Home » Dokumentasi » Senang Melihat Generasi Muda Pintar dan Kreatif
Advertisement
loading...

Direktur Politeknik Negeri Batam, DR Ir Priyono Eko Sanyoto DEA

Tenang, bersemangat, tidak banyak bicara. Itulah sosok Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr Ir Priyono Eko Sanyoto DEA. Namun sekali ditanya dan mendapat kesempatan berbicara, Eko akan menjawab sampai kepada hal mendetil. Ingatannya tajam, wawasannya luas. Itulah pribadi lelaki yang menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 di Perancis (1986-1992) tersebut. 16 tahun memimpin Politeknik. Banyak hal sudah dilakukan dan diraih lelaki bertangan dingin ini, Salah satunya, Politeknik Batam diubah menjadi negeri.

poltek-priyono-eko-sanyoto-dan-sta-27-feb-2013-rabuf-suprizal-tanjung-20 image

Priyono Eko Sanyoto (kiri) dan Suprizal Tanjung di Politeknik Batam, Rabu (27/2/2013). F Suprizal Tanjung

Lembaga pendidikan ini juga menjadi satu-satunya Politeknik yang di luar Jawa yang mendapat Authorized Maintenance Training Organisation (AMTO, atau lembaga pelatihan pesawat terbang bersertifikat) dari Kemenhub, untuk memberikan serifikasi basic lisence kepada lulusan D3 Teknik Perawatan Pesawat Udara. Bagaimana Eko meraih semua itu? Pengabdian lanjutan apa lagi yang akan dilakukannya untuk masyarakat di Tanah Bunda Melayu ini? Bertempat di lantai tiga kampus Politeknik Negeri Batam, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Teluk Tering, Batam Kota, Batam, Jumat (26/1/2017), redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung mewawancarai Eko. Berikut laporannya.

politeknik-negeri-batam-terbit-minggu-5-februari-2017-b-image-3

Anda 16 tahun memimpin Politeknik Batam. Bagaimana awal mulanya?
Saat itu saya menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketua Badan Otorita Batam (BOB) Drs H Ismeth Abdullah meminta saya mengabdi di Kepri. Pemprov Riau, Pemprov Kepri mengatakan masyarakat Kepri membutuhkan saya. Tidak berpikir lama, langsung saya aminkan permintaan itu. BOB, ITB, Pemko Batam, dan Universitas Riau (UNRI) kemudian mendirikan Politeknik Batam. Maret 2001 saya memimpin Politeknik Batam.

Kampusnya dimana dan apa jurusan yang dibuka?
Lokasi kampus di gedung Pertamina Tongkang, Batuampar. Hanya tiga program studi (prodi) yaitu D3 Elektronika Industri, D3 Aplikasi Perangkat Lunak, dan D3 Akuntansi.

Banyak kekurangan di berbagai sektor?
Tepat sekali. Ketika itu, dosen kita hanya berjumlah 18 orang. Jumlah mahasiswa saat itu juga sangat sedikit. Membutuhkan waktu untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat Kepri terhadap Politeknik. Politeknik adalah nama yang baru namun sangat menjanjikan dan diperlukan dunia industri di Kepri. Sayangnya sebagian masyarakat belum tahu bahwa sudah ada Politeknik di Tanah Bunda Melayu ini.

Tim Politeknik harus kreatif dan menjemput bola?
Itu harus. Kita pergi ke kabupaten, kota, dan pulau-pulau di Kepri. Kita paparkan keunggulan dan manfaat masuk ke Politeknik. Alhamdulillah. Masyarakat Kepri sangat mendukung dan senang,

Berat melakukan cara jemput bola?
Alhamdulillah, kami malah senang. Kami banyak mengunjungi pulau, kota, dan kabupaten. Deburan ombak, terpaan angin saat di kapal, menjadi hiburan alam yang sulit dilupakan. Rasa lelah, jauhnya perjalanan dengan kapal menjadi hilang ketika orang tua langsung menjatuhkan pilihannya memasukkan anaknya ke Politeknik Batam. Mereka tidak ragu menitipkan putra-putrinya mendapatkan pendidikan di Politeknik. Pelan-pelan tapi pasti, Politeknik semakin dikenal dan diminati generasi muda.

Ada upaya meningkatkan kualitas?
Barometer keberhasilan satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) atau Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah Sumber Daya Manusia (SDM) berupa, dosen, dan staf. Mereka adalah motor yang menggerakkan sistem pendidikan. Kita terus memperbaiki keadaan dengan menambah dosen menjadi total 134 dengan jenjang pendidikan S1 dengan persentase 30 persen, S2 dengan persentase 70 persen. Enam dosen bergelar doktor (S3) dari luar negeri seperti Uuf Brajawidagda, Budi Sugandi, Daniel Sutopo Pamungkas, Metta Santiputri, Martina Damayanti dan Hanifah Widiastuti. Ke depan semua dosen akan disekolahkan meraih gelar doktor. Laboratorium, perpustakaan, komputer, bengkel, dan lainnya semakin dilengkapi.

