Home » Diklat » Modul pelatihan berbasis kompetensi sub bidang metodologi pelatihan kerja mengelola peralatan pelatihan
Advertisement
loading...

Buku informasi kata pengantar dalam rangka mewujudkan pelatihan kerja yang efektif dan efesien dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja diperlukan suatu sistem pelatihan yang sama. Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 31 tentang sistem pelatihan kerja nasional yang mengamanatkan bahwa pelatihan kerja berbasis kompetensi. Dalam rangka menerapkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut diperlukan adanya standar kompetensi kerja sebagai acuan yang diuraikan lebih rinci ke dalam program, kurikulum dan silabus serta modul pelatihan. Untuk memenuhi salah satu komponen dalam proses pelatihan tersebut maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi “ mengelola peralatan pelatihan” yang mengacu pada standar kompetensi kerja nasional indonesia (skkni) sektor jasa kemasyarakatan, sosial, budaya dan perorangan sub sektor jasa kegiatan lainnya bidang jasa lainnya sub bidang metodologi pelatihan kerja yang telah ditetapkan dengan keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi r.i. Nomor kep.140/men/vi/2008. Modul pelatihan berbasis kompetensi ini, terdiri dari 3 buku yaitu buku informasi, buku kerja dan buku penilaian. Ketiga buku tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana buku yang satu dengan yang lainnya saling mengisi dan melengkapi, sehingga dapat digunakan untuk membantu pelatih dan peserta pelatihan untuk saling berinteraksi. Demikian modul pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan di lembaga pelatihan kerja. Jakarta, desember 2009 direktur standardisasi kompetensi dan program pelatihan drs. Djoko mulyanto, mm nip. 19540125 197903 1 002 daftar isi kata pengantar 1 daftar isi 2 bab i standar kompetensi kerja nasional (skkni) dan silabus pelatihan berbasis kompetensi (pbk) 3 a. Standar kompetensi kerja nasional (skkni) 3 b. Unit kompetensi prasyarat 6 c. Silabus pelatihan berbasis kompetensi (pbk) 9 bab ii mengelola peralatan pelatihan 14 a. Tujuan instruksional umum 14 b. Tujuan instruksional khusus 14 c. Pengetahuan dasar peralatan pelatihan 14 1. Difinisi 2. Sarana dan prasarana pelatihan 3. Peralatan utama pelatihan 4. Peralatan bantu pelatihan 5. Perangkat lunak pelatihan d. Pembuatan daftar dan penyimpanan peralatan pelatihan 18 1. Pembuatan daftar peralatan pelatihan 2. Buku induk peralatan 3. Kartu alat 4. Daftar peralatan 5. Penyimpanan peralatan pelatihan e.menyiapkan peralatan pelatihani 20 f. Melayani penggunaan peralatan pelatihanmateri pelatihan 23 g. Memelihara peralatan pelatihan 23 bab iii sumber-sumber yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi a. Sumber-sumber perpustakaan 24 1. Daftar pustaka 25 2. Buku referensi 26 bab i standar kompetensi kerja nasional (skkni) dan silabus pelatihan berbasis kompetensi (pbk) a. Standar kompetensi kerja nasional (skkni) kode unit : plk.mp.01.007.01 judul unit : mengelola peralatan pelatihan deskripsi unit : unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengelola perlatan pelatihan. Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja elemen kompetensi kriteria unjuk kerja 1. Membuat daftar peralatan dan penyimpanannya 1.1. Peralatan pelatihan diidentifikasi sesuai dengan buku kerja. 1.2. Daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. 1.3. Kebutuhan peralatan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku 2. Menyiapkan peralatan pelatihan 2.1. Peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan 2.2. Peralatan pelatihan disiapkan dengan teliti sesuai kebutuhan 3. Melayani penggunaan peralatan untuk pelatihan 3.1 peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan pembelajaran 3.2 peralatan pelatihan dikuasakan secara cermat pemakaiannya kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran 4. Memelihara peralatan pelatihan 4.1. Peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan diidentifikasi 4.2. Peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan ditangani dengan cermat sesuai standar operate prosedure (sop) 4.3. Peralatan pelatihan yang memerlukan perbaikan (overhoul) dilaporkan batasan variabel 1. Konteks variabel unit ini berlaku untuk membuat daftar peralatan dan penyimpanannya, menyiapkan peralatan pelatihan, melayani penggunaan peralatan untuk pelatihan, memelihara peralatan pelatihan yang digunakan mengelola peralatan pelatihan pada bidang metodologi pelatihan. 2. Perlengkapan (alat dan bahan) untuk mengelola peralatan pelatihan mencakup: 2.1. Formulir daftar kebutuhan peralatan 2.2. Buku daftar peralatan 2.3. Formulir penerimaan peralatan 2.4. Formulir permintaan peralatan 2.5. Formulir laporan penggunaan peralatan 2.6. Buku literatur/referensi 2.7. Alat tulis kantor 3. Tugas pekerjaan untuk mengelola peralatan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan meliputi : 3.1 mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku 3.2 menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan 3.3 menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran 3.4 menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar operate prosedure (sop) 3.5 melaporkan peralatan pelatihan yang memerlukan perbaikan (overhoul) 4. Peraturan untuk mengelola bahan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan adalah : 4.1 pedoman pengelolaan peralatan pelatihan 4.2 buku administrasi latihan pengelolaan gudang panduan penilaian : 1. Penjelasan prosedur penilaian : alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait : 1.1. Plk.mp02.003.01 merancang strategi dan penilaian pembelajaran 1.2. Plk.mp02.009.01 memfasilitasi proses pembelajaran 2. Kondisi penilaian : 2.1 kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan membuat daftar peralatan dan penyimpanannya, menyiapkan peralatan pelatihan, melayani penggunaan peralatan untuk pelatihan, memelihara peralatan pelatihan yang digunakan untuk mengelola peralatan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan. 2.2 penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik. 2.3 penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut : 3.1 identifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja.daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. 3.2 daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. 3.3 verifikasi peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. 3.4 verifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran. 3.5 identifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan. 4. Keterampilan yang dibutuhkan : keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut : 4.1 mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku 4.2 menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan 4.3 menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran 4.4 menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar penggunaan (user manual) 4.5 melaporkan peralatan pelatihan yang memerlukan (standar operate prosedure (sop) 5. Aspek kritis : aspek kritis yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut : 5.1 perbedaan persepsi. 5.2 tingkat ketelitian yang bervariasi.

