Home » Blog » Nilai Estetika Batik Solo Surakarta Hadiningrat
Advertisement
loading...
Batik parang merah solo

Batik parang merah solo

NILAI ESTETIKA PADA BATIK SURAKARTA

Batik bila dipakai memiliki kesan khas bagi pemakainya. Di samping memberi kesan indah batik memberi kesan kelembutan dan kesan berwibawa bagi pemakainya. Kesan ini dapat kita lihat karena pada motif batik terdapat nilai keindahan yang luar biasa. Nilai keindahan yang ada pada batik itulah yang sering disebut nilai estetika. Nilai estetika batik dapat kita lihat dari berbagai aspek antara lain unsur/elemen motif batik prinsip penggabungan unsur dan nilai simbolik batik.

 

Unsur motif batik Surakarta Hadiningrat

Motif batik terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur itu dikomposisi menjadi suatu paduan motif yang memiliki nilai estetika. Unsur-unsur pada motif batik tersebut adalah sebagai berikut.


Ornamen pokok

Omamen pokok melukiskan kehidupan florafauna yang dibuat secara sempurna dan tegas. Omamen pokok dalam motif batik dapat berupa 1) meru yang melambangkan gunung atau tanah yang disebut bumi 2) pohon hayat atau tumbuhan yang melambangkan dunia tengah 3) garuda yang melambangkan matahari atau tata surya 4) burung yang melambangkan dunia atas 5) candi atau perahu (bangunan) yang melambangkan keramat 6) lidah api yang melambangkan api 7) naga yang melambangkan air 8) binatang yang melambangkan keperkasaan dan kesaktian 9) kupukupu.


Ornamen pengisi

Ornamen pengisi adalah omamen yang berfungsi sebagai pengisi bidang untuk memperindah motif secara keseluruhan. Omamen pengisi dibuat sangat terpadu dengan memperhatikan omamen pokok. Omamen ini bentuknya lebih kecil dan lebih sederhana. Pada omamen pengisi terdapat beberapa macam bentuk yaitu bentuk burung binatang sederhana tumbuhan (kuncup daun bunga atau lunglungan).


Isen-isen

Isen-isen merupakan corak tambahan yang terletak dalam omamen pokok dan omamen pengisi. Bentuk Isen-isen lebih kecil dan rumit serta jumlahnya relatif banyak. Macammacam Isen-isen antara lain cecek (cecekpitu cecek sawut cecek sawut daun) sisik melik herangan sisik gringsing sawut galaran rambutan atau rawan sirapan dan cacah gori. Terampil membatik solo smp 3 Sumber: dokumen penulis. contoh pengembangan Isen-isen. Unsur-unsur batik inilah yang membentuk keindahan motif batik. Keindahan motif batik juga didukung oleh unsur seni yang lain antara lain garis wama bidang dan tekstur. Herbert read menyatakan bahwa indah berarti adanya susunan yang menyenangkan dan mengakibatkan adanya kelancaran pandangan bagi yang melihatnya. Ketika kita melihat suatu batik maka kriteria ini ada di dalamnya. Unsur batik sangat terlihat harmonis terpadu dan elok bila dipandang. Ciri umum keindahan adalah bila suatu karya batik kita lihat maka terjadi kelancaran pandangan.