Hasil dari perjuangan selama ini?
Pertanyaan ini yang saya tunggu. Pada Oktober 2010 di Irian Jaya, Presiden (saat itu) Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan status Politeknik Batam menjadi Politeknik Negeri Batam. Saya hadir di Irian Jaya saat itu. Kita adalah PT negeri pertama di Kepri. Alhamdulillah. Semua bergembira. Ini adalah prestasi, kebanggaan, kebahagiaan bagi masyarakat Kepri pada umumnya.

Lambat prsoses penegeriannya?
Tidak. 10 tahun itu relatif cepat. Proses menjadikan Politeknik menjadi negeri tidak seperti lembaga pendidikan yang lain. Politeknik adalah lembaga pendidikan elit, khas, dan sangat dibutuhkan dunia industri, terutama manufaktur elektronik, shipyard, industri ringan, industri berat, teknologi informasi dan komunikasi, perbankan, dan lainnya. Politeknik hanya akan menjadi negeri bila dosen, staf, sistem pendidikannya sudah mengacu kepada standar nasional dan internasional. Semua sistem sudah siap dan jalan.

Pengembangan apa yang Anda lakukan di Politeknik?
Awalnya kita hanya punya tiga prodi, kini berkembang menjadi 14 prodi yang tersebar di empat jurusan yaitu Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Mesin, dan Manajemen Bisnis. Kita memiliki sekitar 3.500 mahasiswa dari berbagai jurusan, serta telah melepas sekitar 2.500 alumnus.

Keberhasilan lain?
Kita terus bergerak dan semakin tertantang. Tiap jurusan melakukan berbagai terobosan, pengembangan, pengabdian, dan penelitian. Mahasiswa juga banyak mengukir prestasi di berbagai iven. Misalnya Juara umum Kontes Robot Indonesia Regional Sumatera selama 5 tahun berturut-turut dari 2011-2015, bahkan pada tahun 2011 kita menjadi 2nd Runner Up Finalis Kontes Mobil Hemat Energi tingkat nasional 2015 di Malang Jawa Timur. Kemudian Juara I dan II Animasi Budaya Lokal pada Pagelaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) tingkat nasional di tahun 2014, dan menempatkan 5 Finalis dari 10 finalis kategori yang sama pada tahun 2016, Juara II Festival Pajak Tingkat Nasional tahun 2016. Terakhir, kami Juara I Kontes Robot Sepakbola Nasional 2016 dan akan berlaga mewakili Indonesia pada Kontes Robot Internasional di Jepang, Juni 2017. Anda lihat sendiri, raihan prestasi itu daftarnya panjang. Nanti Anda lelah menulisnya. Jadi, tulis beberapa saja. Ha ha ha.

Prestasi lain di tingkat nasional?
Kita adalah satu dari 12 Politeknik Negeri yang diperkuat melalui Program Revitalisasi Politeknik secara nasional mulai 2017. Dalam program tersebut kita mengusung dua prodi unggulan yaitu Elektronika Manufaktur dan Perawatan Pesawat Udara. Elektronika Manufaktur dilengkapi dengan fasilitas fabrikasi skala mini berupa Teaching Factory Manufacturing Electronics di bidang IC Packaging, PCB Manufaturing dan PCB Assemby yang mendukung industri mikroelektronika nasional. Sementara Perawatan Pesawat Udara yang menjadi tempat pendidikan bagi para calon teknisi berlisensi internasional dalam perawatan pesawat terbang. Ini adalah prodi langka dimana Politeknik menjadi bengkel pesawat latih yang biasa digunakan untuk latihan pilot. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memberikan AMTO kepada Politeknik untuk menggelar pendidikan bersertifikat. Di Indonesia hanya ada dua perguruan tinggi yang saat ini mendapat AMTO yaitu Politeknik Negeri Batam, dan Politeknik Negeri Bandung.

Jika ada pendidikan perawatan pesawat, tentu harus ada bengkel?
Saya sudah menduga Anda akan bertanya ke arah itu. Bengkel pesawat membutuhkan tenaga tersertifikasi AMTO. Dunia penerbangan mempunyai karakter safety-priority and full-regulated, sehingga semua diatur dengan sangat ketat organisasi internasional. Ini membuka kesempatan berharga bagi putra-putri di Kepri ini. Bengkel pesawat kita sediakan, dan itu membutuhkan investasi tidak sedikit. Ini penting dan sejalan dengan keberadaan maskapai penerbangan Lion Air yang sudah membuka bengkel penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam, Sriwijaya Air akan membuka bengkel di Bintan. Kemudian Garuda juga akan membuka bengkel.