modulpelatihan_

Kompetensi kunci no kompetensi kunci dalam unit ini tingkat

1 mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 1 2 mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 1 3 merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4 bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5 menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 memecahkan masalah 2 7 menggunakan teknologi 1 b. Unit kompetensi prasyarat sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi merumuskan permasalahan pelatihan di daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut: – tidak ada. C. Silabus pelatihan berbasis kompetensi (pbk) judul unit kompetensi : mengelola peralatan pelatihan kode unit kompetensi : plk.mp.01.007.01 deskripsi unit kompetensi : unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengelola peralatan pelatihan prakiraan waktu pelatihan : 24 jp @ 45 menit tabel silabus unit kompetensi : elemen kompetensi kriteria unjuk kerja indikator unjuk kerja materi pelatihan prakiraan waktu pelatihan pengetahuan keterampilan sikap penge-tahuan keteram-pilan 1. Membuat daftar peralatan dan penyimpanannya 1.1. Peralatan pelatihan diidentifikasi sesuai dengan buku kerja. 1.2. Daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. 1.3. Kebutuhan peralatan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku • dapat mengide3ntifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja. • dapat membuat daftar kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja. • dapat mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku • identifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja.daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • verifikasi peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. • verifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran. • identifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan. • mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku • menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan • menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar penggunaan (user manual) • melaporkan peralatan pelatihan yang memerlukan (standar operate prosedure (sop) • asesmen 2. Menyiapkan peralatan pelatihan 2.1. Peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan 2.2. Peralatan pelatihan disiapkan dengan teliti sesuai kebutuhan dapat memverifikasi peralatan pelatihan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan peralatan pelatihan disiapkan dengan teliti sesuai kebutuhan • identifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja.daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • verifikasi peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. • verifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran. • identifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan. • mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku • menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan • menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar penggunaan (user manual) • melaporkan peralatan pelatihan yang memerlukan (standar operate prosedure (sop) 6 2.3. Kebutuhan pelatihan daerah ditentukan sesuai dengan analisis kebutuhan dan sumber daya yang tersedia dapat menentukan kebutuhan pelatihan daerah sesuai dengan analisis kebutuhan dan sumber daya yang tersedia 3. Melayani penggunaan peralatan untuk pelatihan 3.1 peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan pembelajaran 3.2 peralatan pelatihan dikuasakan secara cermat pemakaiannya kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • dapat memverifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan i sesuai dengan kemajuan pembelajaran • dapat mengasakan peralatan pelatihan secara cermat pemakaiannya kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • identifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja.daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • verifikasi peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. • verifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran. • identifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan. • mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku • menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan • menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar penggunaan (user manual) • melaporkan peralatan pelatihan yang 4. Memelihara peralatanmemerlukan (standar operate prosedure (sop) pelatihan 4.1. Peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan diidentifikasi 4.2. Peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan