Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Fokus Majukan Pendidikan Kesehatan

Dec
18
2016
by : .... Posted in : Blog

dr. H. Mawardi Badar, MM, Ketua STIKes Mitra Bunda Persada (MBP)

Kebanyakan seorang pejabat, di masa pensiunnya ada yang bercocok tanam, beternak, atau betul-betul menghabiskan masa tuanya dengan keluarga. Namun bagi mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dr. H Mawardi Batam, masa pensiunnya bagai tidak pernah ada. Dia tetap mengabdikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat. Kali ini, bukan sebagai Kepala Dinkes, tapi kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Bunda Persada (MBP) Batam. Redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung mewawancarai Mawardi Badar, MM tentang targetnya mengabdi dalam dunia pendidikan kesehatan di Seraya, Batam, Senin (5/12/2016).

mawardi-badar-stikes-mbp-senin-5-des-2016-f-suprizal-tanjung-6-image

dr H Mawardi Badar MM di Seraya, Batam, Senin (5/12/2016). F Suprizal Tanjung

Relatif banyak jabatan yang Anda pegang sejak dulu hingga sekarang?
Alhamdulillah. Semua itu amanah dari masyarakat. Saya harus memegang, dan menjalankan kepercayaan tersebut.

sosok-mawardi-badar-stikes-mbp-2

Bisa diceritakan perjalanan dari pejabat menjadi dosen?
Saya dulu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam (1992-2001), Pembina Akademi Perawat (Akper) MBP tahun 20002. Kepala Badan Pengawas Batam (2001-2004), Bapedalda Batam (2004-2007). Pada 9 September 2009, STIKes Mitra Bunda Persada (MBP) ini naik status dari Apker MBP, dan saya menjadi Ketuanya. Kemudian tahun 2009, Akper MBP naik status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) MBP, dan saya menjabat sebagai Ketua-nya.

Menarik sekali. Dari pejabat, mantan pejabat (pensiun), masuk ke sektor pendidikan, apa cocok?
Tak masalah, dan itulah perjalanan sekaligus pengabdian. Ketika masih jadi Kepala Dinkes Batam, saya sudah memberikan pendidikan kepada mahasiswa. Pengabdian itu saya jalankan sampai sekarang. Jadi cocok saja, dari seorang pejabat masuk di dunia pendidikan. Kan itu juga melayani, membantu, dan mengembangkan pendidikan masyarakat (mahasiswa).

Khusus fokus di bidang pendidikan kesehatan?
Ya. Itu sesuai dengan latar belakang pendidikan saya di kedokteran. Jadi hasilnya bisa terarah dan maksimal.

Pandangan masyarakat terhadap STIKes?
STIKes MBP dengan Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, dan S1 Keperawatan sangat diminati, dibutuhkan, dan dipercaya masyarakat.

Buktinya?
Dari waktu ke waktu, jumlah mahasiswa yang masuk STIKes MBP semakin bertambah. Tingkat keketatan, kuantitas, dan kualitas mahasiswa yang masuk semakin tinggi. Tidak sembarang terima. Kini total ada 640 mahasiswa kita, belum ditambah mahasiswa baru. Pada Rabu (7/12/2016), di Aula17 STIKes MBP di Jalan Seraya Nomor 1 Batam, kita melakukan Wisuda XII sebanyak 122 mahasiswa dari jurusan D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi NERS. Total 812 alumni kita. Itu prestasi dan mereka sangat kita banggakan.

Tingkat penyebarannya?
Alumni kita kini sudah menyebar ke Sulawesi, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Jawa, terutama Sumatera.

Itu bisa dijadikan acuan keberhasilan?
Ketika masih dalam pendidikan, mahasiswa kita sudah diminta bekerja di berbagai klinik swasta. Dari koordinasi dan komunikasi, diketahui alumni kita sudah banyak bekerja di Rumah Sakit (RS) Swasta, RS Umum, puskesmas, klinik, dan lainnya.

Faktor penyebabnya?
Karena skill (keterampilan, praktek) mahasiswa lebih baik. Kita siapkan dan berikan skill lebih baik dari pada umumnya. User (masyarakat, RS, RSU, puskesmas, klinik) memberi apresiasi tinggi atas skill mahasiswa dan alumni STIKes MBP. Mahasiswa kita lebih baik dan tidak diragukan. Ilmu pengetahuan (knowledgge, teori) dan skill harus kuat dan melengkapi. Terlebih setelah mahasiswa mengikuti proses Capping Day untuk menuju praktik klinik.

Bagaimana dengan konsep kemitraan?
Kita bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diwakili Rektor Unand Dr. Werry Darta Taifur tahun 2013. Ini menyangkut riset, pengembangan SDM, Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Ini sesuai dengan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pada tingkat regional?
Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Oktober 2016 menjadi mitra pendidikan kita juga seperti Unand.

Upaya menyalurkan alumni di tingkat mancanegara?
Ini penting dan telah dirangcang jauh-jauh hari. Terkait ini, kita bekerja sama dengan Universitas Internasional Batam (UIB) tahun 2016 untuk membantu menyalurkan para alumni STIKes MBP bekerja di tempat kesehatan tingkat internasional.

