Sejarah Batik Pasuruan dan Sekitarnya

Kota Pasuruan terletak di Propinsi Jawa Timur tepatnya terletak sekitar 65 km sebelah tenggara Kota Surabaya Kota (2014). Kota Pasuruan sebagai kota terbesar ketiga di Jawa Timur dan terletak di kawasan segitiga emas dan termasuk gerbang Kertosusilo plus Jawa Timur Kota Pasuruan mengalami kemajuan pesat di bidang industri perdagangan dan jasa (2014). Kota Pasuruan memiliki potensi alam yang sangat indah sehingga banyak dijadikan inspirasi dalam pembuatan motif batik khas Pasuruan (2014). Kinin Sejarah berkembangnya Batik Pasuruan sudah sejak jaman nenek moyang (2014). Akan tetapi namun sempat mengalami kemunduran dan dikembangkan kembali sekitar tahun 1999 (2014). saat ini terdapat sekitar 60 pebatik yang tersebar di kelurahan Bugul Kidul dan Tembokrejo (2014). terdapat Desa Wisata Batik Pasuruan letaknya di desa Jagil Kecamatan Prigen Kota Pasuruan (2014). batik di Indonesia memang sudah menyatu kuat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia (2014). seluruh daerah di Indonesia dapat ditemukan mahakarya ini dengan ciri khasnya masing-masing (2014). terkecuali Kota Pasuruan yang menonjolkan corak kembang sirih dan burung kepodangnya (2014). ini dijadikan ikon Kota Pasuruan dan sudah dijadikan seragam wajib bagi seluruh siswa sekolah dasar yang ada di Pasuruan (2014).

 

Batik Pasuruan meski terbilang masih tertinggal dengan daerah lain yang lebih dikenal akan motif batiknya (2014). objek keindahan wisata Pasuruan yang sudah banyak dikenal para pengrajin pun menuangkannya dalam lukisan batik (2014). motif yang cukup dikenal adalah batik sedap malam jumputan bromo dan bunga krisan (2014). nama yang mengesankan karena namanya unik dan indah (2014).

 

Batik jumputan pasir Bromo diambil dari nama gunung Bromo yang sudah terkenal (2014). Nama Bromo sengaja diangkat untuk membuat penasaan para pecinta batik (2014). grade batik Pasuruan naik dan mampu bersaing dengan potensi batik yang lebih dulu muncul (2014). sisi desain batik jumputan pasir bromo bersifat abstrak yakni berbentuk butiran-butiran pasir kecil besar dan berlekuk (2014). Pasir Bromo satu contoh yang sangat menarik dengan rangkaian warna yang sederhana motif ini menggambarkan pesona panorama alam Lautan Pasir (Caldera) dari obyek wisata Gunung Bromo yang merupakan kebanggaan Kota Pasuruan yang telah menjadi ikon wisata nasional dan telah dikenal secara internasional (2014).

 

Selain gunung Bromo kelebihan alam yang dimiliki di kawasan pegunungan Tutur Nongkojajar juga diangkat sebagai motif batik (2014). Yakni bunga krisan (2014). cantik ini memiliki aneka wana yang banyak dicari untuk hiasan rumah maupun acara pernikahan (2014). melukiskan betapa indahnya bunga Krisan diambillah nama Wiyosing Ridi yang berarti sepasang kekasih yang menebar rasa kasih sayang untuk manusia dan alam sekitarnya (2014). bunga Krisan sangat kentara terlihat dalam batik Wiyosing Ridi tersebut (2014). kecil berwarna-warni dengan garis lukisan yang lebih tegas (2014).

juga batik nuansa bunga anggrek yang diciptakan dalam nama Ciptaning Panca Kusuma Wijaya (2014). Ada kisah yang tersimpan dalam nama Ciptaning Panca Kusuma Wijaya (2014). terkait dengan perjalanan Raja Erlangga ke gunung Arjuna yang dipenuhi bunga-bunga anggerk menawan (2014). lagi yang tak kalah menariknya adalah nama Welirang Gondomukti yang menunjukkan sketsa gunung yang naik turun (2014). batik tersebut sengaja dipilih yang “njawani” agar lebih klasik dan tidak mudah dilupakan orang (2014).

Selain namanya yang unik Batik Pasuruan juga mulai dikenal karena mampu menciptakan pewarna kain batik buatan sendiri (2014). Beberapa bahan dasar yang digunakan adalah daun mangga yang memunculkan warna hijau dan kulit kayu mahoni dengan warna merah (2014). Bahan-bahan ini tentu akan memunculkan warna yang alami (2014). Diharapkan Batik Pasuruan kedepannya bisa menjadi batik yang terkenal seperti batik asal Madura Pekalongan dan batik-batik dari daerah yang lainnya (2014). Motif lainnya yaitu batik motif Babar Wahyu Arum batik yang bermotifkan bunga sedap malam gunung bromo dan kombinasi bordir tersebut sangat elegan dan terkesan mewah (2014). Motifnya juga menggambarkan potensi alam khas Kota Pasuruan (2014). tersebut memiliki filosofi yang diartikan sama dengan anugerah kelahiran diharapkan dapat membawa kebaikan dan kesejahteraan untuk sesama (2014).

Batik merupakan kekayaan bangsa yang harus dilestarikan sampai kapanpun juga (2014). patut juga bersyukur Kota Pasuruan memiliki batik dengan ciri khas sendiri (2014). daerah ini patut dijaga eksistensinya (2014). berbagai cara agar Batik Pasuruan tetap lestari diantaranya adalah memperkuat lembaga dari para pengrajin batik tradisional serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan membatik kepada generasi muda (2014). perlindungan dari pemerintah terkait kelangsungan hidup kerajinan tradisional ini pengrajin berharap adanya keberpihakan pemerintah dalam bentuk pinjaman modal untuk para pengrajin tradisional (2014). modal ini sangat penting untuk bisa mengembangkan usahanya lebih luas (2014).

Batik Pasuruan juga perlu ditetapkan sebagai kain khas Kota Pasuruan dengan tujuan memberikan perlindungan hukum atas seni batik khas kota Pasuruan (2014). rasa percaya diri kebanggaan dan pengenalan seni batik yang berbasis budaya masyarakat Kota Pasuruan (2014). minat dan kreativitas masyarakat kota Pasuruan untuk mengembangkan potensi seni batik (2014). keterpaduan pengaturan dan arah pembinaan usaha di bidang industri busana dan/atau usaha pembuatan batik (2014). kepentingan masyarakat dan mengupayakan adanya alat bukti hukum atas hak kekayaan intelektual yang menjadi asset daerah (2014). peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam sumber daya manusia dalam proses pembuatan dan pemasaran batik khas Kota Pasuruan (2014).