ditangani dengan cermat sesuai standar operate prosedure (sop) 4.3. Peralatan pelatihan yang memerlukan perbaikan (overhoul) dilaporkan dapat menfidentifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan dapat menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan dengan cermat sesuai standar operate prosedure (sop) dapat melaorkan peralatan pelatihan yang memerlukan perbaikan (overhoul) • identifikasi peralatan pelatihan sesuai dengan buku kerja.daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja. • verifikasi peralatan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. • verifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran. • identifikasi peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan. • mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku • menyiapkan peralatan pelatihan sesuai kebutuhan • menguasakan pemakaian peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran • menangani peralatan pelatihan yang memerlukan perawatan sesuai standar penggunaan (user manual) • melaporkan peralatan pelatihan yang memerlukan (standar operate prosedure (sop) asesmen elemen kompetensi kriteria unjuk kerja indikator unjuk kerja materi pelatihan jam pelatihan pengetahuan keterampilan sikap penge-tahuan kete-rampilan 1. Membuat daftar peralatan dan penyimpanan-nya 1.1 peralatan pelatihan diidentifikasi sesuai dengan buku kerja 1.2 daftar kebutuhan peralatan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja 1.3 kebutuhan peralatan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dapat menjelaskan tentang dapat menjelaskan carapengelolaan peralatan pelatihan mampu mengidentifikasi peralatanmengidentifikasi peralatan pelatihan harus cermat, teliti, dan taat asas dapat menjelaskanpelatihan mampu membuat daftar kebutuhan peralatan administrasi pergudangan dapat menjelaskan prosedurharus teliti, cermat, dan taat asas mampu mengajukan kebutuhan peralatanpengajukan peralatan pelatihan pengelolaan harus taat asas pelatihan sesuai dengan prosedur cara mengidentifikasi peralatan pelatihan peralatan pelatihan prosedur pengajuan peralatan pelatihan administrasi pergudangan membuat daftar kebutuhanmengidentifikasi peralatan pelatihan cermat teliti mengajukan kebutuhan peralatan pelatihan peralatan taat asas 2 4 2. Menyiapkan taat asas cermat teliti taat asas peralatan pelatihan 2.1 peralatan pelatihan diverifikasi sesuai dapat menjelaskan cara memverifikasispesifikasi yang dibutuhkan mampuperalatan pelatihan memverifikasi peralatan pelatihan sesuai harus teliti, cermat,spesifikasi yang dibutuhkan peserta pelatihan memverifikasi cara memverifikasi peralatan pelatihan dan taat asas peralatan pelatihan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan peserta pelatihan taat asas 1 4 2.2 peralatan pelatihan disiapkan cermat teliti dapat menjelaskan proseduru menyiapkandengan teliti sesuai kebutuhan mampu menyiapkan peralatan pelatihan sesuai denganperaltan pelatihan prosedur harus teliti, cermat, dan taat asas kebutuhan pelatihan menyiapkan peralatan pelatihan sesuaimenyiapkan peralatan pelatihan taat asas 3. Melayani cermat teliti dengan kebutuhan pelatihan penggunaan peralatan untuk pelatihan 3.1 peralatan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan dapat menjelaskan prosedur memverifikasi peralatanpembelajaran mampu memverifikasi peralatan pelatihan yangpelatihan yang dibutuhkan prosedur harus teliti, cermat, dan taat asas dibutuhkan memverifikasimemverifikasi peralatan pelatihan yang dibutuhkan taat asas 1 2 cermat teliti peralatan pelatihan yang dibutuhkan 3.2 peralatan pelatihan dikuasakan secara cermat pemakaiannya kepada dapat menjelaskan tata cara serahpeserta pelatihan sesuai dengan mampu menguasakan peralatan pelatihanterima peralatan pelatihan tata cara serah terima harus taat asas kepada peserta pelatihan menguasakan peralatan pelatihan kepada pesertaperalatan pelatihan taat asas 4. Memelihara peralatan pelatihan 4.1 peralatanpelatihan dapat menjelaskanpelatihan yang memerlukan perawatan diidentifikasi mampu mengidentifikasi peralatanteknik perawatan peralatan pelatihan teknik harus teliti dan cermat pelatihan yang memerlukan perawatan mengidentifikasi peralatan pelatiahanperawatan peralatan pelatihan cermat 2 4 4.2 peralatan pelatihan teliti yang memerlukan perawatan dapat menjelaskan tatayang memerlukan perbaikan (overhoul) dilaporkan dapatcara pembuatan laporan perbaikan peralatan pelatihan mampumenjelaskan prosedur melaporkan perbaikan peralatan pelatihan harus teliti, cermat,membuat laporan perbaikan peralatan pelatihan prosedur tata cara pembuatan