Pesona Batik Gaya Modern di Peragaan Busana ‘Fashion & Beauty’

Kain Indonesia masih (dan akan terus) menjadi inspirasi para insan mode Tanah Air untuk menciptakan busana dengan sentuhan tradisional tapi tetap terkesan modern. Seperti Batik Kudus Djarum Foundation, Alleira Batik, dan IKAT Indonesia dalam peragaan busana bertema ‘Fashion and Beauty’.

Hari Jumat 24 Februari 2012 silam, di Main Atrium Grand Indonesia Shopping Town, Jakpus, ketiganya menampilkan koleksi busana terbaru yang sebagian besar material utamanya menggunakan kain tradisional seperti tenun ikat dan batik.

Alleira Batik mempersembahkan 15 rancangan yang terdiri dari 5 busana pria dan 10 busana wanita. Dengan tema ‘Spring Summer 2012 Metamorphosis’, rancangan Alleira Batik kali ini terinspirasi dari perubahan ulat menjadi kepompong kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang indah dengan kilauan warnanya. Brand yang khas dengan busana batik bergradasi ini menghadirkan gaya vintage modern yang dihiasi warna yang terang.

Keunikan serta kemewahan rancangannya ditunjukkan melalui pemakaian material berupa sutra habutay, sutra ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), katun dobby dan katun primis. Operational director Alleira Batik, Zakaria Hamzah berkata, “Rancangan yang ditampilkan merupakan koleksi terbaru spring summer. Perpaduan batik tulis dan cap ini diberikan harga berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5,9 juta rupiah”.

Sedang Djarum Apresiasi Budaya bersama Galery Batik Kudus mempersembahkan beragam kreasi Batik Kudus karya dua desiner, Yogi Pratama dan Soko Wiyanto. Desainer muda tersebut memamerkan hasil karyanya yang memadukan busana modern dengan seni tradisional.

Yogi Pratama menampilkan 5 busana batik dengan tema ‘The Glorious Era’ dengan kombinasi bahan hitam yang mayoritas busananya berwarna coklat. Menggunakan warna coklat, supaya kesan batiknya masih ada.

Ingin semodern apapun itu busananya, tapi batiknya itu tidak dikasih lihat yang asli atau original, menurut Yogie masih kurang mantap. Kombinasi kainnya menggunakan dua jenis bahan yaitu batik itu sendiri dan lace Inggris yang motifnya tebal-tebal.

Motif yang diambil mayoritas burung merak dan kupu-kupu karena motif tersebut khas Kudus. Ditawarkan dengan harga berkisar Rp 2 juta hingga Rp 6 juta rupiah.

Sedang Soko Wiyanto memamerkan 5 busana batik dengan tema “Esthetique”. Menampilkan cocktail dress oriental yang dipadukan dengan bahan dan desain motif Batik Kudus bernuansa binatang.

Karya Sokoitu sebenarnya terinspirasi dari film drama yang berjudul Remember of Past Dream. Pola yang diambil juga mayoritas motif merak.

Menurut program director Bakti Budaya-Djarum Foundation, Renitasari. mereka ingin secara konsisten mengangkat dan terus memperkenalkan Batik Kudus di tengah masyarakat agar posisinya sebagai bagian dari Batik Indonesia tidak punah.

Karya lain yang disuguhkan IKAT Indonesia tak kalah cantik, dengan mengolah kain ikat menjadi busana malam serta cocktail. 15 rancangan terbarunya IKAT Indonesia ingin mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia dengan sajian fashion bertaraf internasional.

Fashion show dengan tema ‘Fashion and Beauty’ merupakan bagian dari perayaan ulang tahun PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Tahun 2012 silam, BCA genap menginjak usia yang ke 55 tahun.