Piala Dunia 2014 Dalam Selembar Kain Batik

Di Kulonprogo banyak cara bisa dilakukan untuk menyambut kemeriahan Piala Dunia 2014 besok. meski masih beberapa bulan lagi, tapi gema piala dunia itu sudah mulai terasa sejak akhir tahun lalu.

Salah satu orang yang merasakan euforia piala dunia adalah Bayu Permadi. Bayu adalah siswa sekolah menegah seni rupa di daerah Kulonprogo, Yogyakarta. Ia menuangkan ide piala dunia ke atas kain menjadi motif batik yang sangat kreatif.

Motif batik yang dibuat kontemporer penuh paduan warna mencolok dan warna-warni. Saat awal proses pembuatan motif tersebut, hanya tampak terlihat malam yang menutupi kain. Tapi setelah dimasak dan dikeringkan atau diangin-anginkan, tampaklah keindahan dari motif batik tersebut.

Telah 2 tahun terjun di dunia pembatikan, Bayu sudah punya segmen pasar sendiri. Dimulai dengan batik galau yang sempat booming atau tren, sekarang desain batik piala dunia yang diunggahnya ke dunia maya telah menarik para pembeli dan pemborong yang demam piala dunia.

Perpaduan batik galau yang menonjolkan gradasi warna dipadukan dengan motif piala dunia menciptakan batik piala dunia 2014. Paling sulit membuat batik itu terletak pada pewarnaan yang harus sesuai dengan warna aslinya, hingga membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.

Tiap hari Bayu hanya mampu memproduksi 20 lembar kain batik, hingga jumlah batik yang dijual sangat terbatas. Kain Batik motif piala dunia dibandrol mulai dari harga Rp 250.000 hingga Rp 350.000 per kain.