Modul pelatihan Berbasis Kompetensi Sub Bidang Metodologi Pelatihan Kerja

Daftar Isi

Kata Pengantar —- 1 Daftar Isi — 2 Bab I Standar Kompetensi Kerja Nasional (Skkni) Dan Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (Pbk) – 3 Standar Kompetensi Kerja Nasional (Skkni) — 3 Unit Kompetensi Prasyarat ——- 6 Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (Pbk) — 7 Bab Ii Merumuskan Permasalahan Pelatihan Di Daerah — 10 Latar Belakang — 10 Tujuan —- 10 Ruang Lingkup — 11 Pengertian Istilah ——– 11 Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ——- 14 Materi Pelatihan Merumuskan Permasalahan Pelatihan Di Daerah ——– 14 Mengidentifikasi Permasalahan Daerah Yang Mendorong Munculnya Kebutuhan Pelatihan—— 14 Kebutuhan Pelatihan——– 14 Survey Kebutuhan Pelatihan —— 17 Dasar-Dasar Statistik —— 19 Istilah-Istilah Kependudukan —– 26 Analisis Kebutuhan Pelatihan —– 34 Analisis Informasi Pasar Kerja —- 36 Analisis Target Populasi — 37 Menetapkan Kebutuhan Pelatihan Di Suatu Daerah—- 41 Pedoman Menganalisis Data Kebutuhan Pelatihan Daerah Agar Sesuai Dengan Kondisi Nyata Daerah —– 41 Pelaporan —- 44 Bab Iii Sumber-Sumber Yang Diperlukan Untuk Pencapaian Kompetensi —– Sumber-Sumber Perpustakaan — 46 Daftar Pustaka  46 Buku Referensi  46 Daftar Peralatan/Mesin Dan Bahan —– 47 Daftar Peralatan/Mesin—— 47 Daftar Bahan 47

Bab I Standar Kompetensi Kerja Nasional (Skkni) Dan Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (Pbk)

Standar kompetensi kerja nasional (skkni) 1. Kode unit : plk.mpo1.001.01 2. Judul unit : merumuskan permasalahan pelatihan di daerah 3. Deskripsi unit : unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam merumuskan permasalahan pelatihan di daerah.

1-elemen

Batasan Variabel:

Batasan konteks: Unit ini berlaku untuk mengidentifikasi permasalahan daerah yang mendorong munculnya kebutuhan pelatihan dan menetapkan kebutuhan pelatihan di suatu daerah yang digunakan untuk merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah pada metodologi pelatihan. Perlengkapan untuk merumuskan permasalahan pelatihan di daerah mencakup : 1) Kebijakan daerah. 2) Data Sumber Daya Pelatihan dalam suatu daerah. 3) Buku referensi/literatur. 4) Alat tulis kantor. c. Tugas pekerjaan untuk merumuskan permasalahan pelatihan di daerah sebagai bagian dari program pelatihan meliputi: 1) Menganalisis Data dan informasi untuk menentukan jenis-jenis permasalahan yang dapat dipecahkan melalui penyelenggaraan pelatihan 2) Menganalisis data kebutuhan pelatihan daerah sesuai dengan jenis permasalahan yang telah ditentukan. 3) Menganalisis kebutuhan pelatihan daerah ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. d. Peraturan untuk merumuskan permasalahan pelatihan di daerah sebagai bagian dari program pelatihan adalah: 1) Pedoman Analisis Kebutuhan Pelatihan.

Panduan Penilaian:

a. Penjelasan prosedur penilaian : Alat, bahan, dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait : 1) tidak ada. b. Kondisi Penilaian: 1) Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan mengidentifikasi permasalahan daerah yang mendorong munculnya kebutuhan pelatihan dan menetapkan kebutuhan pelatihan di suatu daerah, yang digunakan merumuskan permasalahan pelatihan di daerah sebagai bagian dari program pelatihan. 2) Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik. 3) Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja. c. Pengetahuan yang dibutuhkan : 1) Data dan informasi tentang permasalahan daerah dari sumber yang sahih 2) Teknik survei/metodologi riset 3) Statistik Terapan 4) Training Needs Analysis 5) Training Needs Assessment 6) Target population Analysis 7) Signalling System d. Keterampilan yang dibutuhkan : 1) Menganalisis data dan informasi untuk menentukan jenis-jenis permasalahan daerah yang dapat dipecahkan melalui penyelenggaraan pelatihan. 2) Menganalisis data kebutuhan pelatihan daerah sesuai dengan jenis permasalahan yang telah ditentukan. 3) Menganalisis kebutuhan pelatihan daerah ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. e. Aspek Kritis: Aspek kritis yang merupakan kondisi kerja yang harus diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut: 1) Perbedaan persepsi dalam menerjemahkan kebijakan daerah. 2) Kompetensi SDM yang variatif. 3) Keterbatasan data mengenai sumber daya pelatihan di suatu daerah. Berikut adalah tabel kompetensi kunci tersebut :

2-kompetensikunci

Unit Kompetensi Prasyarat

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut: – Tidak ada.

3-silabus

3-silabus

4-silabus

4-silabus

5-silabus

5-silabus