Prinsip penggabungan unsur batik

Nilai estetika batik terlihat dari penggabungan Unsur-unsur yang membentuk motif batik. Paduan motif terlihat memiliki nilai estetika tinggi karena motif batik memperhatikan prinsip penggabungan unsur dalam teori seni rupa. Prinsip penggabungan unsur pada motif batik terlihat dari beberapa hal sebagai berikut. A. Komposisi Komposisi adalah susunan dari Unsur-unsur batik yaitu ornamen pokok omamen pengisi dan Isen-isen. Ketiga unsur itu terpadu secara bagus dengan memperhatikan prinsip keseimbangan dan masingmasing bagian dibuat secara terpadu dan saling melengkapi. Komposisi juga mengandung pengertian bahwa di dalam satu helai motif batik bila dilihat terasa seimbang antara kanan dan kiri serta atas dan bawah. Keseimbangan ada beberapa macam yaitu keseimbangan simetris asimetris sentral dan diagonal. Keseimbangan simetris adalah keseimbangan unsur atau objek antara kanan dan kiri sama persis. Keseimbangan asimetris adalah keseimbangan yang unsurnya tidak seimbang persis namun bila dilihat seimbang. Sumber: dokumen penulis keseimbangan simetris pada motif batik. Estetika batik surakarta 7 Keharmonisan atau keserasian Keserasian dalam motif batik dapat kita lihat dari perpaduan warna dan persamaan unsur coraknya. 1) perpaduan warna yang serasi dapat dilihat dari perpaduan warnawama berdekatan antara warna satu dengan warna lain. Warna merupakan salah satu elemen atau unsur yang sangat penting pada batik. Warna merupakan unsur yang cukup dominan pada batik serta aspek pertama kali yang dilihat. Disamping mewakili keindahan warna juga mengandung simbol ungkapan filosofi yang amat mendalam. Warna juga menampilkan sifat seseorang. Sifat kewanitaan dilambangkan dengan warna biru hijau dan ungu. Tiga dimensi warna yang diterapkan pada batik yaitu hue value dan intensity. Hue berarti panas dinginnya warna value berarti gelap dan terangnya warna serta intensity memiliki pengertian cerah dan suramnya warna. 2) unsur corak batik memiliki unsur sama. Misalnya jika bentuknya relung/lengkung maka dipadukan dengan unsur batik lain dengan corak lengkung. Bila motifnya dibuat geometris maka juga dipadukan dengan motif geometris. Sumber: batik klasik unsur lengkung 3) pemilihan objek motif batik dipadukan secara serasi. Misalnya bila . Objek tumbuhan maka akan dipadukan dengan objek yang serasi dengan tumbuhan. Sumber: batik klasik serasi pemilihan unsur atau objek Sumber: batik klasik 0 pengulangan objek D. Tekstur Tekstur berarti nilai raba dari suatu permukaan seperti halus kasar lembut dan licin. Dengan penggunaan Isen-isen dapat memberikan kesan tekstur yang menarik seperti halus kasar lembut dan licin. Tekstur adalah kasar dan halusnya permukaan yang dapat berupa tekstur nyata dan tekstur semu. 10 terampil membatik solo simp 3


Nilai simbolik batik

Batik dibuat melalui proses yang panjang terutama batik klasik. Pada batik klasik batik dibuat dengan perenungan dan ritualritual untuk mendapatkan motif yang memiliki makna mendalam. Proses pembuatannya dilakukan dengan hati yang suci dan tulus serta dilakukan dengan penuh kesabaran ketelitian ketekunan disiplin tinggi serta kerja keras. Nilai itulah sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang penuh dengan estetika tinggi dan makna mendalam dalam setiap motif yang ditampilkan. Sumber: batik klasik 2 nilai batik surakarta Batik juga memiliki bentuk yang sangat kompleks dan bervariasi serta memiliki tingkat kerumitan yang amat tinggi. Hal itu karena hampir semua bidang batik terisi dengan yang dibuat secara sempuma. Bahkan Isen-isen batik pun sekarang ini berkembang sangat pesat dan pembuatannya memerlukan proses yang amat rumit.





CIRI BATIK SURAKARTA

Berdasarkan ragam hias dan komposisi pewamaan batik dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu batik vorstenlanden dan batik pesisiran. Estetika batik Surakarta


