Sebuah Catatan Sederhana Bentuk Perhatian dari Seorang Insan untuk Pegawai Negeri

Home » Blog » Sedih Jika Tidak Diundang Warga Tak Mampu
Advertisement

Sony Piliang, Ketua Generasi Muda Pariaman (Gempar) Kota Batam

Perkumpulan bersifat kekeluargaan yang terikat atas kesamaan daerah, atau biasa disebut paguyuban menjadi tempat bersatu, berkumpul, dan menyampaikan rasa suka duka. Sekaligus melepas rasa rindu terhadap kampung halaman. Paguyuban pemuda bisa menjadi besar, sangat bermanfaat bila dikelola ketua yang pintar dalam artian luas, serta menyatu dengan masyarakat. Atau malah sebaliknya. Generasi Muda Pariaman (Gempar) Kota Batam salah satu contoh paguyuban yang kini semakin dikenal, mengakar, dan bermanfaat di tengah perantau Minang di Batam. Bagaimana eksistensi Gempar Kota Batam? Berikut wawancara redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung dengan Ketua Umum (Ketum) Gempar Kota Batam (periode 2014-2019), Sony Piliang didampingi Sekum Gempar Batam, Taherman Tanjung di Bengkong, Rabu (30/11/2016).

sony-piliang-rabu-30-november-2016-f-suprizal-tanjung-4-image

Sony Piliang di Bengkong, Rabu (30/11/2016). F Suprizal Tanjung

Selamat. Di bawah kepemimpinan Anda, Gempar Batam semakin berkembang dan mengakar.
Alhamdulillah. Semua itu berkat dukungan semua pengurus, kader Gempar, dan para orang tua yang telah mendukung eksistensi Gempar di tengah masyarakat Batam yang heterogen ini.

sosok-sony-piliang2

Bisa diceritakan sejarah keberadaan Gempar di Batam?
Perantau Pariaman sudah ada sejak tahun 1960-an. Sedangkan Gempar sendiri hadir secara yuridis sejak tahun 1988. Gempar yang kita kenal saat ini tidak terlepas dari hasil kerja keras, pengabdian berbentuk tenaga, pikiran, waktu, dan dana dari Uda-Uda (kakak, red) kita, seperti Defrizal (ketua pertama, red), Zal Kurai (anggota DPRD Batam), dan Suwandi (mantan anggota DPRD Batam). Kita sangat menghargai dan selalu mengingat jasa dan pengabdian mereka dalam membesarkan Gempar.

Apa kontribusi Gempar bagi masyarakat, terutama perantau Pariaman?
Salah satu basis pengembangan Islam di Sumatera Barat adalah Pariaman. Ketika masuk di negeri Melayu (Batam) yang kental Islamnya ini, kita seperti di kampung sendiri. Gempar menjadi tempat bekumpul, memberi informasi lapangan kerja, bermitra, dan lainnya. Selain faktor ekonomi, Gempar juga menjalankan dakwah. Orang Pariaman banyak yang ustaz, guru agama, dai, dan lainnya. Di negeri yang elok dan ramah ini kita hidup, mencari rezeki, berumah tangga, beranak pinak, membesarkan Islam, sekaligus menjaga, dan membangun Batam. Dengan Islam yang baik, akhlak, sopan santun, kerja keras, menyatu dengan masyarakat Batam, menjauhi narkoba dan kriminal, membuat Gempar diterima dengan baik dalam berbagai sektor.

Contohnya?
Ada pengurus, anggota, dan keluarga besar Gempar yang bekerja di perusahaan, pengusaha, birokrat, wartawan, PNS, Polri, TNI, dan lainnya. Mereka sukses di Batam (Kepri). Malah menteri pertama dari Kepri adalah keluarga besar Gempar, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), H Asman Abnur SE MSi. Kita menyatukan segala potensi untuk membangun dan disumbangkan kepada Batam (Kepri). Kami cinta negeri Melayu ini, dan kami akan menjaganya. Semangat itu yang kita tanamkan kepada 40 ribu anggota Gempar Batam.

Kegiatan keagamaan bagaimana?
Itu menjadi prioritas utama. Gempar membangun Masjid Babusallam di Bengkong Indah Bawah. Di Babusallam kita mengadakan wirid setiap tanggal 1. Kita juga berperan aktif membantu, mengurus anggota yang meninggal, sakit, nikah, pesta pernikahan, dapat musibah, dan lainnya.

Untuk orang tertentu?
Tidak. Kita hadir untuk keluarga besar Gempar dan masyarakat Batam, dalam suka dan duka. Gempar tidak memandang strata sosial, ekonomi, jabatan, pangkat, dan lainnya. Saat keluarga Gempar nikah dan pesta, kita menjadi panitia penyambutan tamu, petugas parkir dadakan, dan lainnya. Kita sangat senang diundang dalam setiap acara, pernikahan, pesta warga kurang mampu. Diundang atau tidak diundang pejabat, pengusaha, DPR, DPRD, LSM, atau Ormas untuk acara, pernikahan, atau pesta, bagi kita biasa saja. Tapi kita sangat sedih bila ada warga kurang mampu tidak mengundang kita dalam acara mereka. Ada apa? Mengapa mereka meninggalkan kita?

