitaet Des Bundes Wehr (Universitas Pertahanan Negara Jerman) Muenchen Germany (Jerman). Bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat (Sumbar), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pada sisi kualitas, pemerintah mewajibkan perguruan tinggi (PT) untuk memiliki 60 persen tenaga pengajar Doktor pada tahun 2020 nanti. Uniba sudah mendekati persentase tersebut. Ini satu lompatan cukup jauh dan cepat yang dilakukan Uniba.
Sejalan dengan itu, Uniba tengah mempersiapkan diri membuka program Doktor (S3) dengan kosentrasi SDM, dan Pengembangan Wilayah. Lalu S3 Ilmu Hukum dengan konsentrasi Bisnis dan Kesehatan. Uniba juga sedang mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi kepada Kementerian Pendidikan.

Selain itu juga, Uniba mengadakan kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Pertamina Pusat dengan target melahirkan RS Pendidikan pertama di Kepri. RS Pendidikan ini untuk mendukung Fakultas Kedokteran Uniba sekaligus guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Kepri. RS Pendidikan Kepri ini berfungsi sebagai Pusat Kardios, Pusat Medical Check Up, Pusat Transplantasi Ginjal, Rehabilitasi (penderita stroke dan lainnya), dan Kedokteran Kecantikan.

Agar lebih maksimal, Uniba bekerja sama dengan BK Hospital Korea Selatan yang akan diwakili Profesor Kim, dan Profesor Tanaka dari Jepang. Kim dan Tanaka ini akan menjadi dosen terbang dan tenaga ahli Uniba. ***

 


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Gelar Dialog untuk Mencarikan Solusi Masalah Kemasyarakatan

Wednesday 1 March 2017 | Dokumentasi

Berikut kami sampaikan Hasil Akhir Seleksi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tahun 2017 – Dinas…

Friday 28 July 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Download Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-6499/PB/2017 tanggal 24 Juli 2017, tentang Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Pencairan/Pembebanan dan…

Tuesday 20 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah02. b.PENULISAN_KARYA_INOVATIF_PS_2017.pdf STRUKTUR PWS(2) 02. IPKPS MADYA.doc 2.1 a Analisis Kompetensi, Materi,…

Tuesday 20 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Komputer dengan protokol TCP/IP dapat terhubung ke komputer lain dan jaringan lain karena bantuan peralatan jaringan…