Sebuah Catatan Sederhana Bentuk Perhatian dari Seorang Insan untuk Pegawai Negeri

Home » Dokumentasi » Dukung Keamanan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Universitas Batam (Uniba) Gandeng Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budi Gusdian

Lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat Kepri, Universitas Batam (Uniba) terus menampilkan ‘’bintang’’. Moto-nya kali ini Uniba bertabur ‘’bintang’’. Bintang apa? Pada awal tahun 2017 ini, praktis ada dua perwira polisi ber-bintang di pundak diundang di Uniba.

Pertama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs Budi Waseso SH yang datang memberikan kuliah umum di Uniba, Jumat (6/1/2017). Kemudian Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian MH, Kamis (16/2/2017) pukul 10.00-12.00 WIB.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

uniba-minggu-26-februari-2017-b

Semua tadi dilakukan demi menggairahkan semangat dunia pendidikan civitas akademika di Uniba dan Kepri pada umumnya.

uniba-suprizal-tanjung-jt-5-agut-2011-f-ist-oke-21

Bambang (kiri), Lagat, Suprizal Tanjung, dan Jemmy Rumengan di Kampus Uniba, Batam Kota, Batam, Jumat (6/8/2011). F Suprizal Tanjung

Pada kuliah umum bertema Dinamika Politik Global dan Wawasan Kebangsaan tersebut, Irjen Pol Sam Budigusdian meminta mahasiswa Uniba dan masyarakat Kepri umumnya terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, serta tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terutama dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu Kapolda juga menyebutkan, pengaruh politik bisa berdampak kepada sebagian masyarakat yang bisa memancing tindakan tidak kondusif. Untuk mencegah itu, masyarakat Kepri diminta tetap menjaga nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan agama.

Acara ini diselingi tanya jawab itu terlihat hidup. Ketua Pembina Uniba, Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SE MM yang akrab dipanggil Jemmy itu cukup piawai menjembatani komunikasi antara Kapolda dengan hadirin.

Hadir dalam kuliah umum tersebut, ratusan mahasiswa, dosen, dan staf Uniba. Selain itu juga datang dosen, dekan, rektor serta direktur dari Universitas Internasional Batam (UIB), Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Universitas Putera Batam (UPB), Ibnu Sina, dan lainnya.

Jemmy yang menjadi salah satu motor penggerak berbagai kegiatan di Uniba menyebutkan, kemajuan dalam berbagai sektor di Kepri merupakan harapan semua anak bangsa. Namun demikian, potential conflict (potensi konflik, red) di tengah masyarakat majemuk, berbeda suku agama, dan antar golongan (SARA) cukup tinggi. Kondusifitas keamanan merupakan hal terpenting demi mencapai tumbuh dan berkembangnya ekonomi, investasi, sosial, budaya, dan agama di Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Lelaki ‘’lasak’’ dalam pendidikan dan kemudian meraih predikat profesor di usia muda tersebut (umur 41 tahun 2009, red) itu menambahkan, masyarakat yang majemuk bukanlah hal yang perlu dipersoalkan. Malah, kemajemukan justru anugerah. Kepri dan Indonesia malah menjadi banyak warna yang dibungkus dalam bingkai indah bernama NKRI.

‘’Kehadiran para ‘’bintang’’ tadi di Uniba diharap menjadi sumbangan intelektual, penambah semangat bagi anak bangsa ini untuk menjaga bangsa dan NKRI ini dari perpecahan,’’ tegas Jemmy yang berjanji akan mendatangkan para bintang lainnya di Uniba. Sebelumnya, Uniba juga sudah mendatangkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sekaligus Mantan Wamendiknas, Prof DR Dr Fasli Jalal MSc Sp Gk sekaligus memberikan Kuliah Umum dengan tema Pembentukan Karakter Building di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Uniba, Batam, Jumat (6/1/2012) pukul 09.30 WIB.

Uniba pantas dihadiri bintang, karena levelnya sudah nasional dan internasional. Ini mengacu kepada Kepmen Diknas No.184/22001 tentang telah disamakannya status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan adanya Kepmen Diknas tadi, berarti secara kualitas, PTS yang ada di Batam tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan 2.000 PTN ataupun PTS yang ada di Indonesia.

Lantas bagaimana keindahan NKRI itu bisa tercipta dan terus bertahan sampai kapanpun? Jemmy yang dikenal memiliki pergaulan dari mulai tingkat grass root (bawah, red) sampai atas (birokrat, politisi, pengusaha, red) tersebut meminta masyarakat, terutama yang di Kepri, mengedepankan filosofi masyarakat Minang yaitu Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung. Dimanapun kita berada, darimanapun kita berasal, begitu kita tinggal di Tanah Bunda Melayu ini, maka Kepri ini adalah negeri yang harus kita cintai, jaga, rawat, dan lindungi.