laporan perbaikan dan taat asas membuat laporan perbaikanmelaporkan perbaikan peralatan pelatihan taat asas bab ii mengelola cermat teliti peralatan pelatihan peralatan pelatihan a. Tujuan instruksional umum peserta pelatihan mampu mengelola peralatan pelatihan sebagai bagian dari metodologi pelatihan b. Tujuan instruksional khusus 1. Peserta pelatihan mampu membuat daftar peralatan dan penyimpanannya 2. Peserta pelatihan mampu menyiapkan peralatan pelatihan 3. Peserta pelatihan mampu melayani penggunaan peralatan untuk pelatihan 4. Peserta pelatihan mampu memelihara peralatan pelatihan c. Pengetahuan dasar peralatan pelatihan 1. Difinisi peralatan pelatihan adalah seluruh peralatan dan sarana serta prasarana yang diperlukan dan digunakan untuk pelaksanaan suatu pelatihan kerja. Secara umum peralatan pelatihan terbagi atas dua bentuk yaitu perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software). Peralatan yang termasuk dalam perangkat keras (hardware) antara lain dapat berbentuk ruang kelas/bengkel beserta perabotnya, mesin dan perlengkapannya, peralatan tangan, peralatan laboratorium, perangkat komputer dan perangkat keras lainnya sesuai dengan jenis atau bidang pelatihan yang akan dilaksanakan. Sedangkan perangkat lunak (software) antara lain dapat berbentuk perangkat lunak atau program-program yang bersifat untachable, yang diperlukan untuk mendukung operasionalisasi perangkat keras dan pekerjaan yang terkait sesuai dengan kompetensi yang dilatihkan. Peralatan pelatihan adalah salah satu komponen pelatihan, yang memegang peranan yang penting untuk tercapainya tujuan pelatihan berbasis kompetensi. Secara umum peralatan pelatihan dibutuhkan untuk untuk melatih peserta pelatihan dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi yang sedang dipelajari atau dilatihkan. Secara umum peralatan pelatihan dapat terbagi atas sarana, peralatan utama dan peralatan bantu pelatihan. Keseluruhan sarana, peralatan utama dan peralatan bantu pelatihan harus dikelola dengan baik agar dapat dipergunakan pada saat diperlukan dan dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya serta terpelihara kondisinya. Seorang instruktor sebagai pelaksana suatu program pelatihan dituntut mampu mengelola peralatan pelatihan yang apada umumnya telah tersedia difasilitas tempat pelatihan. Penyediaan peralatan pelatihan pada umumnya telah dilakukan atau dilaksanakan oleh pengelola pelatihan berdasar pada analisis kebutuhan pelatihan yang akan dilaksanakan. Sejalan dengan pola pelatihan yang dilaksanakan merupakan pelatihan berbasis kompetensi, maka secara umum analisis kebutuhan peralatan pelatihan dapat dilakukan antara lain dengan analisis dan telaah atas peralatan dan alat yang dibutuhkan yang tertuang pada setiap unit kompetensi. Jenis dan spesifikasi peralatan pelatihan dapat dibedakan dengan pembagian sebagai berikut: 1. Sarana dan prasara pelatihan 2. Peralatan utama pelatihan dan 3. Peralatan bantu pelatihan. 4. Perangkat lunak yang mendukung operasionalisasi perangkat keras. 2. Sarana dan prasarana pelatihan: sarana dan prasarana pelatihan dapat berupa ruang dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan pelatihan. Setiap jenis pelatihan akan memiliki kebutuhan dan persyaratan sesuai dengan bidang atau sektor masing-masing, sebagai contoh pelatihan pengoperasian komputer akan memerlukan ruang belajar/ruang kelas/ruang laboratorium dengan luas minimal ….. M2 untuk peserta pelatihan sebanyak ……(n) orang. Ruang tersebut juga harus dilengkapi dengan meja kursi komputer, jaringan penerangan listrik yang memadai serta jaringan catu daya listrik sesuai dengan kebutuhan jumlah komputer yang dipergunakan serta prasarana lainnya sepeti whiteboard, lcd presentation, dan dilengkapi dengan sistem pendingin udara. Demikian pula untuk jenis atau bidang pelatihan kerja yang lain kebutuhan spesifikasi ruang kelas/bengkel atau laboratorium akan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kompetensi/kluster atau kualifikasi pelatihan kerja yang akan dilaksanakan. Setiap ruang/bengkel/laboratorium yang dipergunakan sebagai bagian dari sarana pelatihan, biasanya telah diberi kartu inventarisasi yang ditempatkan pada didinding luar ruang/bengkel/ laboratorium dan dalam dokumen arsip adminstrasi peralatan. Secara umum kartu inventaris ruangan akan memuat informasi: • nama ruang • luas • daftar perabot • peralatan yang ada diruang (informasi umum) • kondisi 3. Peralatan utama pelatihan: peralatan utama pelatihan adalah peralatan yang paling dominan dibutuhkan dalam pelatrihan kerja yang akan dilaksanakan. Peralatan