Raih Akreditasi Institusi dengan Nilai B, Tertinggi di Kepri

Universitas Batam (Uniba) Terus Tingkatkan Kualitas

KOORDINATOR Kopertis Wilayah X, yang meliputi wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Kepri, Riau, dan Jambi, Prof Dr Elfindri SE MA, 3 Desember 2009 menyebutkan, Universitas Batam (Uniba) telah dan terus melakukan lompatan dan terobosan peningkatan kualitas di sektor pendidikan.

politeknik-negeri-batam-terbit-minggu-5-februari-2017-b-image-5

Menurut Elfindri, terobosan dan prestasi tersebut harus ditingkatkan demi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Melayu dan tempatan. Kalimat tersebut menjadi semacam pemacu bagi akademisi Uniba. Kamis (2/2/2017) Uniba kembali mengukir prestasi dengan meraih Akreditasi Institusi dengan nilai B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Tinggi (Dikti). Itu adalah nilai tertinggi di Kepri.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

jemmy-rumengan-uniba-kamis-5-jan-2017-f-suprizal-tanjung-4-image3

Jemmy Rumengan di Gedung Rektorat, Universitas Batam, Batam Kota, Batam, Kamis (5/1/2017). F Suprizal Tanjung

Menurut Elfindri, terobosan dan prestasi tersebut harus ditingkatkan demi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Melayu dan tempatan. Kalimat tersebut menjadi semacam pemacu bagi akademisi Uniba. Kamis (2/2/2017) Uniba kembali mengukir prestasi dengan meraih Akreditasi Institusi dengan nilai B. Nilai tertinggi di Kepri.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

‘’Alhamdulillah. Ini pencapaian tertinggi, bergengsi, sekaligus langkah kanan saat memasuki awal tahun 2017 ini. Uniba satu-satunya universitas yang meraih nilai tertinggi B di Kepri,’’ sebut Guru Besar Uniba, Profesor DR Ir Jemmy Rumengan SE MM di Fakultas Kedokteran Uniba, Batamkota, Batam, Kamis (2/2/2017).

Jemmy yang juga Penasehat Yayasan Griya Husada Batam (lembaga yang menaungi Uniba, red) menambahkan, Akreditasi Institusi dengan nilai B itu ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Tinggi (Dikti), T Basaruddin dengan Nomor SK 0386/SK/BAN/ Akred/PT I/2017. Prestasi bergengsi ini berlaku sampai 26 Januari 2022 nanti. Berlakunya selama lima tahun. Kemudian akan dilakukan lagi penilaian lanjutan oleh BAN Kemenristek Dikti. Selama lima tahun ke depan, Uniba akan terus melakukan perubahan, peningkatan kualitas dalam berbagai hal. Ini sesuai dengan semangat mereka yang selalu ingin tampil terdepan, terpercaya, terbaru, dan lain daripada yang lain.
Meraih tinta emas ini (prestasi, red) kata Jemmy, relatif berat. Tapi, mempertahankan prestasi akan lebih berat. Dan akan lebih berat lagi untuk meningkatkan prestasi.

‘’Jika kini kita mendapat nilai B. Maka depan tidak ada salahnya bila nilai A menjadi target lima tahun nanti. Semua kita, keluarga besar Uniba, perlu kerja keras, bergandengan tangan, dan harus optimis bisa meraih nilai A tersebut,’’ ajak Jemmy memberi semangat.

Lantas kenapa disebut berat? Berdasarkan Surat Edaran Nomor 194/E.E3/AK/2014/ tentang izin penyelenggaraan dan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) terhitung 10 Agustus 2014, PT yang tidak mengajukan dokumen usulan AIPT kepada BAN-PT, maka izin pendirian PT-nya dicabut. Kemudian, dalam rentang waktu lima tahun sejak tanggal izin diterbitkan, dilampui, tapi PT tidak mengajukan dokumen usulan AIPT kepada BAN-PT, maka izin pendirian PT-nya dicabut. Adapun dokumen yang dinilai BAN-PT ada tujuh aspek, di antaranya: 1. Visi, misi, tujuan, sasaran serta strategi pencapaian. 2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. 3.

