PERSEPSI “saya pikir persepsi bisa disatukan koq”

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:807) persepsi didefinisikan sebagai tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu, atau merupakan proses seseorang untuk mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Persepsi merupakan inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsi yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain.

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menapsirkan pesan. Persepsi merupakan pemberian makna pada stimulus indrawi (sensory stimuli). Persepsi mempengaruhi banyak rangsangan (stimulus) atau pesan apa yang kita serap dan apa makna yang kita berikan kepada mereka ketika mereka mencapai kesadaran.

Persepsi ditentukan oleh kondisi personal dan situasional. David Krech dan Richard S.Cruthfield dalam Rohim (2009:60) menyebutkan faktor fungsional dan faktor struktural memperngaruhi proses timbulnya persepsi. Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal yang mementukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimulus, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimulus. Sedangkan faktor struktural berasal dari sifat stimulus fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu.


Iponda Margaretha