Motif batik klitik dengan sejarah dan filosofinya

motif batik solo pekalongan sragen m39 seriiAdalah kegunaan dari motif klitik digunakan untuk dipakai di acara resmi pada acara kerajaan. Nilai makna filosofis menunjukkan suatu kewibawaan yang luar biasa. Hingga setiap motif batik batik memiliki filosofi tertentu yang sampai saat ini masih ada yang mempercayai filosofi. Sebagian motif batik batik yang memiliki kekuatan gaib dan hanya boleh dikenakan kalangan terbatas. Baca artikel sebelumnya mengenai filosofi batik motif batik parang rusak dan motif batik parang rusak barong jawa. Dan artikel kali ini masih membahas tentang motif batik parang yaitu mengenai motif batik parang klitik parang slobog dan parang kusumo dan parang curigo bukan curiga. Batik bermotif batik parang pada dasarnya tergolong sederhana berupa lilitan huruf s yang jalin-menjalin membentuk garis diagonal dengan kemiringan 45 derajat. Susunan motif batik huruf s jalin-menjalin tidak terputus melambangkan keseimbangan. Susunan bentuk dasar huruf s diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat tidak pernah padam. Parang klitik motif batik ini merupakan pola parang dengan stilasi motif batik yang lebih halus mulus. Hingga ukurannya pun lebih kecil dan mengandung citra feminine sexi. Batik parang jenis ini melambangkan kelemah-lembutan perilaku halus dan bijaksana sentausa. Hingga biasanya dikenakan kalangan putri istana raja.