Mantan rektor Uniba selama dua periode tersebut mengingatkan, masyarakat harus bersyukur tinggal di Kepri yang aman, kaya Sumber Daya Alam (SDA) berupa hasil laut, hasil hutan, persawahan, sawit, kelapa kehidupan sekitar bakau, dan lainnya. Dengan SDA yang kaya itu, kata lelaki yang banyak ide positif tersebut, maka Batam, Kepri menjadi salah satu destinasi wisata, tujuan investasi bagi Penanan Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Lapangan kerja terbuka luas, sektor perhotelan, kulinari (makanan), transportasi, mal, bahkan jasa ojek (motor) jadi bergairah.

Kenapa itu bisa terjadi? Menurut Jemmy, karena Kepri ini, Indonesia ini aman. Jujur saja, masyarakat kita sangat menghargai dan mengedepankan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Agama nomor satu, cinta damai, sayang kepada sesama. Segala aktivitas kehidupan selalu berdasarkan ABS SBK tadi. Itulah kuncinya maka Indonesia, dan Negeri Melayu ini aman, dicintai, dan tumbuh besar sejak ratusan tahun silam.

Kini, seiring dengan berbagai kejadian di tengah masyarakat, kehidupan perekonomian Batam sedikit terganggu dan melemah. Ada demo berujung anarkis. Akibatnya
terjadi pelarian investasi. Investor takut rugi kemudian hengkang. Ini berakibat dengan terjadinya kekurangan lapangan tenaga kerja. Siapa yang rugi? Masyarakat Kepri.

Menyikapi hal ini kata lelaki yang ikut membangun Institut Kesehatan Indonesia (IKI) di Jakarta tahun 2014 lalu itu mengatakan, Pemprov Kepri, Pemko se Kepri, Bupati se Kepri harus kreatif. Jangan sampai mengandalkan sektor ketenagakerjaan semata. Pemerintah perlu menggali lagi sumber-sumber ekonomi lainnya seperti pendidikan, wisata belanja, wisata agama, wisata alam, wisata pantai, serta berbagai jenis industri. Namun semua harus tetap memberdayakan masyarakat setempat. Terus libatkan praktisi, profesional, guru, akademisi, tokoh masyarakat dalam membahas dan melaksanakan pembangunan ini.

Di samping itu, Jemmy mengingatkan, harapan tadi akan terealisasi bila law envorcement (penegakan hukum, red) berjalan dengan baik. Penegakan hukum di mata masyarakat harus benar dan jelas.

Peraturan yang terlalu cepat berubah sebut, kurang baik bagi dunia usaha. Peraturan lama belum berjalan efektif, sudah ada lagi aturan baru. Kalau memang ada kekurangan, yang perlu diperbaiki adalah mereformasi sistem, pelayanan, SDM, dan struktur organisasi yang ada. Mulailah kita berpikir untuk bersaing secara global, bukan lokal. ***

Jabatan Profesor Dr Ir Jemmy Rumengan SE MM

 

1. Mantan Rektor Uniba dua periode (2005-2009 dan 2009-2014)

2. Mantan Rektor Institut Kesehatan Indonesia (2015-2016)

3. Ketua Pembina dan Pengawas Universitas Batam

4. Pembina Ikatan Dokter Indonenesia (IDI) Provinsi Kepri

5. Staf Khusus Gubernur Kepri

6. Pembina Kadin Provinsi Kepri

7. Pembina Pasukan Adat Gagak Hitam

7. Pembina beberapa ormas dan LSM di Kepri

 


Suprizal Tanjung’s Surau

Komentar

Advertisement
File added : Tuesday, February 28th 2017.
Category : Dokumentasi
tags: , , , ,

Related Post Dukung Keamanan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

May 21st
2017

Undangan In Service 2 Sosialisasi Pedoman BK Jenjang SMP

Kepada Yth: 1. Kepala SMP Negeri Se Kota Surabaya 2. MKKS SMP Wilayah Pusat, Selatan, Utara, Timur, dan Barat Di – SURABAYA Dalam rangka
May 14th
2017

Revisi Persyaratan Seleksi Calon Kepala Sekolah SMP Negeri Tahun 2017

Kepada Yth : Kepala Sekolah SMP Negeri se – Kota Surabaya Di – S U R A B A Y A Dalam rangka proses
January 22nd
2017

Gusnawati Pimpin Bundo Kanduang Kepri

Dikukuhkan Prof Dr Puti Reno Raudhah Thaib Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam Gusnawati dikukuhkan sebagai Ketua Bundo Kanduang Provinsi Kepri periode 2016–2021 oleh Ketua Bundo
May 17th
2017

Penjualan Miras di Kuala Kapuas Ditutup Selama Ramadan

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan, Jumat (12/5/2017) DPRD Kapuas bersama HMI Cabang Kuala Kapuas, terkait Perda Miras berbuah hasil penutupan penjualan miras pada
May 12th
2017

Perempuan Latarbelakangan Mental Menjadi Pelampiasan Nafsu

Sungguh malang nasib FI (24), perempuan yang memiliki keterbelakangan mental ini menjadi pelampiasan nafsu setan tetangganya, SI (60) hingga hamil. SI merupakan tetangga FI,