Bagaimana dengan pengembangan pendidikan?
Saat Akper MBP tahun 2002, kita punya Prodi D3 Keperawatan. Evaluasi diri, mengkaji kebutuhan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja terus dilakukan. Tahun 2009 Akper naik status menjadi STIKes dan menambah Prodi D3 Kebidanan, dan S1 Keperawatan. Tahun 2014, kita menambah Prodi S1 Farmasi, dan Prodi NERS (program S1 lanjutan Keperawatan). Semua terus dikembangkan dan dibesarkan. Tapi tetap prosedural dan mengacu kepada sistem pendidikan nasional yang ada.

Ada informasi Prodi Keperawatan kurang diminati?
Begini. Perbandingannya, 1 RS membutuhkan 10 perawat, dan 1 bidan. Artinya, tingkat kebutuhan terhadap perawat lebih tinggi daripada bidan. Sayangnya di tingkat nasional, peminat Keperawatan menurun sedangkan kebutuhan user meningkat. Kondisi ini justru berbeda dengan Kebidanan. STIKes MBP tetap menjalankan Prodi Keperawatan sekaligus terus meningkatkan kualitas yang ada. Hasilnya, peminat Keperawatan tidak ada masalah, terus meningkat.

Tadi disinggung soal kualitas terutama SDM. Seperti apa?
Kualitas berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM dosen dan staf. MBP memiliki 36 dosen memiliki pendidikan strata 2 (master, red), didukung 12 staf yang memiliki pendidikan S1. Kita juga melengkapi diri dengan laboratorium, perpustakaan yang terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Kualitas STIKes MBP sendiri bagaimana?
Lembaga ini mengalami peningkatan dengan meraih Akreditasi Institusi dari C ke B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) tahun 2015. Kemudian, seluruh Prodi di STIKes MBP telah meraih akreditasi. Itu tidak mudah dicapai.

Bagaimana meraih semua itu?
Insya Allah berkat doa, sinergi (kerja sama), saling menjaga, serta menjalankan kepercayaan. Semua SDM dan sistem di STIKes MBP berjalan sesuai Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi). Ini juga tidak lepas dari bantuan dan kepercayaan Pembina Yayasan Harapan Bunda Batam, H, Henry Minit, dan Ketua Yayasan Harapan Bunda Batam, Hj Gusnawati (Wati) AMd Keb. Pak Henry dan Bu Wati telah banyak berjasa untuk STIKes, mahasiswa, Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam. Beliau berdua sangat peduli kepada karyawan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar.

Kepedulian kepada mahasiswa dan dosen dalam bentuk apa?
Yayasan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berpestasi dan tidak mampu. Beasiswa juga diperoleh dari Pemko Batam. Kita juga memberikan beasiswa kepada 12 dosen untuk mengambil program S2 (tahun 2012-2015), dua dosen untuk program S3 (tahun 2015-sekarang), dan dua dosen untuk program S2 (tahun 2016-selesai). Beasiswa dalam bentuk uang kuliah, uang makan, uang transportasi, uang penginapan, dan lainnya.

Apa target STIKes MBP?
Mencetak SDM andal, punya daya saing, dan mempunyai akhlak yang baik. Ini penting untuk menghadapi tantangan dan persaingan. Terlebih dengan telah berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di kawasan Asia Tenggara yang berjalan efektif sejak akhir 2015 lalu. MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, perawat, bidan, dan lainnya. MEA akan mensejahterakan masyarakat Indonesia, tapi bisa juga sebaliknya, menyusahkan, dan membuat perekonomian jadi sulit. Kenapa? Karena semua produk, dan tenaga kerja andal datang dan diisi dari negara luar.

Antisipasinya?
Inilah salah satu tujuan kehadiran STIKes MBP. Kita menyiapkan generasi muda, anak bangsa yang bisa mengisi berbagai lowongan kerja, khususnya di bidang kesehatan. Anak bangsa, SDM lokal harus menjadi pelaku pembangunan, bukan penonton di era MEA ini. Kalau tidak siap, tidak sekolah, tidak berpikir, maka kita akan ditinggalkan, tertinggal, oleh orang luar.

Bisa menekan jumlah pengangguran?
Pasti. Insya Allah, alumnus bidang kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, NERS) tidak ada yang mengganggur. Ini membantu program pemerintah untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai. ***

.

.

Biodata

Nama : dr H. Mawardi Badar MM
Panggilan : Mawardi
Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar)
Tanggal Lahir : 6 Mei 1952
Anak ke : 1 dari 5 bersaudara
Anak : 2 orang

Pendidikan : S1 Fakultas Kekokteran Universitas Andalas di Sumbar
: S2 Universitas HAMKA di Jakarta

Pekerjaan : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam (1992-2001)
: Pembina dan Pjs Direktur Griya husada (1998
: Kepala Badan Pengawas Kota Batam (2001-2004)
: Kepala Bapedalda Kota Batam (2004-2007)
: Pembina Akper MBP Batam Batam 20002
: Ketua STIKes MBP Batam (9 September 2009-sekarang)

 


Suprizal Tanjung’s Surau

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Fokus Majukan Pendidikan Kesehatan

Tuesday 9 September 2014 | Blog

Chiawei Lin was born in Kaohsiung, Taiwan 1988. He learned guitar from his father when he…

Tuesday 11 July 2017 | Blog, Diklat

Download Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2018 Serba-Serbi Keuangan Negara

Thursday 7 August 2014 | Blog

Dengan begitu banyaknya pengusaha batik maka di buthkan kecermatan dalam memilih perusahaan yang bonafit, disini kami…

Friday 25 April 2014 | Blog

Seorang Fashion desainer bekerja dengan cara yang unik . Sebagian  sketsa ide-ide mereka di atas kertas…