Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Pembantaian Orangutan Kapuas, 10 Pelaku Diancam 5 Tahun Bui

Feb
16
2017
by : ... Posted in : Dokumentasi

Jajaran Kepolisian Polres Kapuas bergerak cepat untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pembantaian orangutan di areal perkebunan kelapa sawit PT. Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Ke-10 orang merupakan karyawan perusahaan itu diancam hukuman 5 tahun penjara. Hal itu dikatakan Kepala Polres Kapuas AKBP Jukiman Sitomorang saat dihubungi, Rabu, 15 Februari 2017.

“Ke-10 orang pelaku yang ditangkap merupakan karyawan perusahaan itu saat ini sedang kami bawa menuju ibukota kabupaten (Kuala Kapuas) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu juga kami bawa barang bukti berupa sisa tulang belulang orangutan dan juga alat untuk memasak,”ujarnya.

Kronologi penangkapan itu sendiri dijelaksan Jukiman, ketika pihaknya mendapatkan kabar adanya pembantaian orangutan, ia langsung membentuk tim khusus yang dipimpinnya sendiri dan bergerak tadi malam, selasa (14/2) kelokasi kejadian. Dalam tim yang jumlahnya 20 orang ini didalamnya juga  ada Reskrim, Intel dan Polsek Kapuas Hulu. 

“Sampai dilokasi kita langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan , tokoh masyarakat dan kita langsung indentifikasi ciri-ciri para pelaku, dn melakukan penangkapan.”ujarnya.

Ke-10 orang yang ditangkap itu merupakan karyawan perusahaan PT. Susantri Permai dengan berbagai bidang pekerjaan, ada operator alat berat Jhondre, mandor, dan juga ada perempuan yang bertugas sebagai tukang masaknya.

“Kita juga kumpulkan sejumlah barang bukti antara lain 1 unit senjata senapan angin yang digunakan,  alat masak seperti baskom, ember, senjata tajam yang digunakan untuk menggorok dan mencincang dan juga bangki dan tukang belulang,”paparnya.

Saat ini para pelaku sedang dalam perjalanan ke Kuala Kapuas, Ibukota Kabupaten Kapuas untuk diperiksa secara mendalam di Polres Kapuas. Jadi pelaku dan yang turut membantu ada kategorinya sendiri.

“Pelaku kita kenakan Pasal 40 ayat 2 dan 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1990  Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistim, ancaman hukuman penjara 5 tahun,” tegas dia.

Pembantaian orangutan yang terjadi diareal perkebunan ini jelas membuat lembaga selama ini melindungi primata yang sangat langka itu meradang.

Monterado Fritman, Humas Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) mengaku pihaknya sangat marah dengan kembali terjadinya pembunuhan orangutan dilahan perkebunan kelapa sawit.

“Kami mengutuk keras pembunuhan orangutan diareal PT. Susantri Permai. Apalagi laporan yang disampaikan kepada kami saksi mata diancam dan takut menceriatakan kepada siapun,”ujarnya.

Iapun meminta pihak aparat segera memproses dengan serius agar tidak terualng lagi pembunuhan satwa yang dilindungi,”ujarnya.

Peristiwa pembantaian itu menurut Monterado terjadi pada tanggal 28 Januari lalu dan berdasarkan laporan warga yang tanpa indentitas itulah pihaknya meminta pihak terkait untuk menyelidiki.

“Berdasarkan data dan foto yang dikirimkan oleh warga yang identitasnya tidak mau diungkapkan selain dibunuh ,orangutan ini dimasak oleh warga dan kami mengutuk keras kejadian ini dan berharap kejadian ini tidak terulang lagi.”tuturnya

Sumber: https://nasional.tempo.co


Info Kabupaten Kapuas

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Pembantaian Orangutan Kapuas, 10 Pelaku Diancam 5 Tahun Bui

Monday 30 January 2017 | Dokumentasi

Melihat banyaknya fenomena kesurupan yang terjadi sekarang ini dan pemahaman masyarakat yang masih belum benar soal…

Wednesday 16 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Pembangunan rumah susun (Rusun) di kawasan Jalan Sulawesi, Kecamatan Selat Kota Kuala Kapuas baru mencapai 75%.…

Friday 14 April 2017 | Dokumentasi

  Kepada Yth : Kepala Sekolah SMPN Ketua MKKS SMP Swasta Kepala UPTD Surabaya 1 s/d…

Wednesday 8 February 2017 | Dokumentasi

Bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas menciptakan inovasi untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi…