Pesantren Miftahul Huda Batam Cetak Ustaz dan Ustazah

Diresmikan Ketum Hamida, KH Jaja Abdul Jabbar

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

PESANTREN Miftahul Huda Saniah Mohamad Said, Cabang ke 1.289 Manonjaya Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) diresmikan di Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Minggu (18/12/2016) pukul 09.00-14.00 WIB.

miftahul-huda-2-ok-image2

Ma’mun Murod Albasri memberikan sambutan saat peremian Pesantren Miftahul Huda di Sungai Buluh, Sembulang, Galang, Minggu (18/12/2016).

‘’Peresmian langsung dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat Alumni Miftahul Huda (Hamida), KH Jaja Abdul Jabbar,’’ sebut pengelola Pesantren Miftahul Huda, Ir Tika Kusdiati di Baloi, Lubukbaja, Senin (19/12/2016).

Acara dihadiri majelis taklim Khusnul Khotimah, majelis taklim Khairunisa Legenda Malaka, pengelola Miftahul Huda, KH Ma’mun Murod Albasri, unsur pemerintah, dan tokoh masyarakat setempat.

Tika menyebutkan, di pesantren yang berdiri di atas lahan 2,6 hektare itu terus dibangun masjid, asrama siswa berisi lima kamar, asrama siswi berisi lima kamar, dan aula.

Dilanjutkan Tika, pesantren ini khusus mencetak ustaz dan ustazah. Saat ini sudah ada puluhan siswa dari berbagai kecamatan di Batam menimba ilmu di sini. Siswa-siswi tersebut sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang berad di sekitar pesantren. Kemudian, begitu pulang sekolah, siswa-siswi tadi masuk asrama dan belajar agama Islam sesuai standar dan format di Miftahul Huda.

‘’Tujuan kehadiran Miftahul Huda adalah mencetak sebanyak-banyaknya ustaz dan ustazah di Kepri,’’ sebut Tika.

Pesantren ini papar Tika mengajak seluruh masyarakat Batam dan Kepri umumnya untuk mempercayakan dan memasukkan putra putrinya menimba ilmu agama. Miftahul Huda menerima siswa-siswi dengan sistem reguler dan umum mulai Januari 2017. Selain sistem tadi, Miftahul Huda tetap mengedepan semangat sosial dengan menerima secara gratis siswa siswi dari kalangan duafa, dan anak yatim piatu.

Tika mengakui, untuk tahap awal pendidikan, dia langsung mencari siswa-siswi ke pulau-pulau sekitar, ke berbagai kecamatan di Batam. Hasilnya sudah ada puluhan siswa yang belajar di Miftahul Huda. Hasil didikan didikan di pesantren selama ini telah mulai nampak. Para siswa-siswi yang belajar di pesantren telah memiliki dasar-dasar agama yang kuat, ingatan tajam, hafalan Alquran dan hadis bagus. Ini bekal penting menjadi ustaz dan ustazah nantinya. Khusus Januari 2017 ini, mereka membuka pendidikan secara umum.

Miftahul Huda hadir untuk membantu masyarakat Batam dan Kepri untuk mendapatkan pendidikan pola pesantren yang murah, mudah dijangkau (dekat), namun dengan pola pendidikan pesantren yang tidak diragukan lagi.

‘’Pesantren kita adalah cabang ke 1.289. Sangat banyak. Ini satu bukti bahwa keberadaan pesantren ini sudah diakui di tingkat nasional. Ustaz dan ustazah yang telah dilahirkannya telah menyebar di kota kabupaten, provinsi, bahkan ke luar negeri,’’ sebut Tika. ***


Suprizal Tanjung’s Surau