dimaksud pada umumnya berkaitan langsung dengan tuntutan atas ketersediaan peralatan tersebut terkait dengan pencapaian kompetensi kerja yang akan dilatihkan. Dengan demikian jenis peralatan, spesifikasi dan jumlah yang harus tersedia, merupakan hasil analisis kebutuhan peralatan sesuai dengan kompetensi kerja yang akan dilatihkan. Sebagai contoh untuk pelatihan berbasis kompetensi untuk bidang las listrik dasar, maka peralatan utama yang dibutuhkan adalah peralatan transformator las listrik beserta kelengkapannya. Demikian pula bila pelatihan kerja terkait dengan pelatihan pengukuran tanah, maka peralatan utama yang diperlukan adalah pesawat/peralatan ukur tanah (theodolit dan waterpass) beserta kelengkapannya dengan spesifikasi sesuai dengan tuntutan kompetensi yang yang akan dilatihkan. Secara umum setiap jenis dan bidang pelatihan kerja berbasis kompetensi, akan selalu membutuhkan peralatan utama dengan jenis, spesifikasi dan jumlah sesuai dengan tuntutan kompetensi, kluster atau kualifikasi yang akan dilatihkan. Penetapan peralatan utama untuk suatu pelatihan dilakukan melalui analisis yang komprehensif sesuai dengan tuntutan kompetensi yang akan dilatihan dan dibahas pada modul yang sebelumnya/yang lain. Pada setiap peralatan utama dan perlengkapannya akan dilengkapai dengan kartu alat, standar operating procedure (sop) dan manual dari masing-masing fabrikan yang memproduksinya. 4. Peralatan bantu pelatihan: peralatan bantu pelatihan adalah peralatan yang dibutuhkan dalam membantu keterlaksanaan pelatihan kerja yang akan dilaksanakan dari aspek kelengkapan peralatan utama. Peralatan bantu dimaksud pada umumnya dibutuhkan untuk mendukung fungsi peralatan utama dalam pencapaian kompetensi kerja yang sedang dilatihkan. Sebagai contoh untuk pelatihan berbasis kompetensi untuk bidang las listrik dasar, maka peralatan utama yang dibutuhkan adalah peralatan transformator las listrik beserta kelengkapannya. Untuk mendukung tercapainya kompetensi kerja pengelasan listrik dasar, diperlukan sejumlah peralatan bantu yang antara lain peralatan pemotong pelat, gergaji mesin, mesin gerinda, pemotong las gas, peralatan ragum, perlatan tangan dan peralatan ukur. Demikian pula untuk pelatihan kerja berbasis kompetensi pengukuran tanah, maka diperlukan sejumlah peralatan bantu untuk melengkapinya. Peralatan bantu tersebut antara lain pita meter ukur, payung pelindung, writting pad, format isian hasil ukur dan kalkulator. Secara umum setiap jenis dan bidang pelatihan kerja berbasis kompetensi, akan selalu membutuhkan peralatan bantu dengan jenis, spesifikasi dan jumlah sesuai dengan tuntutan kompetensi, kluster atau kualifikasi yang akan dilatihkan. Penetapan peralatan bantu untuk suatu pelatihan dilakukan melalui analisis yang komprehensif sesuai dengan tuntutan kompetensi yang akan dilatihan dan dibahas pada modul yang sebelumnya/yang lain. Pada setiap peralatan bantu dan perlengkapannya akan dilengkapai dengan kartu alat, standar operating procedure (sop) dan manual dari masing-masing fabrikan yang memproduksinya. 5. Perangkat lunak pelatihan: dengan adanya pengembangan ilmu dan teknologi sekarang ini, batasan peralatan pelatihan yang semula hanya terfokus pada perangkat keras mulai muncul dan terus berkembang denga peralatan pelatihan yang bersifat perangkat lunak. Perangkat lunak pelatihan dimaksud dapat berupa perangkat lunak yang terkait langsung dengan operasionalisasi suatu perangkat keras(peralatan) pelatihan kerja dan perangkat lunak sebagai alat bantu pelatihan (misal slide, film, perangkat lunak belajar interaktif berbasis komputer, dsbnya). Perangkat lunak yang terkait langsung dengan operasionalisasi perangkat keras peralatan pelatihan, perlu dimonitor secara periodik untuk menjamin keandalan fungsinya. Sedangkan untuk perangkat lunak sebagai alat bantu pelatihan, perlu didukung/di backup dengan sistem penyimpanan dan admistrasi yang andal agar dapat domanfaatkan dan dipergunaan setiap diperlukan. D. Pembuatan daftar dan penyimpanan peralatan pelatihan 1. Pembuatan daftar peralatan pelatihan peralatan pelatihan yang dipergunakan dalam kegiatan pelatihan kerja berbasis kompetensi, secara umum memiliki mobiitas pemakaian yang cukup tinggi. Dengan demikian resiko kerusakan, kehilangan dan penempatan peralatan yang tidak semestinya dapat terjadi. Untuk itulah administrasi peralatan menjadi sangat penting untuk mendukung keterlaksanakan penyelenggaraan pelatihan. Adminstrasi peralatan pelatihan dapat terdiri atas buku induk peralatan, kartu alat (untuk peralatan utama dan bantu yang bukan perlatan tangan) daftar alat. 2. Buku induk peralatan buku induk peralatan adalah buku yang memuat informasi tentang seluruh peralatan yang dipergunakan dalam pelatihan. Buku induk peralatan secara umum telah dipersiapan oleh institusi pelatihan, pada saat instalasi bengkel/ruang kelas/laboratorium ditetapkan sebagai bagaian dari fasilitas pelatihan tersebut. 