Mahasiswa dan lulusan. 4. Sumber Daya Manusia (SDM). 5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. 7. Penelitian, pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Mantan Rektor Uniba periode (2006-2014) itu menambahkan, nilai B ini adalah akreditasi tertinggi di Kepri saat ini. Akreditasi, merupakan dambaan bagi semua perguruan tinggi negeri (PT) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Dengan meraih akreditasi, ini menjadi petunjuk bagi masyarakat, terutama calon mahasiswa-mahasiswi, mahasiswa-mahasiswi, bahwa Uniba tidak hanya gencar melakukan pembangunan fisik di atas lahan seluas 11 hektare di Batam Kota, Batam. Keluarga besar Uniba tidak pernah berhenti melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan di kampus milik masyarakat Kepri tersebut.

Apa yang dicapai Uniba kali ini, sesuai dengan amanah dari Kemenristek bahwa setiap perguruan tinggi (PT) harus memiliki/ mendapat Akreditasi dari BAN Kemenristek Dikti pada tahun 2018. Satu tahun sebelum aturan itu berlaku, Uniba sudah lebih dulu menjalankan kewajiban itu. Malah hasilnya paling tinggi di Kepri yaitu Akreditasi B.

Tetap dalam topik akreditasi. Fakultas Kedokteran Uniba kembali akan menjalani reakreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Perguruan Tinggi (PT) Kesehatan. Akreditasi untuk Fakultas Kedokteran Uniba ini dilakukan untuk membuktikan kepada masyarakat, Pemko Batam, Pemkab se Kepri, Pemprov Kepri, bahwa Yayasan Griya Husada Batam tidak tanggung-tanggung memberikan pengabdian kepada masyarakat. Terutama sekali lewat pendirian, pembangunan, dan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai fakultas, dan prodi di Uniba.

Masih bicara tentang kualitas terutama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepri, Uniba tengah mempersiapkan diri membuka program Doktor (S3) dengan kosentrasi SDM, dan Pengembangan Wilayah. Lalu S3 Ilmu Hukum dengan konsentrasi Bisnis dan Kesehatan. Tak hanya itu, Uniba juga sedang mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Pembangunan tidak hanya difokuskan kepada peningkatan gedung, laboratorium, perpustakaan dan lainnya. Uniba juga sangat peduli dengan mahasiswa. Untuk hal yang satu ini, Uniba sudah membangun gedung baru lima lantai di tepi jalan raya. Untuk lantai pertama digunakan pengembangan kewirausahaan, lantai 2-3 untuk ruang kuliah program S1 dan S2. Lantai tiga untuk ruangan laboratorium. Lantai empat untuk asrama mahasiswa yang bisa menampung sekitar 1.000 mahasiswa. Lantai lima untuk unit pelaksana teknis (UPT), ruang kemahasiswaan, dan lainnya.

Ratusan mahasiswa pascasarjana juga mendapat ‘’keuntungan’’ dengan pembangunan besar-besar yang dilakukan Uniba. Saat ini, mereka sudah pindah ke lantai dua, dan menempati gedung besar dan megah tersebut. Di sana, calon master tersebut mendapatkan ruangan elok, luas, dan tentu saja dengan fasilitas lebih lengkap.

Tidak kalah besarnya, Uniba mengadakan kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Pertamina Pusat dengan target melahirkan RS Pendidikan pertama di Kepri. RS Pendidikan Bunda Halimah ini untuk mendukung Fakultas Kedokteran Uniba sekaligus guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Kepri. RS Pendidikan Kepri ini berfungsi sebagai Pusat Kardios, Pusat Medical Check Up, Pusat Transplantasi Ginjal, Rehabilitasi (penderita stroke dan lainnya), dan Kedokteran Kecantikan.

Agar lebih maksimal, Uniba bekerja sama dengan BK Hospital Korea Selatan yang akan diwakili Profesor Kim, dan Profesor Tanaka dari Jepang. Kim dan Tanaka ini akan menjadi dosen terbang dan tenaga ahli Uniba.

Laboratorium Kesehatan Terpadu Uniba menjadi tempat praktik bagi bidan, perawat, mahasiswa kedokteran. Juga menjadi pelatihan keterampilan klinis (seperti menyuntik) dan praktikum biomedis. Uniba juga memiliki ruang OSCE pertama di Sumatera. OSCE ini ini merupakan ruang ujian kompetensi kedokteran dengan sistem komputer dan terkoneksi secara nasional. Rumah Sakit (RS) Pendidikan Uniba. RS Pendidikan pertama di Kepri ini akan dilaunching pada Oktober 2017 nanti.