Batik Vorstenlanden

Batik vorstenlanden berkembang di daerah surakarta dan yogyakarta. Batik vorstenlanden disebut juga batik keraton karena dikembangkan dan digunakan di lingkup keraton. Batik ini memiliki ciriciri sebagai berikut. A. Motif batik vorstenlanden berinduk pada wahana budaya dan alam pikiran jawa yang memiliki makna simbolis. Dalam motif batik tersebut terdapat makna tentang berbagai maksud dalam proses penciptaannya. Makna itu bisa berbentuk simbol kehidupan manusia simbol ajaran yang harus dilakukan manusia simbol larangan terhadap manusia maupun simbol peringatan bagi manusia. Simbolsimbol tersebut dilatarbelakangi kebudayaan hindu jawa karena batik tumbuh dari lingkup keraton dan berkembang sesuai dengan keyakinan masyarakat pada masa itu. Wujud dari motif merupakan hasil pengembangan/stilasi yang amat rumit dan sempuma. B. Komposisi wama banyak memakai wama sogan yaitu kuning kecokelatan wama indigo (biru) warna hitam dan putih. Setiap corak batik keraton menunjukkan status pemakainya. Corak motif keraton disebut motif larangan. Hal ini disebabkan pada awalnya motifmotif tertentu dilarang dikenakan oleh masyarakat umum kecuali oleh kerabat keraton. Corak batik larangan keraton surakarta dan keraton yogyakarta antara lain sawat parang rusak dan cemukiran. Sumber: batik klasik 3 warna batik Terampil membatik solo smp 3 Sumben batik klasik 4 nilai batik surakarta dan yogyakarta.


Batik pesisiran

Batik pesisiran adalah batik yang berkembang di luar keraton. Batik pesisiran bany ak terpengaruh budaya cina baik motif hiasnya maupun wamawama yang digunakan. Batik pesisiran memiliki ciriciri sebagai berikut. A. Motif batik pesisiran bersifat naturalis atau bentuk motifnya lebih alamiah. Stilasi objek batik kurang tergarap secara bagus sehingga motifnya terkesan sesuai dengan objek alam secara natural atau apa adanya. Bentuk motif banyak dipengaruhi oleh kondisi alam yang ada di daerah. Misalnya pantai pegunungan awan dan tumbuhan. B. Komposisi wama lebih bervariatif dan kaya karena tidak ada ikatan secara keyakinan atau melambangkan simbol tertentu. Batik pesisiran adalah batik yang berkembang di kawasan pesisir seperti garut cirebon pekalongan demak indramayu rembang lasem dan tuban.





TES PENGETAHUAN TENTANG BATIK SURAKARTA

Setelah anda membaca uraian singkat dari text batik Surakarta di atas, maka sudah waktunya anda membaca test pengetahuan berikut dengan menjawab segala pertanyaan dibawah ini :


Tugas 1 Pemahaman Tentang Batik Surakarta Hadiningrat

Buatlah laporan apresiasi salah satu motif batik surakarta dengan ketentuan sebagai berikut. Jenis tugas ini adalah tugas individu. Internet majalah koran kertas hvs dua minggu Memberi ulasan tentang sebuah motif batik surakarta nama batik unsur motif batik fungsi motif batik dan makna simbolik batik 1. Jenis tugas 2. Sumber 3. Alat 4. Waktu 5. Teknik 6.

Isi ulasan Ramgkuman.

1. Nilai estetika batik dapat kita lihat dari berbagai aspek antara lain unsur/elemen motif batik prinsip penggabungan unsur dan nilai simbolik batik. Unsur-unsur pada motif batik terdiri atas omamen pokok omamen pengisi dan Isen-isen. 2. Prinsip penggabungan unsur pada motif batik terlihat dari beberapa hal yaitu komposisi keharmonisan atau keserasian irama dan tekstur. 3. Batik dibuat melalui proses yang panjang terutama batik klasik. Pada batik klasik batik dibuat dengan perenungan dan ritualritual untuk mendapatkan motif yang memiliki makna atau nilai simbolik yang mendalam. 4. Berdasarkan ragam hias dan komposisi pewamaan batik dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu batik vorstenlanden dan batik pesisiran. Batik vorstenlanden berkembang di daerah surakarta dan yogyakarta sehingga sering disebut sebagai batik keraton. Motif batik vorstenlanden memiliki makna simbolis yang mendalam dan komposisi wamanya banyak memakai wama sogan indigo (biru) serta hitam dan putih. 5. Batik pesisiran adalah batik yang berkembang di luar keraton. Batik pesisiran adalah batik yang berkembang di kawasan pesisir seperti garut cirebon pekalongan demak indramayu rembang lasem dan tuban. Motif batik pesisiran bersifat naturalis dan komposisi wamanya lebih bervariatif. Estetika batik surakarta 15 Q refleksi Keindahan diperlukan dalam berbagai kepentingan baik kepentingan sosial budaya maupun ekonomi. Oleh karena itu keindahan haras dikembangkan.