3. Kartu alat kartu alat adalah kartu yang ditempatkan pada peralatan utama dan peralatan bantu yang secara fisik dapat beridi/bekerja tersendiri berdasar pada sop atau manual. Kartu alat tersebut pada umumnya memberikan informasi tentang: a. Nomor kode alat: b. Nama alat c. Riwayat pemakaian alat (kapan dan oleh siapa) d. Kondisi perlatan 4. Daftar peralatan daftar peralatan adalah daftar peralatan pelatihan yang dibuat berdasar pada buku induk peralatan pelatihan yang ada. Daftar peralatan pelatihan memuat informasi yang lebih rinci/detail dibanding dengan daftar induk peralatan yang telah ada. Secara umum daftar peralatan pelatihan dibuat dengan memuat informasi tentang peralatan dimaksud yang mencakup: a. Kode dan nomor peralatan b. Nama peralatan c. Spesifikasi peralatan d. Nama pabrik pembuat e. Tahun produksi f. Tanggal mulai pemakaian g. Kondisi peralatan h. Tempat penyimpanan 5. Penyimpanan peralatan pelatihan penyimpanan peralatan pelatihan merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan peralatan pelatihan. Dengan penyimpanan peralatan pelatihan yang memenuhi persyaratan yang dituntut oleh masing-masing perlatan akan memberikan dampak yang positif terhadap peralatan dimaksud dari aspek pencegahan kerusakan dan kemudahan dalam pemakaian. Untuk pengaturan penyimpanan harus ditetapkan sop penyimpanan alat, yang dirumuskan dan ditetapkan berdasar pada manual atau persyaratan penanganan peralatan masing-masing. Tempat penyimpanan baik yang berupa ruang atau wadah (almari, boks atau bentuk lain) harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk penyimpanan perlatan. Penyimpanan perlatan pelatihan harus menjamin bahwa peralatan dimaksud tidak saling berbenturan, terjajaga dari kemungkinan tumpahan zat yang dapat merusak perlatan atau hal lain yang sejenis. Pada setiap wadah atau tempat penyimpanan harus tersedia lembar informasi tertempel yang memuat peralatan apa saja yang tersimpan didalamnya yang antara lain: a. Nomor dan kode alat b. Jenis dan nama alat c. Jumlah alat d. Kondisi alat e. Menyiapkan peralatan pelatihan dalam pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, peralatan pelatihan diharapkan selalu dalam kondisi siap dipergunakan. Agar peralatan pelatihan selalu dalam kondisi siap pakai, maka perlu dilakukan penyiapan peralatan sesuai dengan kebutuhan. Untuk melakukan penyiapan peralatan pelatihan, maka daftar kebutuhan peralatan pelatihan yang tertuang dalam rencana program pelatihan, harus ditelaah dan dipelajari secara seksama. Telaah difokuskan pada persyaratan kondisi peralatan dengan tujuan pelatihan yang terukur yang ingin dicapai dari pelatihan tersebut. Atas dasar hasil telaah tersebut akan diperoleh informasi tentang persyaratan spesifik yang harus dipenuhi oleh peralatan pelatihan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh suatu pelatihan dibidang pembuatan komponen mesin/spare part, dimana harus memnuhi persyaratan ketelitian ukuran menurut iso n 6. Agar tujuan pelatihan tersebut tercapai, maka perlatan ukur yang harus disediakan untuk pelatihan ini (micro meter atau veiner calliper) harus yang memiliki kemampuan ukur dengan ketelitian ukur 0,01 mm. Dengan demikian dalam menyiapkan peralatan pelatihan dilakukan dengan tahapan: 1. Mempelajari dan menelaah jenis dan spesifikasi peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan yang tertuan dalam program pelatihan. 2. Mengidentifikasi jenis dan spesifikasi peralatan yang dibutuhkan berdasar pada telaah kebutuhan perlatan dari program pelatihan. 3. Melakukan pemeriksaan atau verifikasi kesesuaian dan kondisi peralatan antara yang tersedia dan tuntutan persyaratan pelatihan 4. Melakukan tindakan perbaikan atau pengesetan perlatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 5. Menyiapkan perlatan pelatihan yang telah terverifikasi untuk siap dipergunakan. F. Melayani penggunaan peralatan pelatihan pelayanan penggunakan peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan, pada umumnya diatur dengan sop penggunaan peralatan. Dalam sop penggunaan peralatan akan dilengkapi dengan form peminjaman peralatan, yang harus disi oleh peserta pelatihan sebagi tanda bukti peminjaman peralatan. Dalam pelaksanaan pelayanan penggunaan peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan, pada umumnya dilakukan dengan pentahapan sebagai berikut: 1. Penyampaian informasi kepada peserta pelatihan tentang tata cara dan prosedur peminjaman/penggunaan peralatan pelatihan yang tertuan dalam sop atau tata tertib peminjaman peralatan 2. Peserta pelatihan mengajukan peminjaman dengan mengisi form isian peminjaman sesuai dengan kebutuhan pelatihan. 