Gempar itu merakyat?
Harus. Dalam kepemimpinan saya, tidak ada cerita ekonomi menjadi faktor penentu kedudukan seseorang. Anggota Gempar yang jalan kaki, pakai sepeda motor, mobil tua kita hargai. Kita dengarkan suaranya. Coba tanya kepada Sekum Gempar, Taherman Tanjung kebenaran cerita ini. Duduk mereka tetap semeja dengan kita. Saya orang lapangan. Mengerti bagaimana perasaan orang banyak. Gaya seperti ini yang membuat Gempar semakin dicintai. Anggotanya bukan hanya orang Pariaman, tapi dari Padang, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Batusangkar, Solok, Bukittinggi, Pasaman, dan lainnya. Semua boleh masuk ke Gempar.

Ada informasi Anda diminta tokoh Minang menjadi Ketua Gema Minang?
Itu aspirasi. Boleh-boleh saja. Tapi semua saya serahkan kepada Allah dan masyarakat Minang. Saya tidak meminta jabatan. Kalau dapat amanah, saya jalankan.

Hubungan dengan pemerintah bagaimana?
Ini hal penting. Kita adalah masyarakat sekaligus mitra pemerintah. Gubernur Kepri, H Muhammad Sani melantik pengurus Gempar Batam di Pusat Informasi Haji (PIH) Batamkota, Batam, Minggu (15/2/2015). Kita dekat dan sayang dengan Pak HM Sani. Gubernur Kepri, Pak Nurdin Basirun, Pak Soerya Respationo, Wali Kota Batam Pak HM Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Pak Amsakar Ahmad, Pak Ahmad Dahlan, Pak Nyat Kadir adalah orang kami hargai. Kita saling mendatangi. Kita saling membantu untuk membangun Batam dan Kepri ini.

Sektor ketenagakerjaan?
Tak boleh ditinggalkan. Saya bersama kawan-kawan menciptakan lapangan kerja. Kita kurangi pengangguran. Membentuk Koperasi Gempar. Bekerja sama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan Kepri kita akan mengelola jual beli ikan di Anambas dan Natuna. Pedagang ikan dari Gempar dibantu mendapatkan ikan. Pak Nurdin Basirun sudah menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ini sangat membantu dan mengangkat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di tengah kondisi perekonomian dunia yang sulit saat ini. ***

 

Biodata

Nama : Sony Piliang
Panggilan : Sony
Tempat Lahir : Pariaman, Sumatera Barat, 30 Juni 1970
Anak ke : 4 dari 5 bersaudara
Anak : 5 orang

Organisasi : Ketua Investigasi Granat Kepri
: Wakil Ketua I Nasdem Kecamatan Bengkong

Pendidikan : STM Karya Pariaman, Tamat Tahun 1990
Pekerjaan : Pimpinan BUJP PT Jaya Indonesia Servis
: Pimpinan CV Dwi Indah Entertain


Suprizal Tanjung’s Surau

Komentar

Advertisement
File added : Monday, December 19th 2016.
Category : Blog
tags: , , , , ,

Related Post Sedih Jika Tidak Diundang Warga Tak Mampu

January 11th
2017

Rumput-Rumputku

Rumput-rumput Di Pekaranganku Mereka Kekasihku   Setiap Pagi Datang Mereka Menyapaku Lewat Embun Indah Tangisan Langit   Rumput-rumput Di Pekaranganku Seusai Falaq Mereka Kuberi
December 10th
2016

Mati Lampu

Malam sendu Aku melangkah malu-malu Sayu Karena mati lampu Dihadapmu Tak tahu Aku layu Kekasihku Karena Ayumu Bajumu Wangimu Bercampur satu Mati lampu Semua
December 18th
2016

Link

….Diposkan padaBagian Kepegawaian, Bagian Keuangan, Bagian Program dan Perencanaan, Bagian Umum, Bidang Pemuda & Olahraga, Bidang PMPTK, Bidang PNFI, Bidang SMP/SMA/SMK, Bidang TK/SD DINAS
December 8th
2016

BKN Bantah Tingkatkan Usia Pensiun PNS ke-58 Tahun

JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan, sampai saat ini Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil (BUP PNS) masih mengacu pada ketentuan yang lama, yaitu
December 9th
2016

Membaca Rendra Dalam Puisi-Puisi Cinta

“Apa sebabnya daya pikat sawah tak habis-habisnya mengundang bajak untuk kembali?…”Karena di sawah sang Bajak bisa menemukan ekspresi dirinya yang penuh.”…”Tugas bajak disini apa?