Harga Karet Normal, Petani Kapuas Tersenyum Kembali

Harga karet mulai normal membuat petani Kabupaten Kapuas bisa tersenyum kembali. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir harga karet anjlok di Kapuas pada posisi Rp4 ribu-Rp5 ribu per kilogram. Selama itu, petani resah dan menghentikan menyadap karet dan menekuni profesi lain. Namun, sejak seminggu terakhir harga karet beranjak normal, Rp9 ribu-Rp10 ribu per kilogram di tangan pengepul.

“Harga karet telah lama anjlok. Namun sekitar seminggu terakhir kembali normal.┬áSempat membuat resah kalangan petani, dengan harga karet anjlok sehingga banyak beralih profesi, tetapi satu minggu terakhir ini harga karet mentah kembali normal,” kata┬áKabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Kapuas, H Bahrudin, di Kuala Kapuas, Rabu (11/1/2017).

Anjloknya harga karena harga jual karet di Indonesia mengikuti harga dunia. Jadi, bila harga karet dunia rendah, dampaknya dirasakan pula oleh petani di Indonesia, seperti di Kabupaten Kapuas. Begitupun menurunnya permintaan ekspor ke luar negeri, berimbas ke Kapuas.

“Menurunnya kebutuhan permintaan ekspor menyebabkan permintaan perusahaan karet seperti PT Karya Sejati yang ada di Kelurahan Murung Keramat Kabupaten Kapuas kepada para petani juga menurun. Di sisi lain produksi karet terus meningkat, sedangkan permintaan menurun, sehingga karet pun melimpah dan menyebabkan harga anjlok. Ada juga dugaan harga anjlok akibat permainan pengepul,” jelas H Bahrudin.

Kebutuhan akan permintaan karet lanjut Bahrudin, dari pihak pabrik atau perusahaan kembali tinggi, sehingga harga karet kembali normal. “Normalnya harga karet membuat para petani kembali bersemangat. Para petani pun mulai giat menyadap karet. Kita berharap harga karet seperti ini akan terus bertahan, supaya para petani sejahtera.”

Sumber: http://www.borneonews.co.id


Info Kabupaten Kapuas