Kerajinan Batik Kabupaten Bengkulu

kerajinan seni batik besurek ini akhirnya menginspirasi orang Rejang untuk membuat batik khas dari Tanah Rejang itu. batik besurek motifnya terinspirasi dari kaligrafi huruf arab maka batik Kaganga terinspirasi dari motif bentuk-bentuk huruf kaganga yang dikenal sebagai aksara rejang kabupaten itu. batik Besurek batik Kaganga juga dipadukan dengan bunga-bunga dan burung-burung berkicau. Contohnya dipadukan dengan motif bunga Rafflesia Arnoldi yang habitat alaminya banyak dijumpai di Tanah Rejang itu. Bengkulu juga berkembang ragam hias berbentuk bangun-bangun geometri yang mengspirasi. seluang mudik atau kandung lawaiyan baru. geometrinya didominasi oleh garis-garis lurus tegak. hias ini tentu juga cukup menarik jika dilukiskan pada batik Bengkulu kabupaten. event kecil peragaan busana batik Kaganga diadakan oleh Pemda kabupaten Rejang Lebong untuk mengenalkan batik Kaganga kepada masyarakat meskipun promosinya hanya setingkat daerah yang diadakan oleh pemerintah daerah yang berkuasa. menjadi batik khas daerah batik ini juga langka karena termasuk batik baru dan motifnya juga masih sedikit.

 

batik Kaganga awalnya adalah masyarakat kelas menengah ke atas bahkan ada yang menjadikannya sebagai souvenir ke kota lain. cukup mahal karena batik ini dibuat dengan cara tradisional yang dikenal dengan batik tulis halus. batik Kaganga ini turun pamor ketika dipegang oleh istri para pejabat di Rejang Lebong. Mulanya perkembangannya bagus beberapa pengrajin dikirim belajar membatik ke Pulau Jawa yang kemudian menerapkan ilmunya di Tanah Rejang untuk membuat batik dengan corak motif batik. Tercipta bentuk motif kain batik Kaganga yang indah termasuk banyak pesanan batik tulis dari bahan dasar sutra halus. Walau mahal namun tetap ada konsumennya yang ada. beberapa tahun kemudian Pemda mewajibkan pelajar PNS dan instansi swasta lain untuk menggunakan batik Kaganga muda. istri pejabat inilah yang memesan batik Kaganga secara besar-besaran ke Pulau Jawa dengan teknik batik cap yang kemudian menggeser pasar batik tulis Kaganga muda.

 

batik secara umum dan besar-besaran akhirnya membuat batik ini jenuh di pasar lokal indonesia. batik tulisnya menurut drastis karena batik Kaganga akhirnya tidak lagi menjadi batik yang khas dan diminati konsumen batik. Kaganga tidak lagi menjadi barang mewah bagi kalangan orang kaya di Tanah Rejang sehingga pemakainya tidak lagi dianggap bisa menaikkan prestise tapi kini justru masyarakat menjadi canggung memakainya karena batik Kaganga seakan jadi batik seragam kantor atau seragam sekolah saja.