Hubungan bengkel dengan Politeknik dan Kepri pada umumnya?
Bengkel penerbangan jelas akan membutuhkan SDM berupa teknisi. Siapa menjadi teknisi pesawat terbang? Mereka adalah putra-putri tempatan, alumnus Politeknik Negeri Batam dari prodi Teknik Perawatan Pesawat Udara yang berlisensi dari AMTO. Ini cita-cita saya. Insya Allah ini menjadi amal jariyah saya di sisi Allah. Hanya lulusan jurusan ini yang akan mengisi lowongan kerja mahal, bergengsi, dan dibutuhkan dunia penerbangan ini. Ini pendidikan masa depan menjanjikan dan cemerlang. Gajinya pasti besar.

Politeknik yang Anda pimpin sudah siap?
Insya Allah. Semua (dosen, staf, serta lainnya) harus terus kompak, dan punya niat besar dan tulus membangun sektor pendidikan di Kepri. Dulu ketika Politeknik masih kecil, kita begitu bersemangat. Masa sudah besar, lalu menjadi kendor (semangatnya). Itu tidak boleh. Tahun 2017 ini, prodi Teknik Perawatan Pesawat Udara, prodi Perencanaan dan Konstruksi Kapal, prodi Robotika, dan prodi Teknik Instrumentasi resmi dibuka dan menerima mahasiswa angkatan pertama. Ke depan kita buka lagi prodi-prodi andal, dibutuhkan, dan terkait masyarakat tingkat nasional dan internasional. Untuk informasi dapat diperoleh di website: http://www.polibatam.ac.id

Pernah melakukan terobosan?
Tentu. Beberapa di antaranya dengan membuka kampus baru di Kawasan Industri Batamindo Mukakuning dengan prodi Teknik Mesin, Teknik Elektronika, Teknik Informatika, dan Akuntansi. Mahasiswanya adalah para pekerja di kawasan industri dan masyarakat sekitarnya. Kampus ini dibangun untuk memberikan kesempatan luas kepada tenaga kerja untuk meningkatkan pendidikannya, dengan jarak tempuh lebih dekat, dan tentu akan lebih terjangkau. Kita juga pernah mengadakan kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste dan dengan membuka Warung Prancis, di Kampus Politeknik Batam, Warung Prancis adalah jalan untuk bekerja dan kuliah di Prancis.

Keinginan Anda membangun pendidikan bagai tidak pernah habis. Apa ada yang memotivasi dalam keluarga?
Bapak saya guru SMP. Beliau pernah menjadi kepala SMPN 1 Tanjungpandan, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kepala SMPN 2 dan SMPN 4 di Yogyakarta. Saya banyak mendengar, melihat, dan merasakan jerih payah, kehidupan, kegembiraan, kebanggaan, sekaligus duka seorang guru. Jiwa dan semangat seorang guru turun ke saya. Saya cinta dengan pendidikan. Jika boleh diibaratkan, jiwa dan raga saya bernuansa pendidikan. Senang melihat generasi muda pintar, kreatif, dan ingin terus menjadikan generasi muda pintar lewat pendidikan. Alumnus kita semakin diminati. Belum lulus sudah diminta bekerja di berbagai perusahaan. Lulusan kami juga banyak yang berkarir di bidang teknologi di luar negeri.

Ganti topik. Ada bantuan biaya untuk pendidikan mahasiswa?
Kita punya program beasiswa Bidik Misi. Mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi bebas biaya pendidikan sampai diwisuda. Lalu ada program PMDK Berprestasi. Di sini calon mahasiswa bebas biaya pendidikan untuk semester I jika bisa menunjukkan nilai rapor atau Ujian Akhir Nasional (UAN) tertinggi. Kita juga mengupayakan mahasiswa mendapatkan beasiswa dari berbagai lembaga manapun. Prinsipnya dari sisi biaya pendidikan, kita menerapkan biaya pendidikan kepada calon mahasiswa sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarganya. Sehingga selama calon mahasiswa punya semangat, motivasi dan gairah yang tinggi untuk melanjutkan studi, maka secara finansial kita sudah menyiapkan solusinya

Nampaknya Anda masih memiliki keinginan lain?
Ha ha ha. Banyak. Semoga kesampaian semua. Salah satunya adalah memperluas area kampus. Tahun 2010 kita pindah dari Batuampar ke Batam Center. Seiring dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan, kampus seluas 10,5 hektare saat ini sudah kurang memadai. Relatif sempit. Kita memerlukan tempat baru yang lebih luas. Ada rencana kita akan mengembangkan ke daerah Barelang. Lokasi pastinya kita rahasiakan dulu lah.