Tantangan ke 1
I nilai estetika atau keindahan sangat perlu dikembangkan di tengah masyarakat agar hidup kita lebih indah dan bermakna. Pilihlah jawaban dari soal tantangan dibawah ini yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a b c atau d!
1. Nilai keindahan batik sering disebut nilai…. ? A. Kreasi c. Ekspresi B. Etika d. Estetika


2. Nilai keindahan batik dapat kita lihat dari aspek …. ? A. Harga batik c. Keserasian komposisi warna B. Bahan pewama batik d. Proses pembuatan batik

3. Omamen berupa mera atau gunung dalam batik termasuk omamen ….? A. Pokok c. Tambahan B. Pengisi d. Isen-isen

4. Cecek dan sisik merupakan contoh unsur batik yang termasuk omamen ….? A. Pokok c. Tambahan B. Pengisi d. Isen-isen

5. Susunan unsur batik dinamakan ….? A. Keharmonisan c. Tekstur B. Komposisi d. Irama

6. Perpaduan warna dikatakan serasi manakala unsur warnanya ….? A. Berdekatan c. Komplementer B. Menyilang d. Campuran

7. Pengulangan unsur atau corak batik secara berderet disebut….? A. Komposisi c. Harmoni B. Proporsi d. Irama 16 terampil membatik solo smp 3

8. di bawah ini merupakan contoh keseimbangan A. Simetris c. Diagonal B. Sentral d. Asimetris

9. Keseimbangan yang dihasilkan dari tengah memencar ke tepi merupakan jenis keseimbangan ….? A. Simetris c. Diagonal B. Sentral d. Asimetris

10. Kasar dan halusnyapermukaan batik dinamakan ….? A. Harmonisasi c. Irama B. Diagonal d. Tekstur B.


Tantangan ke 2
Jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini dengan benar!


1. Jelaskan pengertian dari estetika!


2. Sebutkan minimal tiga aspek keindahan!

3. Sebutkan ciriciri batik surakarta!

4. Sebutkan tiga unsur atau bagian batik!

5. Jelaskan pengertian keseimbangan simetris pada motif batik!

File added : Tuesday, August 16th 2016.
Category : Blog
tags: ,

Related Post Nilai Estetika Batik Solo Surakarta Hadiningrat

June 20th
2017

Buku Panduan Kerja Pengawas

Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah02. b.PENULISAN_KARYA_INOVATIF_PS_2017.pdf STRUKTUR PWS(2) 02. IPKPS MADYA.doc 2.1 a Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian 3-panduan-penilaian-untuk-sma-final171215(1) 5_6073434981789597716 SKP DIAN 0KFiled
June 17th
2017

Pemberitahuan pengumpulan data untuk Update Data PNS pada SIMPEG berbasis Web

Download Form… ***   Tagged: dinas kesehatan provinsi bali, SIMPEG, simpeg provinsi bali, sistem informasi kepegawaian, Sub Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Bali KEPEGAWAIAN
September 4th
2014

Wisata batik di daerah sragen

WISATA BATIK SUCI ALYA • LATAR BELAKANG • PAKET WISATA YANG DITAWARKAN • KEUNGGULAN • FASILITAS 1) LATAR BELAKANG Paketwista batik inimerupakanpaketwisataminatkhususdenganmengangkattemamengenal batik tulislebihdekatsebagaiwarisanbudaya
June 23rd
2017

Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-50/PB/2017

Download Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-50/PB/2017 tanggal 16 Juni 2017, tentang Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Radiografer
December 18th
2016

Laporan Koreksi Data Tunjangan Profesi (Simtun) per 16 Desember 2016 Guru TK

Berdasarkan Laporan Koreksi Data Tunjangan Profesi (Simtun) per 16 Desember 2016 Guru TK yang SKTP 2016 Semester II Belum Terbit, dengan perincian sebagai berikut