Perwarnaan Batik

Bahan-bahan pewarna yang dipakai yaitu dari tumbuh – tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri, antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Pada proses pembuatan kain batik, dari bahan mori pemutihan yang berdampak menurunnya kekuatan tarik kain. Untuk mengatasi hal ini, perlu dikembangkan proses penyempumaan yang tidak mengurangi kekuatan tarik tetapi kemurnian warnanya sama. Sehingga wama pertama bila di- tumpangi wama kedua tidak akan timbul warna tumpangan, warna yang diperoleh tetap wama yang kedua.

Dari hasil penelitian zat warna efektif dan indathreen sesuai dengan sifat kimianya, diperoleh efektifitas proses tanpa diperlukan tahap pemutihan, karena zat warna reaktif dan indathreen mengandung gugus yang bila direduksi akan pecah dan mengikat ion H dan membentuk gugus amin yang tidak berwarna. Zat warna yang diperhitungkan, antara lain zat warna reaktif, indathreen, indigosol, dan naphtol. Efisiensi proses zat wama reaktif dan indathreen mencapai 8,76% sampai dengan 41,33% dari perhitungan harga ZA warna termurah sampai dengan yang termahal untuk /at warna tersebut.