Anda dulu pernah kuliah di Prancis? Apa beda Prancis dengan SDM kita di Indonesia?
Begitu berbeda. Orang Prancis, dan orang barat umumnya sangat tepat waktu, sangat serius dalam hal apapun. Mereka sangat aktif tanpa disuruh. Mereka juga jujur dan mau mengakui kesalahan dan kebenaran yang mereka lakukan. Tidak segan meminta maaf. Mereka tidak mau menjadi penonton, atau hanya mendengar apa kata dosen. Masyarakat mereka kreatif, cerdas, dan kritis. Ini perlu kita contoh untuk menghasilkan calon pemimpin yang inovatif, cerdas, dan cepat mengambil keputusan untuk bangsa dan negara.

Kita bisa seperti masyarakat Prancis?
Insya Allah bisa. Tidak ada yang mustahil asal ada niat dan mau melakukan. Secara tidak langsung, sedikit-sedikit saya tularkan semangat belajar dan jiwa kritis, berani maju, tidak malu-malu, dan jiwa inovatif masyarakat Prancis kepada staf, dosen, dan mahasiswa. Upaya saya sudah ada hasilnya. Semua kini biasa bergerak cepat, dan kreatif.

Soal dukungan pemerintah Prancis kepada dunia pendidikan?
Ini yang perlu (pemerintah) kita contoh. Pemerintah Prancis tidak tanggung-tanggung mengucurkan dana untuk dunia pendidikan. Pendidikan diutamakan. Siswa, mahasiswa tidak kesulitan mendapatkan pendidikan murah dan berkualitas. Kita perlu mencontoh budaya positif mereka. Jangan biarkan dunia pendidikan, akademisi, perguruan tinggi ‘’bekerja’’ sendiri membangun dunia pendidikan. Pemko, Pemkab, Pemprov, dan pengusaha juga harus mendukung. Jangan hanya dibebankan kepada pemerintah pusat. Kenapa? Ini kan putra-putri Melayu dan tempatan. Mereka anak-anak kita. Kalau mereka diwisuda, pemerintah daerah pasti membutuhkan mereka untuk mengisi berbagai sektor kehidupan di Kepri. Ibarat pohon (mahasiswa), sejak kecil pemerintah dan pengusaha harus memberi pupuk dan menyirami. Nah saat pohon (mahasiswa) itu berbuah (wisuda), buahnya kan pemerintah dan pengusaha juga yang akan menikmati. Jangan sampai pohon disirami oleh A, ketika berbuah Z yang menikmati. ***

Biodata

Nama: DR Priyono Eko Sanyoto
Tempat Lahir: Telukpandan Belitung, Provinsi Bangka Belitung
Tanggal Lahir: 30 Juni 1957
Keluarga: Anak keenam dari 11 bersaudara
Anak: Satu (perempuan)

Jabatan
Direktur Politeknik Negeri Batam (2001 sampai sekarang)


Suprizal Tanjung’s Surau

File added : Tuesday, February 7th 2017.
Category : Dokumentasi
tags: , , , , ,

Related Post Senang Melihat Generasi Muda Pintar dan Kreatif

June 18th
2017

Ini Belasan Desa Di Kapuas Yang Minta Dimekarkan

Dalam rangka pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan masyarakat, sebanyak 18 desa/kelurahan di 8 kecamatan di Kabupaten Kapuas mengusulkan pemekaran kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas. Delapan
June 15th
2017

Capaian PAD Kapuas Masih di Bawah Target

Capaian target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kapuas tahun 2017 ini masih di bawah target. Dari target yang dipatok Rp95 miliar, saat ini baru
January 24th
2017

Tragis, Sudah 7 Tahun Pria Kapuas Ini Hidup dalam Pasungan

Tragis memang nasib Yohanes Tuah. Pria berusia 55 tahun, warga Desa Bajuh RT I, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah itu terpaksa hidup
January 28th
2017

CARA MENYARING KONTEN PORNOGRAFI DENGAN : NAWALA

Maraknya keprihatinan berbagai pihak tentang perkembangan pornografi dan kejahatan di internet, mendorong kami untuk menghadirkan sistem penyaring (filtering system) kandungan negatif dari situs internet.
May 25th
2017

Persiapan Jelang Liga 3 Zona Kalteng, PSSI Kapuas Gelar Turnamen Kapuas Terbuka

Info Kabupaten Kapuas