Nama besar Fakultas Kedoktera Uniba sebelumnya telah lebih dulu besar dengan raihan prestasi tingkat nasional. Ketika itu salah seorang dosennya, dr Suryanti meraih peringkat pertama Laboran Berprestasi Kopertis Wilayah X 2011 dengan no. 616/010/LL/2011 ditetapkan Sekretaris Pelaksana, Drs Hanafi MS di Padang, 9 Mei 2011. dr Suryanti kembali memperkokoh prestasinya sebagai laboran tingkat nasional dengan meraih peringkat keempat dengan SK no.2446/E4/2/2011 di Jakarta tertanggal 22 Agustus 2011.

Pada kesempatan ini dan melalui koran terbesar dan terpercaya di Kepri, Batam Pos, keluarga besar Uniba mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Batam, HM Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, para bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, serta Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, Kapolda Kepri, Kapoltabes Barelang, Danlanal Batam, Dandim 0316 Batam. Para pemimpin tadi telah banyak membantu, memberikan masukan, menjaga Uniba, serta mempercayakan PNS, dan anggotanya menimba ilmu di PT terbesar di Kepri ini.

Saat ini, Uniba terus dikembangkan dan dibesarkan dari sisi kuantitas dan kualitas. Bentuk nyata dari semua itu adalah dengan mendirikan 18 program studi (Prodi) D1 dan S1 seperti Keperawatan, Kebidanan, dan Fakultas Kedokteran. Lalu ada empat Prodi S2 (master) yaitu Magister, Hukum, Akuntansi, dan Kenotariatan. Kenotariatan satu-satunya di Kopertis X dan terbesar di Kepri. 2016 lalu, Uniba bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar ujian profesi Kenotariatan dan lulus 100 persen.

Rata-rata, prodi tadi telah mendapat Akreditas B dari Badan Akreditas Nasional (BAN). Uniba memiliki hubungan internasional dengan De Universitaet Des Bundes Wehr (Universitas Pertahanan Negara Jerman) Muenchen Germany (Jerman). Bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat (Sumbar), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Apa yang dilakukan yayasan dan Uniba selama ini, merupakan program lanjutan untuk terus membesarkan dan meningkatkan kualitas Uniba, dosen Uniba, dan sistem pendidikan PTS ini. Untuk informasi, silakan buka di website: http://www.univbatam.ac.id
Pada sisi kualitas, pemerintah mewajibkan perguruan tinggi (PT) untuk memiliki 60 persen tenaga pengajar Doktor pada tahun 2020 nanti. Uniba sudah mendekati persentase tersebut. Ini satu lompatan cukup jauh dan cepat yang dilakukan Uniba.

Apapun pembangunan yang telah dilakukan yayasan Yayasan Griya Husada Batam, pada dasarnya, dan pada puncaknya, semua disiapkan, dan diberikan untuk masyarakat, putra-putri Melayu dan tempatan. Dengan prestasi, gencarnya pembangunan fisik dan SDM di Uniba, sangat tepat kiranya, bila masyarakat Kepri berbangga dan senang. Sebab di daerah Melayu ini telah hadir universitas besar bernama Uniba. Uniba adalah milik masyarakat Kepri.

Tanpa perlu bersusah payah lagi, orang tua mahasiswa-mahasiswi tidak perlu lagi mengirim anaknya kuliah di luar Kepri, apalagi harus kuliah di Malaysia atau Singapura. Jika kuliah di Uniba, sewa rumah, sewa kamar kos, biaya trasportasi, biaya makan akan lebih bisa ditekan (murah, red) bila kuliah di daerah sendiri, ketimbang harus merantau ke daeran lain untuk kuliah.

‘’Mari kita jaga, pelihara Uniba yang menjadi milik kita ini. Jangan dirusak. Dosen, staf, satpam, perawat di Uniba ini adalah anak-anak Melayu dan tempatan. Uniba ini kita sumbangkan untuk masyarakat Kepri. Uniba ini kita bangun sebagai bentuk pengabdian, dan amal ibadah kita untuk masyarakat dan Negeri Melayu tercinta ini,’’ ingat Jemmy. ***

 


Suprizal Tanjung’s Surau