3. Penyerahan peralatan pelatihan sesuai dengan permintaan peminjaman kepda peserta pelatihan. 4. Menerima pengembalian peralatan dari peserta pelatihan dengan memeriksa kondisi peralatan setelah pemakaian. 5. Menandai dan mencatat peralatan yang mengalami kerusakan 6. Menyimpan peralatan ditempat penyimpanan semula. G. Memelihara peralatan pelatihan pemeliharaan peralatan pelatihan yang ditangani oleh instruktor pada umumnya terbatas pada kerusakan ringan yang perjadi akibat pemakaian selama pelatihan. Kerusakan perlatan yang memerlukan penanganan khusus pada umumnya dilakukan oleh bagian perawatan dan perbaikan yang ada dalam isntitusi/lembaga pelatihan kerja. Dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan pelatihan, pada umumnya dilakukan dengan pentahapan sebagai berikut: 1. Melakukan telaah terhadap daftar peralatan yang memerlukan perawatan dan perbaikan. 2. Melakukan identifikasi terhadap peralatan pelatihan yang memerlukan pemeliharaan. 3. Menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pemeliharaan perlatan yang mengalami kerusakan. 4. Melakukan pemeliharaan terhadap peralatan sesuai dengan sop atau manual yang berlaku. 5. Memberikan label atau tanda kepada peralatan yang telah dipelihara atau diperbaiki. 6. Menyimpan peralatan yang telah diperbaiki ditempat penyimpanan semula. 7. Membuat daftar peralatan yang tidak dapat dipelihara dan diperbaiki dan disampaikan kepada pihak yang menanganinya. Bab iii sumber-sumber lain yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi a. Sumber daya manusia 1. Pelatih pelatih anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran pelatih adalah untuk : a. Membantu anda untuk merencanakan proses belajar. B. Membimbing anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. C. Membantu anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan anda mengenai proses belajar anda. D. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang anda perlukan untuk belajar anda. E. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. F. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan. 2. Penilai penilai anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan: a. Melaksanakan penilaian apabila anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan anda. B. Menjelaskan kepada anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan anda. C. Mencatat pencapaian / perolehan anda. 3. Teman kerja/sesama peserta pelatihan teman kerja anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar anda. B. Sumber-sumber perpustakaan pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan pedoman belajar ini. Sumber-sumber tersebut dapat meliputi: 1. Buku referensi dari perusahan 2. Lembar kerja 3. Gambar 4. Contoh tugas kerja 5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain. Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam cbt mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada. C. Daftar peralatan/mesin dan bahan 1. Judul/nama pelatihan : mengelola peralatan pelatihan 2. Kode program pelatihan : plk.mp01.007.01 no unit kompetensi kode unit daftar peralatan daftar bahan keterangan 1. Mengelola peralatan pelatihan plk.mo01.007.01 formulir daftar kebutuhan peralatan buku daftar peralatan formulir penerimaan peralatan formulir permintaan peralatan formulir laporan penggunaan peralatan buku literatur/referensi alat tulis kantor . – daftar pustaka pedoman pengelolaan sara dan prasarana diklat daftar spesifikasi peralatan dan perlengkapan dar tim penyusun no. Nama institusi keterangan 1. Bambang purwoprasetyo asosiasi instruktur metodologi pelatihan (aimp) 2. Robert b. Sitorus asosiasi instruktur metodologi pelatihan (aimp) 3. Rubito asosiasi instruktur metodologi pelatihan (aimp) 4. Ali darokah bbplkdn bandung 5. Annoordin bbplkdn bandung 6. Herwadi bbplkdn bandung 7. Rahmat sudjali badan nasional sertifikasi profesi 8. Darma setiawan badan nasional sertifikasi profesi 9. Sjahruddin kaliky bblki serang 10. Bambang trianto bblki serang 11. Muh. Yasir bbplkln cevest bekasi 12. Karyaman bbplkln cevest bekasi 13. Subandi dit. Stankomproglat 14. Bayu priantoko dit. Stankomproglat 15. Atiek chrisnarini biro hukum depnakertrans 16. Senggono blk pasar rebo

