Proses Membatik Ala Kebumen

Dulunya Proses membatik pertama kali di Kebumen dinamakan teng-abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas atau Solo  kira kira demikian. Kemudian  Sekitar awal abad ke-20 untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu  kira kira demikian. Kemudian  Awalnya perajin batik di Kebumen menggunakan pewarna alam untuk batikannya  kira kira demikian. Kemudian  Sekitar tahun 1920 mulai digunakan pewarna sintetis  kira kira demikian. Kemudian  Seiring berjalannya waktu batik tidak hanya dikerjakan dengan teknik tulis sekitar tahun 1930 pemakaian cap dari tembaga dikenalkan di Kebumen oleh Purnomo dari Yogyakarta  kira kira demikian.

Pada tahun 1960 hingga tahun 1980-an Batik Kebumen mencapai masa keemasannya  kira kira demikian. Kemudian  Saat itu batik tulis menjadi komoditas unggulan  kira kira demikian. Kemudian  Hampir seluruh wilayah di kabupaten ini memproduksi batik  kira kira demikian. Kemudian  Pada tahun 2004 Batik Kebumen sempat terpuruk namun kini perlahan mulai bangkit lagi  kira kira demikian. Kemudian  Pesanan pun datang tidak saja untuk pasar domestik tapi juga dari luar negari  kira kira demikian. Kemudian  Meski pesanan menumpuk para pembatik tetap mempertahankan keaslian proses pembuatan secara tradisonal  kira kira demikian. Kemudian  Tak heran jika pengerjaan sebuah kain batik membutuhkan waktu satu hingga dua bulan  kira kira demikian. Kemudian  Sehelai kain Batik Kebumen dijual seharga ratusan ribu sampai jutaan rupiah  kira kira demikian.

Batik Kebumen berbeda dengan keberadaan batik-batik di daerah lain yang masing-masing memiliki latar dan pengaruh dari berbagai unsur sehingga batik dapat berkembang sebagai sebuah simbol budaya adat istiadat dan spiritual  kira kira demikian. Kemudian  Batik Kebumen lebih berkembang sebagai murni seni batik yang menekankan pada nilai artistik bukan pada nilai filosofi yang bermakna nilai moral dan harapan-harapan  kira kira demikian. Kemudian  Sehingga justru menunjukkan keunikannya sendiri  kira kira demikian. Kemudian  Batik Kebumen yang berorientasi pada alam (ekologis) menggambarkan masyarakat Kebumen yang bersahaja dan sangat menghormati kehidupan yang ditawarkan oleh alam  kira kira demikian.

Batik Kebumen memiliki motif yang beraneka ragam hingga ratusan motif  kira kira demikian. Kemudian  Sebagian besar bercorak flora fauna dan geometri  kira kira demikian. Kemudian  Motif batik Kebumen pada dasarnya ada tiga yaitu merakan (burung merak) pelataran seperti daun-daunan yang lebar dan jagatan atau sekar jagad  kira kira demikian. Kemudian  Masih ada motif kombinasi yang bercorak lengkap yakni kawung ada kawung uwer dan ada kawung jenggot  kira kira demikian. Kemudian  Dari segi warna Batik Kebumen lebih beragam daripada batik dari daerah lainnya  kira kira demikian. Kemudian  Selembar kain batik bisa memiliki empat kombinasi warna warna-warna yang sering dipakai yaitu cokelat ungu merah biru hijau kuning dan hitam  kira kira demikian. Kemudian  Ada pula batik tulis dengan dominasi warna merah (bang-bangan) atau biru (biron)  kira kira demikian.

Motif Merakan mudah dikenali dari ornamen bergambar burung merak memanjang dari kepala hingga ekor  kira kira demikian. Kemudian  Di ujung sayap yang panjang ada warna melingkar kecil-kecil  kira kira demikian. Kemudian  Motif Pelataran merupakan perpaduan gambar dedauan dan bunga-bungaan yang ada di halaman atau pelataran rumah  kira kira demikian. Kemudian  Motif Sekar Jagad atau jagatan tergolong paling istimewa dan banyak disukai sebab motif ini menggambarkan kombinasi seluruh isi alam atau jagat raya ini  kira kira demikian. Kemudian  Ada pepohonan pemandangan alam ada rumah bahkan pagar rumah kadang muncul pada motif ini  kira kira demikian. Kemudian  Untuk membuat motif jagatan atau srikit biasanya memerlukan waktu yang lebih lama daripada batik lainnya  kira kira demikian. Kemudian  Waktu yang diperlukan mencapai 1-2 bulan  kira kira demikian. Kemudian  Hal ini dikarenakan kerumitan dari motif serta proses pewarnaan yang lama  kira kira demikian. Kemudian  Jika umumnya motif lain hanya dua kali pewarnaan untuk motif jagatan butuh empat kali proses pewarnaan  kira kira demikian. Kemudian  Karena inilah harga untuk motif jagatan dan srikit lebih mahal  kira kira demikian. Kemudian  Selain itu lamanya proses pembuatan karena umumnya para perajin menjadikan kegiatan membatik hanya sebagai kerjaan sambilan untuk mengisi waktu luang  kira kira demikian.