Sejarah dari motif batik Ciptoning

motif batik solo pekalongan sragen m43 latar ungu-bintang pinkMotif batik ini berasal dari daerah yogyakarta namun daerah lainnya banyak yang memproduksi dengan pengembangan motif dan warnanya yang unik. Batik motif ciptoning termasuk dalam pola ceplok. Batik motif ini menceritakan arjuna yang mesu diri manembah dan manekung sehingga berhasil mengalahkan segala godaan dan hawa nafsu jahat dan menjadi begawan ciptoning mintaraga pada cerita wayang jawa. Harapan yang mengenakan dapat meneladaninya sebagai kearifan. Jaman dahulu kain motif ini dikenakan oleh para ksatria raja. Motif batik motif ciptoning tersusun dari beberapa motif yaitu motif wayang motif parang motif gurda motif burung isen-isen yang kesemuanya dipadukan menjadi satu kesatuan motif yang cantik dan menarik itu.

 

motif batik solo pekalongan sragen m43 soganWaktu dulunya kain batik motif ciptoning dimanfaatkan sebagai kain panjang pada acara resmi namun saat ini digunakan untuk kemeja ataupun dress pada acara formal maupun non formal waktu itu. Batik motif ciptoning merupakan salah satu motif klasik yang sampai saat ini masih digandrungi banyak orang di penjuru nusantara. Motif batik motif ciptoning biasanya dipakai oleh orang yang dituakan maupun pemimpin istana. Harapan dengan memakai motif ini pemakainya diharapkan menjadi orang bijak dan mampu memberi petunjuk jalan yang benar pada orang lain yang dipimpinnya sesuai dengan tuhan yme. Nilai makna filosofis dibalik motif ini sebenarnya bukan hanya untuk pemimpin tetapi juga untuk setiap orang agar mampu memimpin.