File added : Thursday, November 17th 2016.
Category : Diklat
tags: ,

Related Post Modul pelatihan berbasis kompetensi sub bidang metodologi pelatihan kerja mengelola peralatan pelatihan

December 30th
2016

DATA GURU TK YANG BELUM MENGAMBIL TUNJANGAN/INSENTIF PER 27 DESEMBER 2016

Kepada Yth. : Kepala UPTD BPS se Kota Surabaya Kepala TK se Kota Surabaya Berdasarkan Laporan Tunjangan/Insentif Direktorat P2TK PAUDNI bersama ini kami sampaikan
December 19th
2016

Undangan Sosialisasi Peserta PLPG Unesa Th 2016

Daftar Peserta download di bawah ini : – surat_undangan_plpg disdikkepeglmg
December 30th
2016

Training Penyiapan Tenaga Audit Intern

Jadwal Training Audit Intern BPR 19-20 Agustus 2016, berlangsung di Jakarta 23-24 September 2016, berlangsung di Jakarta Sehubungan dengan berlakunya Peraturan OJK no 4/POJK.03/2015
December 27th
2016

Pratugas Pelatih Pendampingan Desa

Perkembangan keprofesian bidang Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia kian mendapat pengakuan dan dukungan pemerintah Republik Indonesia. Sebagai bukti nyata peran pemerintah melibatkan seluruh elemen
December 23rd
2016

10 Buku Pembangunan Desa Kementrian Desa, PDTT & Transmigrasi

Sebagai Kementerian baru, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi berkomitmen meninggalkan cara lama dan memulai cara baru dalam pendampingan desa. Sebagaimana disebutkan dalam buku “Kewenangan