Perkembangan dan sejarah motif batik nitik

motif batik solo pekalongan sragen m40Kain batik jlamprang atau nitik awalnya berkembang di daerah pesisir sehingga warnanya pun bermacam-macam sesuai selera konsumennya yang kebanyakan berasal dari eropa cina dan negara-negara di dunia. Motif batik ini juga merupakan pengembangan dari motif kain patola dari india raya. Dengan warna yang dominan digunakan adalah merah hijau biru dan kuning meskipun masih juga menggunakan warna soga dan wedelan yang sebgai warna pembantu. Dan selain terdiri dari bujur sangkar dan persegi panjang batik ini juga diperindah dengan hadirnya isen-isen batik lain seperti cecek (cecek pitu cecek telu) bahkan ada yang diberi ornamen batik dengan klowong maupun tembokan tipis. Mirip seperti motif batik yang berasal dari keraton lainnya motif nitik kreasi keraton juga berkembang ke luar lingkungan keratin yaitu ke masyarakat. Pada lingkungan keraton yogyakarta yang terkenal dengan motif nitik yang indah adalah ndalem brongtodiningrat yang masih keluarga keraton. Motif batik nitik yogyakarta yang terkenal adalah dari desa wonokromo dekat kotagede jogja.

motif batik solo pekalongan sragen m41Membuat batikan yang berbentuk bujur sangkar dan persegi panjang diperlukan canting tulis khusus dengan lubang canting yang berbeda dengan canting. Alat canting tulis untuk nitik dibuat dengan membelah lubang canting biasa ke dua arah yang saling tegak lurus tegak. Pengerjaannya setelah pencelupan pertama dalam warna biru proses mengerok hanya dikerjakan untuk bagian cecek saja atau bila ada bagian klowong. Supaya warna soga dapat masuk di bagian motif yang berupa bujur sangkar dan persegi panjang yang sangat kecil tersebut maka bagian tersebut ditekan-tekan sehingga pada bagian tertentu malamnya dapat lepas dan warna soga dapat masuk ke dalam. Karenanya itu untuk membuat batik nitik diperlukan malam khusus yaitu malam yang kekuatan menempelnya antara malam klowong dan malam. Dan langkah selanjutnya adalah mbironi menyogo dan akhimya melorod dengan campuran yang ada.

motif batik solo pekalongan sragen m42Hingga saat ini terdapat kurang lebih 70 motif nitik di nusantara. Besar motif nitik diberi nama dengan nama bunga seperti kembang kenthang sekar kemuning sekar randu dan dll. Pula yang diberi nama lain misalnya nitik cakar nitik jonggrang tanjung gunung dll. Batik motif nitik juga sering dipadukan dengan motif parang ditampilkan dalam bentuk ceplok kothak atau sebagai pengisi bentuk keyong dan juga sebagai motif untuk sekar jagad tambal dll. Campuran motif ini terdiri dan satu macam maupun bermacam-macam motif nitik lainnya. Merupakan paduan motif nitik dengan motif lain membawa perubahan nama misalnya parang seling nitik nitik tambal nitik kasatrian dll.

 

motif batik solo pekalongan sragen m43 latar cokat -orangeDan seperti halnya motif batik yang lain motif nitik juga mempunyai arti filosofis jawa. Nitik cakar yang sering digunakan pada upacara adat perkawinan ini diberi nama demikian karena pada bagian motifnya terdapat ornamen yang berbentuk seperti cakar ayam. Motif cakar yang dimaksud adalah cakar ayam atau kaki bagian bawah kaki. Motif cakar ini digunakan untuk mengais tanah mencari makanan atau sesuatu untuk dimakan cacing. Nitik cakar dikenakan pada upacara adat perkawinan dimaksudkan agar pasangan yang menikah dapat mencari nafkah dengan halal sepandai ayam mencari makan dengan cakarnya yang tajam. Motif nitik cakar dapat berdiri sendiri sebagai motif dan satu kain atau sebagai bagian dari motif kain tertentu seperti motif wirasat atau sido drajat yang juga sering digunakan dalam upacara adat perkawinan adat jawa. Motif batik memiliki makna filosofis jawa. Nilai tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai local jawa. Sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan didalam.